Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Infiniti Q45 Jadi Sedan Pertama dengan Suspensi Aktif, Teknologinya Mendahului Zaman

Chairunnisya • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:32 WIB
Infiniti Q45 (CARBUZZ)
Infiniti Q45 (CARBUZZ)

PONTIANAK POST - Jauh sebelum suspensi aktif elektronik menjadi fitur pada mobil-mobil premium masa kini, Infiniti Q45 telah memperkenalkan teknologi Full-Active Suspension pada 1991.

Dilansir dari Carbuzz, sistem tersebut menjadi yang pertama diterapkan pada mobil produksi massal dan menawarkan kemampuan menjaga bodi kendaraan tetap stabil tanpa mengandalkan batang penstabil (anti-roll bar) konvensional.

Teknologi itu dikembangkan ketika Nissan menjalankan program 901 Movement, sebuah proyek ambisius untuk menghasilkan mobil dengan karakter pengendalian terbaik menjelang dekade 1990-an.

Baca Juga: BYD Racco Hadir 28 Juli, Mobil Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh 320 Km

Q45 menjadi salah satu hasil utama program tersebut bersama beberapa model ikonik Nissan lainnya.

Pada varian Q45a, sistem Full-Active Suspension memanfaatkan 10 sensor untuk memantau gerakan kendaraan, termasuk limbung (roll), mengangguk saat pengereman (dive), mengangkat hidung saat akselerasi (squat), hingga gerakan vertikal akibat permukaan jalan.

Seluruh data diproses komputer yang kemudian mengendalikan aktuator hidraulik di masing-masing roda guna menyeimbangkan bodi kendaraan secara real time.

Baca Juga: SIGRA dan ROCKY Bersinar di OTOMOTIF Award 2026, Daihatsu Tegaskan Dominasi di Segmen Mobil Keluarga dan SUV Modern Indonesia

Selain mengurangi gejala limbung ketika menikung, sistem tersebut juga mampu mempertahankan tinggi kendaraan secara otomatis saat membawa beban berat.

Teknologi ini memungkinkan mobil tetap nyaman sekaligus stabil tanpa mengorbankan karakter pengendalian.

Namun, kecanggihan tersebut harus dibayar mahal. Full-Active Suspension menambah bobot kendaraan lebih dari 200 pon (sekitar 91 kilogram) dan saat diluncurkan menjadi opsi senilai sekitar 4.000 dolar AS.

Sistem hidrauliknya juga menyerap tenaga mesin sekitar 3 hingga 6 hp, sehingga konsumsi bahan bakar meningkat dan performa akselerasi sedikit menurun.

Secara visual, Q45 dengan suspensi aktif hampir tidak berbeda dari versi standar. Pembeda utamanya hanya emblem Q45a serta stiker "Full-Active Suspension" di kaca belakang.

Hal ini membuat teknologi canggih tersebut tidak mudah dikenali dari tampilan luar kendaraan.

Baca Juga: Pertamax Mahal: Mobil Listrik Berpotensi Makin Diminati, Gaikindo Berharap Pasar Kendaraan Bensin Tidak Tergerus

Meski mendapat banyak pujian karena inovasinya, kompleksitas sistem dan biaya produksi yang tinggi membuat teknologi tersebut tidak banyak diadopsi pada masanya.

Setelah beberapa tahun, Infiniti beralih ke sistem Active Damper Suspension yang lebih sederhana dan ekonomis.

Kini, konsep yang pertama kali diperkenalkan Infiniti melalui Q45 kembali digunakan dalam bentuk yang lebih modern pada berbagai mobil mewah.

Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Pikat Lewat Desain Otomotif Italia, Fitur Unik Belum Cukup Menang Bersaing

Dengan dukungan sensor, aktuator elektronik, dan perangkat lunak yang jauh lebih canggih, teknologi suspensi aktif telah menjadi salah satu fitur unggulan pada sedan premium maupun SUV berperforma tinggi.

Meski demikian, Q45 tetap dikenang sebagai pelopor yang memperkenalkan teknologi tersebut ke mobil produksi massal lebih dari tiga dekade lalu. (*)

Editor : Chairunnisya
Infiniti Q45 Full Active Suspension sedan mewah Jepang teknologi suspensi aktif mobil klasik Infiniti