PONTIANAK POST - Honda resmi memasuki era baru dengan meluncurkan WN7, motor listrik penuh pertama perusahaan di segmen sepeda motor berukuran besar.
Model ini membawa desain futuristis, teknologi baterai modern, serta performa yang diklaim setara motor bermesin konvensional kelas menengah. Namun, kemampuan jarak tempuh menjadi salah satu tantangan terbesar bagi motor listrik jalan raya ini.
Dilansir dari RideApart, Honda WN7 dikembangkan dari konsep EV FUN Concept yang diperkenalkan sebelumnya.
Nama WN7 berasal dari konsep Honda “Be the Wind”, dengan huruf W mengacu pada angin, N untuk kategori naked, dan angka 7 menunjukkan kelas performanya.
Baca Juga: Honda Grom 2026 Tampil dengan Tiga Warna Baru, Harga Tetap Terjangkau
Motor ini menjadi langkah awal Honda dalam memperluas jajaran kendaraan roda dua listrik global.
Dari sisi performa, Honda WN7 menggunakan motor listrik berpendingin cairan dengan daya maksimum 50 kW atau sekitar 67 hp, serta torsi mencapai 100 Nm.
Honda menyebut karakter tenaga tersebut setara dengan motor bensin kelas 600 cc, sementara torsinya mendekati karakter motor berkapasitas lebih besar. Motor listrik tersebut mendapatkan suplai energi dari baterai lithium-ion berkapasitas 9,3 kWh.
Baca Juga: Honda UC3 Diproduksi di Vietnam Mulai September, Siap Kuasai Pasar Motor Listrik Asia
Honda mengklaim WN7 mampu menempuh jarak sekitar 130–140 kilometer dalam sekali pengisian, tergantung standar pengujian dan kondisi penggunaan.
Untuk pengisian cepat menggunakan sistem CCS2, baterai dapat terisi dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Meski memiliki teknologi tinggi, kemampuan jarak tempuh menjadi perhatian sejumlah pengamat. RideApart menilai masalah utama motor listrik jalan raya saat ini masih berada pada kapasitas baterai.
Dibandingkan motor bensin yang dapat menempuh ratusan kilometer dengan pengisian bahan bakar cepat, jarak tempuh WN7 dianggap masih membatasi kebebasan berkendara jarak jauh.
Keterbatasan tersebut bukan hanya dialami Honda. Sejumlah motor listrik premium seperti LiveWire dan Zero Motorcycles juga menghadapi tantangan serupa karena kapasitas baterai harus diseimbangkan dengan bobot kendaraan, harga, serta ruang desain.
Secara desain, Honda WN7 tampil berbeda dari motor listrik yang sudah ada. Motor ini menggunakan struktur tanpa rangka konvensional, dengan rumah baterai menjadi bagian dari struktur utama kendaraan.
Baca Juga: Skuter Adventure Kymco Segera Hadir, Siap Tantang Honda ADV
Pendekatan tersebut membuat desain lebih ramping sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengaturan komponen.
Bagian depan menggunakan lampu LED berbentuk horizontal yang menjadi identitas baru motor listrik Honda.
Bodinya memiliki garis sederhana tanpa tangki bahan bakar konvensional, menciptakan tampilan yang menggabungkan karakter sepeda motor tradisional dengan gaya kendaraan masa depan.
Baca Juga: Honda Akui Performa MotoGP 2026 Belum Sesuai Harapan
Untuk kenyamanan dan fitur modern, WN7 dilengkapi panel instrumen TFT 5 inci, konektivitas Honda RoadSync, sistem pencahayaan LED, serta berbagai mode berkendara.
Honda juga menyediakan fitur keselamatan elektronik untuk meningkatkan kontrol saat digunakan di berbagai kondisi jalan.
Di pasar Inggris, Honda WN7 dipasarkan dengan harga mulai sekitar £12.999 (Rp312 jutaan).
Baca Juga: Honda Hentikan Penjualan Prologue, Amerika Serikat Tanpa Mobil Listrik Honda pada 2027
Motor ini menjadi bagian dari strategi Honda menuju netralitas karbon, meskipun perusahaan masih menghadapi tantangan besar untuk membuat motor listrik memiliki daya jelajah yang mampu menandingi motor bensin konvensional.
Kehadiran Honda WN7 menunjukkan keseriusan salah satu produsen motor terbesar dunia dalam memasuki era elektrifikasi.
Namun, keberhasilan motor ini di pasar global akan sangat bergantung pada perkembangan teknologi baterai dan kemampuan Honda menghadirkan jarak tempuh lebih jauh pada generasi berikutnya. (*)
Editor : Chairunnisya