PONTIANAK POST – Hyundai Motors Indonesia memastikan pembaruan perangkat lunak SUV Palisade di Tanah Air telah dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul kasus kursi elektrik di Amerika Serikat.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan pembaruan sistem dilakukan melalui mekanisme over the air (OTA) sehingga pemilik kendaraan bisa mengunduh langsung tanpa harus ke bengkel.
“Kita sudah melakukan yang namanya pembaharuan software. Karena itu mudah sekali kok, kita melakukannya itu melalui over the air atau OTA,” ujar Fransiscus di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, pembaruan ini bertujuan mencegah potensi masalah pada mekanisme kursi elektrik agar kasus serupa tidak terjadi di Indonesia. Sebagian besar kendaraan yang terdampak sudah menerima pembaruan.
“Ini sudah berjalan dan sudah sekitar hampir lebih dari setengah itu sudah ter-update secara programnya. Apabila sudah ter-update programnya makanya mobil itu dinyatakan aman,” jelasnya.
Sebelumnya, Hyundai AS melakukan penarikan kembali puluhan ribu unit Palisade setelah laporan seorang balita meninggal akibat terjepit kursi elektrik pada Maret 2026. Sensor kursi disebut gagal mendeteksi objek sehingga kursi terus melipat.
Fransiscus menegaskan hingga saat ini belum ada kasus serupa di Indonesia. “Tapi kan kita juga patut bersyukur ya, karena sampai dengan saat ini kan di Indonesia tidak ada kasus, hanya di Amerika,” katanya.
Selain itu, Hyundai juga telah memberikan informasi kepada pelanggan terkait proses pembaruan dan memastikan layanan ini tetap berada dalam cakupan garansi.
“Kita melakukan penanganan dan kita memberitahu ke pelanggan bahwa ini masih dalam garansi dan dalam penanganan kita. Jadi tidak perlu khawatir dengan itu,” pungkas Fransiscus. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas