PONTIANAK POST - Mengisi bensin sebelum benar-benar habis menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang perlu diperhatikan pemilik motor injeksi.
Meski terlihat sepele, membiarkan tangki bahan bakar kosong terlalu sering dapat berdampak pada sejumlah komponen penting.
Motor injeksi kini menjadi pilihan utama banyak pengendara karena memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan motor karburator.
Baca Juga: Review LETBE Flyon 250: Motor Petualang Mesin 250 cc Fitur Melimpah Harga Bikin Kaget
Teknologi ini bekerja dengan mengatur campuran udara dan bahan bakar secara lebih presisi sehingga mesin dapat beroperasi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Namun, di balik keunggulan tersebut, motor injeksi tetap membutuhkan perawatan yang tepat.
Salah satu hal yang sering diabaikan adalah kebiasaan membiarkan tangki bensin dalam kondisi kosong atau hampir habis.
Baca Juga: Astra Motor Kalbar Ajak Masyarakat Hidup Sehat Lewat Terbirit Birit Fun Run 5K
Dilansir dari Jawapos, jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, sejumlah masalah dapat muncul, mulai dari gangguan pompa bahan bakar hingga menurunnya performa mesin.
Pompa Bahan Bakar Bisa Mengalami Overheating
Motor injeksi dilengkapi dengan pompa bahan bakar yang bertugas mengalirkan bensin dari tangki menuju injektor dengan tekanan yang sesuai.
Baca Juga: Miliki Motor Honda Kini Kian Ringan, Astra Motor Kalbar Tebar Promo Honda EvoluZion
Komponen ini biasanya berada dalam tangki dan terendam bensin.
Selain sebagai sumber bahan bakar, bensin juga membantu menjaga suhu pompa agar tetap bekerja optimal.
Ketika tangki sering dibiarkan kosong atau hanya tersisa sedikit bensin, pompa bahan bakar dapat bekerja tanpa pendinginan yang cukup.
Kondisi tersebut berisiko menyebabkan overheating atau panas berlebih.
Overheating yang terjadi berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pompa bahan bakar. Jika sudah rusak, komponen tersebut perlu diganti dengan biaya yang tidak sedikit.
Risiko Kehabisan Bahan Bakar Saat Berkendara
Tangki bensin yang terlalu sering kosong juga meningkatkan risiko motor kehilangan pasokan bahan bakar ketika sedang digunakan.
Baca Juga: Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026
Motor injeksi membutuhkan suplai bensin yang stabil agar mesin dapat bekerja dengan baik. Ketika aliran bahan bakar terganggu, tenaga mesin dapat hilang secara tiba-tiba.
Kondisi ini tentu berbahaya, terutama ketika pengendara sedang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya.
Selain itu, pasokan bahan bakar yang tidak stabil dapat membuat performa mesin menurun. Injektor juga bisa bekerja tidak maksimal sehingga efisiensi bahan bakar ikut terganggu.
Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Pikat Lewat Desain Otomotif Italia, Fitur Unik Belum Cukup Menang Bersaing
Injektor Berisiko Tersumbat Kotoran
Injektor memiliki fungsi penting dalam menyemprotkan bensin ke ruang bakar dengan tekanan tinggi.
Proses tersebut memungkinkan campuran udara dan bahan bakar terbakar secara optimal sehingga menghasilkan tenaga.
Namun, kebiasaan membiarkan bensin hampir habis dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran atau partikel kecil dari dasar tangki ke sistem bahan bakar.
Kotoran yang masuk dan menumpuk dapat menyebabkan injektor tersumbat. Akibatnya, proses pembakaran menjadi tidak sempurna.
Jika pembakaran terganggu, performa mesin bisa menurun dan emisi gas buang meningkat.
Tangki Kosong Bisa Memicu Kavitasi dan Korosi
Selain masalah pada pompa dan injektor, tangki bensin yang sering kosong juga dapat memicu terjadinya kavitasi.
Kavitasi merupakan fenomena terbentuknya gelembung udara dalam cairan yang sedang dipompa. Ketika gelembung tersebut pecah, tekanan yang muncul dapat merusak komponen di sekitarnya.
Pada motor injeksi, kondisi tangki yang hampir kosong memungkinkan udara masuk ke sistem bahan bakar sehingga berpotensi menyebabkan kavitasi pada pompa.
Tidak hanya itu, ruang kosong dalam tangki juga memungkinkan terjadinya perubahan suhu.
Perbedaan suhu antara siang dan malam dapat menyebabkan udara di dalam tangki mengalami kondensasi dan menghasilkan tetesan air.
Air yang bercampur dengan bensin dapat mengganggu proses pembakaran, merusak komponen mesin, bahkan memicu korosi pada tangki bahan bakar. (*)
Editor : Chairunnisya