PONTIANAK POST - Berkendara akan terasa nyaman ketika seluruh komponen mobil bekerja dengan baik, termasuk sistem kemudi.
Namun, jika setir mendadak terasa berat saat digunakan, jangan anggap sepele. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan saat berkendara.
Setir yang berat sering kali muncul pada mobil yang sudah berusia atau jarang mendapatkan perawatan berkala.
Baca Juga: Empat Cara Sederhana Menjaga Motor Injeksi Tetap Prima dan Hemat Bensin
Dilansir dari Jawapos, meski kerusakan pada sistem power steering menjadi penyebab yang paling umum, masalah juga bisa berasal dari komponen lain.
Berikut beberapa penyebab setir mobil terasa berat yang perlu diketahui.
1. Tekanan Ban Berkurang atau Kempis
Meski letaknya berada di bagian kaki-kaki mobil, kondisi ban berpengaruh terhadap sistem kemudi.
Baca Juga: Sering Kehabisan Bensin Bisa Rusak Motor Injeksi Secara Perlahan
Ketika tekanan angin ban berkurang atau ban kempis, beban yang diterima sistem kemudi menjadi lebih besar. Akibatnya, setir terasa lebih berat dan membutuhkan tenaga ekstra saat diputar.
Karena itu, pastikan tekanan angin ban selalu sesuai dengan rekomendasi agar sistem kemudi tetap bekerja optimal.
2. Oli Power Steering Berkurang
Sistem power steering membutuhkan oli untuk membantu menghasilkan tekanan hidrolis yang meringankan putaran setir.
Baca Juga: Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026
Jika volume oli berkurang atau bahkan habis, tekanan hidrolis tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, setir menjadi lebih berat ketika diputar.
Untuk memastikan kondisinya, periksa tabung reservoir oli power steering di ruang mesin secara berkala.
3. Pompa Oli Power Steering Mengalami Sumbatan
Apabila oli power steering masih mencukupi tetapi setir tetap terasa berat, penyebabnya bisa berasal dari pompa oli.
Pompa dapat mengalami penyumbatan akibat oli yang jarang diganti sehingga kotor atau karena penggunaan oli yang tidak sesuai rekomendasi.
Sumbatan tersebut membuat aliran oli tidak bekerja maksimal sehingga sistem power steering kehilangan kinerjanya.
4. Belt Power Steering Rusak
Komponen belt berfungsi memutar pompa oli agar tekanan hidrolis dapat terbentuk. Jika belt mengalami kerusakan, seperti aus atau putus, pompa tidak mampu bekerja secara optimal.
Dampaknya, sistem kemudi kehilangan bantuan hidrolis sehingga setir terasa jauh lebih berat dibandingkan biasanya. Karena itu, kondisi belt juga perlu diperiksa saat melakukan servis berkala.
5. Rack Steer Bermasalah
Rack steer merupakan komponen yang menghubungkan setir dengan sistem kaki-kaki mobil. Fungsinya menjaga kemudi tetap stabil dan mudah dikendalikan.
Komponen ini dapat mengalami keausan atau menjadi longgar, terutama jika mobil sering melintasi jalan berlubang.
Salah satu gejalanya adalah setir terasa lebih berat dan sulit dikendalikan. Jika kondisi tersebut terjadi, rack steer perlu disetel ulang atau diganti agar sistem kemudi kembali normal.
Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Pikat Lewat Desain Otomotif Italia, Fitur Unik Belum Cukup Menang Bersaing
Jangan Abaikan Setir yang Mulai Terasa Berat
Setir mobil yang terasa berat tidak selalu disebabkan oleh satu komponen saja. Mulai dari tekanan ban, oli power steering, pompa oli, belt, hingga rack steer dapat menjadi sumber masalah.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin kecil pula risiko kerusakan merembet ke komponen lain.
Karena itu, lakukan pemeriksaan dan perawatan berkala agar sistem kemudi tetap nyaman, ringan, dan aman digunakan dalam berbagai kondisi jalan. (*)
Editor : Chairunnisya