Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Setelah Dikembangkan 18 Tahun, Ban AirFree Akhirnya Digunakan Secara Komersial

Chairunnisya • Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:23 WIB
Ban tanpa udara. (CARSCOOPS)
Ban tanpa udara. (CARSCOOPS)

PONTIANAK POST - Teknologi otomotif terus berkembang untuk menghadirkan kendaraan yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Salah satu inovasi terbaru datang dari Bridgestone yang mulai mengoperasikan ban tanpa udara atau airless tire dalam penggunaan komersial di jalan raya.

Dilansir dari Carscoops, setelah melalui pengembangan selama 18 tahun, Bridgestone resmi menggunakan ban tanpa udara bernama AirFree pada armada kendaraan otonom berkecepatan rendah di Kota Higashiomi, Jepang.

Baca Juga: SIGRA dan ROCKY Bersinar di OTOMOTIF Award 2026, Daihatsu Tegaskan Dominasi di Segmen Mobil Keluarga dan SUV Modern Indonesia

Ini menjadi pertama kalinya ban AirFree digunakan untuk operasional harian, bukan sekadar uji coba dalam waktu terbatas.

Meski demikian, teknologi tersebut masih belum ditujukan untuk mobil penumpang karena masih memiliki sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi kecepatan.

Digunakan Kendaraan Otonom untuk Layanan Lansia

Ban AirFree dipasang pada kendaraan otonom yang bentuknya menyerupai mobil golf dengan bodi lebih panjang.

Baca Juga: Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026

Kendaraan tersebut digunakan sebagai sarana transportasi bagi warga lanjut usia untuk berkeliling Kota Higashiomi, Prefektur Shiga, Jepang.

Karena beroperasi pada rute pendek dengan kecepatan rendah, ban AirFree tidak dituntut menghadapi kondisi ekstrem seperti yang dialami ban mobil penumpang.

Bridgestone menilai penerapan ini menjadi langkah penting untuk membuktikan bahwa teknologi ban tanpa udara telah cukup matang digunakan dalam operasional sehari-hari.

Baca Juga: Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia: Analisis Reviewer Otomotif Mengenai Harga Murah dan Dominasi Brand Cina

Dikembangkan Selama Hampir Dua Dekade

Pengembangan ban AirFree dimulai sejak 2008. Selama hampir dua dekade, Bridgestone terus menyempurnakan desainnya hingga meluncurkan generasi ketiga pada 2023 yang kini mulai digunakan di jalan raya.

Berbeda dengan ban konvensional yang menggunakan udara bertekanan, AirFree memanfaatkan struktur jari-jari berbahan resin termoplastik untuk menopang beban kendaraan.

Sementara itu, bagian luar ban tetap menggunakan lapisan tapak berbahan karet agar mampu mencengkeram permukaan jalan dengan baik.

Material resin yang digunakan juga dapat didaur ulang sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Merek Otomotif China Kian Agresif di Indonesia, BYD dan Jaecoo Mulai Tekan Dominasi Pabrikan Jepang Nasional

Mengandalkan Struktur Resin Fleksibel

Terobosan utama AirFree terletak pada desain strukturnya.

Insinyur Bridgestone, Masaki Ota, menjelaskan bahwa tim pengembang tidak lagi berupaya membuat material ban semakin keras, melainkan menggunakan resin yang lebih fleksibel dengan struktur yang mampu mendistribusikan beban secara merata ke seluruh bagian ban.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu kunci dalam pengembangan generasi terbaru AirFree.

Baca Juga: Merek Otomotif China Kian Agresif di Indonesia, BYD dan Jaecoo Mulai Tekan Dominasi Pabrikan Jepang Nasional

Masih Terbatas untuk Kendaraan Berkecepatan Rendah

Dalam demonstrasi kepada sejumlah media, kendaraan yang menggunakan ban AirFree dibatasi hingga 12 mph atau sekitar 20 kilometer per jam.

Belum diketahui apakah pembatasan tersebut dilakukan demi alasan keselamatan selama demonstrasi atau memang menjadi batas aman penggunaan ban saat ini.

Namun, laporan Nikkei Asia menyebut teknologi tersebut untuk sementara hanya cocok digunakan pada kendaraan berkecepatan rendah.

Baca Juga: Ketua Gaikindo: Industri Otomotif Lesu Terimbas Faktor Global

Artinya, AirFree masih belum siap menggantikan ban pneumatik pada mobil produksi massal yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya.

Produksi Massal Masih Menjadi Tantangan

Selain faktor kecepatan, biaya produksi juga masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan AirFree.

Karena itu, Bridgestone belum mengumumkan jadwal produksi massal maupun penjualan ban tersebut untuk mobil pribadi.

Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Pikat Lewat Desain Otomotif Italia, Fitur Unik Belum Cukup Menang Bersaing

Perusahaan juga tengah menyiapkan model bisnis yang menggabungkan penggunaan ban dengan layanan daur ulang guna meningkatkan keberlanjutan produk.

Disiapkan Pula untuk Kendaraan Penjelajah Bulan

Menariknya, teknologi AirFree tidak hanya dikembangkan untuk penggunaan di bumi.

Bridgestone juga tengah menyiapkan ban khusus bagi kendaraan penjelajah bulan yang menggunakan konsep struktur serupa, tetapi berbahan logam agar mampu beroperasi di lingkungan luar angkasa.

Baca Juga: Astra Motor Kalbar bersama Jurnalis Otomotif Touring 160 KM Honda Stylo 160

Dengan demikian, teknologi ban tanpa udara ini diproyeksikan memiliki potensi pemanfaatan yang jauh lebih luas pada masa mendatang. (*) 

Editor : Chairunnisya
#bridgestone #mobil #ban #otomotif