PONTIANAK POST - Kawasaki resmi memperbarui Ninja H2 model 2027.
Menurut ulasan RideApart, superbike bermesin supercharged ini tetap mempertahankan karakter performa tinggi, tetapi mengalami sedikit penurunan tenaga sebagai konsekuensi penyesuaian terhadap standar emisi terbaru yang berlaku di sejumlah pasar, termasuk Eropa.
Penurunan tenaga tersebut bukan disebabkan perubahan konsep mesin, melainkan hasil penyempurnaan sistem pembakaran, saluran pembuangan, dan kalibrasi elektronik agar memenuhi regulasi Euro 5+ yang mulai diterapkan pada sepeda motor baru di berbagai negara.
Baca Juga: Kawasaki KX327 dan KX327X 2027 Resmi Meluncur, Era Baru Motor Trail 2-Tak Dimulai
Aturan ini mengharuskan produsen menekan emisi gas buang sekaligus memastikan performa kendaraan tetap stabil sepanjang masa pakainya.
Ninja H2 masih mengandalkan mesin empat silinder segaris 998 cc DOHC dengan supercharger sentrifugal yang dikembangkan langsung oleh divisi kedirgantaraan Kawasaki Heavy Industries.
Namun, output maksimum kini turun menjadi sekitar 197 hp, dibanding model sebelumnya yang menghasilkan sekitar 200 hp dalam spesifikasi standar.
Baca Juga: Suzuki Hayabusa 2027 Debut, Tetap Andalkan Mesin 1.340 cc dengan Harga Rp334 Jutaan
Meski demikian, tenaga dapat meningkat saat memanfaatkan sistem Ram Air ketika motor melaju pada kecepatan tinggi.
Secara praktis, penurunan sekitar 3 hp tersebut diperkirakan tidak akan terasa dalam penggunaan sehari-hari maupun di lintasan.
Karakter akselerasi khas mesin supercharged tetap menjadi daya tarik utama Ninja H2, dengan torsi melimpah sejak putaran menengah hingga atas.
Baca Juga: Kawasaki Ninja ZX-10R 2026 Makin Ganas, Siap Bersaing di Kelas Superbike
Selain penyesuaian mesin, Kawasaki tidak melakukan perubahan besar pada sektor lain.
Ninja H2 tetap menggunakan rangka trellis baja berkekuatan tinggi, suspensi KYB fully adjustable, sistem pengereman Brembo, serta paket elektronik lengkap yang mencakup IMU enam sumbu, cornering ABS, traction control, launch control, engine brake control, quickshifter dua arah, dan cruise control. (Kawasaki Motors)
Aerodinamika dengan winglet terintegrasi, panel instrumen TFT berwarna yang mendukung konektivitas Rideology The App, serta lampu LED juga tetap dipertahankan.
Kawasaki menilai paket tersebut masih kompetitif sehingga tidak memerlukan perubahan besar untuk model 2027.
Baca Juga: Motor Retro Kawasaki Makin Ramai
Penyesuaian tenaga pada Ninja H2 mencerminkan tantangan yang kini dihadapi seluruh industri sepeda motor performa tinggi.
Produsen harus menyeimbangkan tuntutan regulasi emisi yang semakin ketat dengan ekspektasi konsumen terhadap performa.
Beberapa merek bahkan memilih menghentikan model tertentu karena biaya pengembangan untuk memenuhi regulasi dianggap terlalu tinggi.
Baca Juga: Honda WN7 Resmi Meluncur, Motor Listrik Pertama Honda dengan Range 140 Km
Meski kehilangan sedikit tenaga, Ninja H2 tetap menjadi satu-satunya superbike produksi massal yang menggunakan supercharger sebagai fitur standar.
Teknologi tersebut masih menjadi pembeda utama dibanding rival-rivalnya yang mengandalkan mesin naturally aspirated berkapasitas serupa.
Dengan pembaruan ini, Kawasaki menunjukkan bahwa performa tinggi masih dapat dipertahankan di tengah regulasi lingkungan yang semakin ketat.
Baca Juga: Charged Ndara Resmi Meluncur, Motor Listrik Buatan Indonesia dengan Tenaga 11 kW
Penurunan tenaga yang relatif kecil dinilai sebagai kompromi agar Ninja H2 tetap dapat dipasarkan secara global tanpa mengorbankan karakter khasnya sebagai salah satu superbike paling ekstrem di dunia. (*)
Editor : Chairunnisya