PONTIANAK POST - Yamaha tengah mengembangkan teknologi skuter hybrid baru yang menggabungkan mesin pembakaran internal (ICE) dengan dua motor listrik.
Dilansir dari Cycleworld, teknologi tersebut terungkap melalui dokumen paten yang menunjukkan rancangan sistem hybrid generasi berikutnya untuk kendaraan roda dua Yamaha.
Sistem tersebut merupakan pengembangan dari konsep Proto HEV yang sebelumnya diperkenalkan Yamaha.
Baca Juga: BMW Siapkan Superbike Baru, Concept RR Bawa Teknologi Balap WorldSBK
Berbeda dari konsep plug-in hybrid, sistem terbaru ini dirancang sebagai hybrid seri-paralel, sehingga mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara terpisah maupun bersamaan sesuai kebutuhan berkendara.
Gunakan Dua Motor Listrik
Dalam rancangan Yamaha, satu motor listrik ditempatkan di area roda belakang dan berfungsi untuk menggerakkan kendaraan saat menggunakan mode listrik (EV mode).
Baca Juga: MAXI Yamaha Day 2026 Sambangi Sumatera! Catat Rekor Kehadiran Lebihdari 3.000 Orang di Berastagi
Komponen tersebut juga dapat bekerja sebagai generator untuk mengisi kembali energi baterai ketika kendaraan melakukan pengereman regeneratif.
Sementara motor listrik kedua terhubung dengan mesin bensin.
Komponen ini berfungsi sebagai starter sekaligus generator, yang memungkinkan mesin mengisi baterai ketika kapasitas energi mulai berkurang tanpa harus langsung menggerakkan roda belakang.
Tiga Mode Penggerak
Teknologi hybrid Yamaha memungkinkan kendaraan beroperasi dalam beberapa kondisi.
Pada situasi tertentu, skuter dapat menggunakan tenaga listrik sepenuhnya untuk perjalanan jarak pendek atau area dengan pembatasan emisi. Mesin bensin juga dapat digunakan secara mandiri seperti skuter konvensional.
Ketika membutuhkan tenaga tambahan, mesin bensin dan kedua motor listrik dapat bekerja bersama untuk menghasilkan akselerasi lebih kuat.
Sistem tersebut dirancang agar perpindahan antar-mode berlangsung otomatis tanpa memerlukan pengaturan manual dari pengendara.
Dikembangkan dari Konsep Proto HEV
Teknologi ini memiliki hubungan dengan konsep Yamaha Proto HEV yang menggunakan mesin satu silinder bensin, dua motor listrik, dan transmisi CVT.
Baca Juga: Skutik Premium Ikut Balapan! MAXI Race Jadi Daya Tarik Baru Pada Gelaran Yamaha Sunday Race 2026
Yamaha sebelumnya menunjukkan bahwa sistem tersebut mampu menawarkan kombinasi antara efisiensi kendaraan listrik dan fleksibilitas mesin konvensional.
Berbeda dengan kendaraan listrik murni yang bergantung sepenuhnya pada kapasitas baterai, sistem hybrid memberikan keuntungan berupa kemampuan perjalanan lebih jauh tanpa kekhawatiran terhadap pengisian ulang baterai.
Berpotensi Digunakan pada Skuter Besar
Dokumen paten Yamaha menunjukkan teknologi tersebut dapat dikemas pada bentuk skuter konvensional, termasuk model berukuran besar seperti kategori maxi scooter.
Hal ini membuka kemungkinan teknologi hybrid tersebut diterapkan pada model seperti keluarga XMAX di masa mendatang, meskipun Yamaha belum memberikan konfirmasi resmi mengenai model produksi.
Pengembangan skuter hybrid menjadi salah satu langkah Yamaha menghadapi perubahan regulasi emisi serta meningkatnya kebutuhan kendaraan perkotaan yang lebih hemat energi.
Baca Juga: MAXI Yamaha Day Bali 2026 Perkuat Ikatan Komunitas Lewat Pengalaman Moto Camp yang Berbeda
Yamaha Ikuti Tren Elektrifikasi Sepeda Motor
Selain Yamaha, sejumlah produsen sepeda motor juga mulai mengembangkan teknologi hybrid sebagai solusi transisi menuju kendaraan rendah emisi.
Sistem ini dianggap mampu menjadi alternatif karena menawarkan efisiensi listrik sekaligus mempertahankan kepraktisan mesin bensin.
Meski belum diketahui kapan teknologi hybrid dua motor listrik Yamaha akan masuk tahap produksi massal, paten tersebut menunjukkan bahwa Yamaha terus mencari solusi elektrifikasi yang sesuai dengan karakter kendaraan roda dua.
Dengan kombinasi mesin bensin, dua motor listrik, dan sistem kontrol otomatis, skuter hybrid Yamaha berpotensi menjadi salah satu inovasi penting dalam perkembangan kendaraan roda dua masa depan. (*)
Editor : Chairunnisya