PONTIANAK POST - Pemilik Vespa klasik kini memiliki alternatif untuk mempertahankan kendaraan kesayangannya di era elektrifikasi.
Perusahaan asal Italia, Retrokit, menghadirkan paket konversi (retrofit kit) yang memungkinkan Vespa lawas diubah menjadi motor listrik tanpa mengubah bentuk, rangka, maupun karakter visual aslinya.
Teknologi ini menjadi salah satu solusi untuk menjaga kendaraan klasik tetap dapat digunakan di tengah semakin ketatnya regulasi emisi di berbagai negara.
Baca Juga: Vespa Edizione Ottantesimo Meluncur, Skuter Edisi 80 Tahun Hanya 1.946 Unit
Menurut laporan Motorcycle News (MCN), tren konversi kendaraan klasik menjadi bertenaga listrik mulai berkembang di Eropa.
Berbeda dengan restorasi konvensional, metode ini mempertahankan bodi, sasis, dan identitas kendaraan, sementara mesin bensin diganti dengan sistem penggerak listrik modern.
Retrokit mengembangkan sistem plug-and-play yang dirancang khusus untuk berbagai model Vespa klasik. Motor listrik dipasang menggunakan titik dudukan yang sama dengan mesin asli sehingga tidak memerlukan modifikasi permanen pada rangka.
Seluruh proses pemasangan diklaim hanya membutuhkan sekitar empat jam di bengkel yang telah ditunjuk.
Baca Juga: CFMoto 250 Dual Debut, Motor Dual-Sport 249 cc dengan Harga Mulai Rp40 Jutaan
Paket konversi mencakup motor listrik, baterai lithium-ion yang dapat dilepas, sistem kelistrikan baru, lampu LED, panel instrumen digital, hingga konektivitas Bluetooth melalui aplikasi khusus.
Pengguna tetap dapat mengisi daya langsung dari kendaraan atau melepas baterai untuk diisi di rumah maupun kantor.
Retrokit menawarkan beberapa pilihan konfigurasi. Bergantung pada versi yang dipilih, jarak tempuh berkisar antara 60 hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Waktu pengisian penuh sekitar empat jam, sedangkan baterai dirancang memiliki umur pakai sekitar 700 siklus pengisian atau setara kurang lebih 50.000 kilometer, sebelum kapasitasnya turun menjadi sekitar 80 persen.
Performa juga disesuaikan dengan tipe Vespa. Untuk model Smallframe, tersedia versi dengan kecepatan maksimum 55 km/jam dan 80 km/jam, sedangkan paket untuk Largeframe mampu mencapai sekitar 130 km/jam.
Pengguna juga dapat menambah baterai kedua guna meningkatkan jarak tempuh.
Baca Juga: Charged Ndara Resmi Meluncur, Motor Listrik Buatan Indonesia dengan Tenaga 11 kW
Salah satu keunggulan utama Retrokit adalah legalitasnya. Kit ini telah memperoleh persetujuan penggunaan di Italia dan memenuhi sejumlah standar teknis Eropa, sehingga kendaraan hasil konversi dapat tetap diregistrasi dan digunakan di jalan umum sesuai ketentuan setempat.
Proses konversi juga tidak menghilangkan status historis kendaraan di negara yang mengakuinya.
Retrokit menyatakan paket konversinya kompatibel dengan puluhan model Vespa klasik, mulai dari Vespa 50 Special, Primavera, ET3, hingga berbagai seri PX, Sprint, Rally, dan GS.
Selain menyediakan kit konversi, perusahaan juga menawarkan layanan restorasi penuh bagi konsumen yang ingin mengembalikan kondisi Vespa sebelum diubah menjadi kendaraan listrik.
Baca Juga: Honda WN7 Resmi Meluncur, Motor Listrik Pertama Honda dengan Range 140 Km
Fenomena ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak selalu berarti meninggalkan kendaraan klasik.
Melalui teknologi retrofit, pemilik dapat mempertahankan nilai sejarah dan desain ikonik Vespa, sekaligus menikmati keunggulan motor listrik seperti suara yang lebih senyap, perawatan lebih sederhana, dan bebas emisi saat digunakan. (*)
Editor : Chairunnisya