PONTIANAK POST - Toyota LandCruiser 79 Series GXL Double-Cab 2026 masih bertahan sebagai ikon kendaraan pekerja keras di tengah gempuran pikap modern yang menawarkan teknologi lebih mutakhir.
Dengan banderol sekitar Rp890 juta, model ini tetap menjadi pilihan utama bagi sektor pertambangan, perkebunan, hingga komunitas petualang lintas alam.
Kepercayaan pasar terhadap LandCruiser 79 tidak hanya dibangun oleh nama besar Toyota, tetapi juga rekam jejak ketangguhan yang telah teruji selama puluhan tahun di berbagai medan ekstrem.
Baca Juga: Enam Bulan Tembus 2.400 Unit, BYD Atto 1 Premium Jadi Ancaman Baru bagi Mobil Kompak Konvensional
Karakter mekanis yang sederhana, mudah dirawat, dan terkenal bandel menjadi alasan utama loyalitas konsumennya.
Generasi terbaru kini mengusung mesin diesel 2,8 liter turbo empat silinder yang menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 500 Nm, dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan.
Meski fitur kenyamanan dan teknologi kabinnya kalah modern dibanding rival baru seperti Ford Ranger Super Duty, LandCruiser 79 tetap mempertahankan identitasnya sebagai kendaraan kerja yang mengutamakan fungsi di atas segalanya.
Namun, di tengah persaingan dengan model yang lebih modern seperti Ford Ranger Super Duty, sejumlah keterbatasan fitur mulai menjadi sorotan.
Baca Juga: Toyota Memuncak, Tapi China Menggeliat, Penjualan Mobil Juni 2025 Bikin Kaget
Toyota melakukan sejumlah pembaruan pada LandCruiser 70 Series generasi terbaru, termasuk lampu depan LED bergaya retro, sistem infotainment 6,7 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto kabel, serta tambahan fitur keselamatan dasar melalui paket Toyota Safety Sense.
Meski demikian, kabin kendaraan ini masih mempertahankan desain konservatif dengan dominasi material keras, minim teknologi modern, serta belum dilengkapi pengisian daya nirkabel maupun sensor parkir.
Menurut ulasan media otomotif CarExpert, karakter sederhana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian konsumen.
LandCruiser 79 GXL Double-Cab memiliki panjang 5.245 mm dengan wheelbase 3.180 mm.
Dimensi tersebut memungkinkan penggunaan bak belakang berukuran besar, namun sekaligus membuat radius putarnya menjadi salah satu kelemahan utama saat digunakan di area perkotaan.
Di sektor performa, konsumsi bahan bakar resmi berada di angka 9,6 liter per 100 kilometer.
Namun dalam pengujian CarExpert, konsumsi riil mencapai sekitar 12 liter per 100 kilometer.
Kemampuan angkutnya juga tetap impresif. Kendaraan ini mampu membawa muatan hingga 1.325 kilogram dan menarik beban sampai 3,5 ton dengan sistem penggerak empat roda part-time yang dilengkapi differential lock depan dan belakang.
Toyota turut memberikan garansi lima tahun tanpa batas kilometer, yang dapat diperpanjang menjadi tujuh tahun untuk mesin dan sistem penggerak apabila servis dilakukan secara berkala di jaringan resmi.
Biaya servis berkala LandCruiser 79 tergolong tinggi, yakni Rp5,8 juta setiap enam bulan. Total biaya perawatan selama lima tahun mencapai sekitar Rp58 juta.
Baca Juga: Toyota Rangga Diluncurkan: Gabungkan Tampilan Gahar, Keandalan Mesin, dan Kenyamanan
Kehadiran Ford Ranger Super Duty mulai memberi tekanan baru bagi dominasi LandCruiser 70 Series.
Model tersebut menawarkan teknologi keselamatan lebih lengkap, interior modern, serta interval servis yang lebih panjang dengan harga yang tidak terpaut jauh.
Meski demikian, LandCruiser 79 tetap mempertahankan identitasnya sebagai kendaraan pekerja yang mengutamakan kekuatan mekanis dan daya tahan jangka panjang dibanding kemewahan fitur digital. (*)
Editor : Budi Miank