PONTIANAK POST- RMA Indonesia menyatakan masih melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan fasilitas perakitan kendaraan Ford di Indonesia sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.
Sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Indonesia, perusahaan tersebut membuka peluang untuk melokalisasi produksi melalui skema Completely Knocked Down (CKD), meski keputusan final belum ditetapkan.
Country Manager RMA Group Indonesia, Toto Suharto, mengungkapkan bahwa studi komprehensif masih terus berjalan untuk menilai berbagai aspek sebelum realisasi proyek tersebut.
“Saat ini kami terus melakukan studi terkait kemungkinan ini, dalam waktu dekat mungkin kita bisa sampaikan detail-detailnya seperti apa,” kata Toto Suharto di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, keputusan membangun pusat produksi tidak hanya bergantung pada potensi pasar Indonesia, tetapi juga harus mempertimbangkan risiko serta kelayakan ekonomi dalam jangka panjang di berbagai negara tujuan investasi.
Menurutnya, pembangunan fasilitas produksi membutuhkan perencanaan matang mengingat besarnya nilai investasi yang harus disiapkan perusahaan.
“Saya kira salah satu keinginan ya, mungkin hampir semua brand juga (membangun pabrik). Ketika kita melakukan bisnis di Indonesia tentunya kita melihat potensi pasar juga. Ya, itu lagi kita kaji saat ini,” jelas dia.
“Jadi belum bisa kita share ke teman-teman semua, karena memang prosesnya cukup panjang ya. Ini kan menyangkut bisnis yang panjang juga ke depannya. Jadi kita tidak bisa memutuskan hanya dengan memperhatikan beberapa aspek,” tambah dia.
Sebelumnya, Ford yang berada di bawah naungan Ford Motor Company sempat menghadapi tantangan berat di pasar otomotif nasional hingga akhirnya menghentikan operasinya pada 2016.
Setelah vakum selama enam tahun, merek asal Amerika Serikat tersebut kembali meramaikan pasar Indonesia pada 2022 melalui PT RMA Indonesia dengan menghadirkan sejumlah model unggulan, seperti Mustang, Ford Ranger, dan Ford Everest. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas