PONTIANAK POST - Xpeng Indonesia memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memperkenalkan arah pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Mengusung tema "Physical AI for All", Xpeng menampilkan ekosistem mobilitas yang mencakup kendaraan listrik pintar, robot humanoid, hingga kendaraan terbang.
Pameran di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (29/7/2026), sekaligus menandai satu tahun kehadiran Xpeng di pasar Indonesia. Dalam periode tersebut, Erajaya Active Lifestyle sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Xpeng memperluas jajaran produk, membangun jaringan dealer dan layanan purnajual di Jabodetabek, serta menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota besar lainnya.
"Melalui tema Physical AI for All, kami ingin memperlihatkan bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses," ujar CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (29/7).
"Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan, memperkuat layanan, serta menghadirkan berbagai inovasi global Xpeng bagi konsumen di Indonesia."
Baca Juga: Daihatsu Bawa Tiga Mobil Konsep dari Jepang ke GIIAS 2026, Usung Visi Mobilitas Masa Depan
Xpeng GX Gambarkan Visi Mobilitas Masa Depan
Salah satu perhatian utama di booth Xpeng adalah Xpeng GX. Kendaraan konsep tersebut menggambarkan visi perusahaan mengenai perkembangan mobilitas masa depan.
Xpeng GX memadukan desain futuristis dengan teknologi kecerdasan buatan. Konsep tersebut dikembangkan agar kendaraan dapat beradaptasi dengan kebutuhan penggunanya.
The Next P7 Dibekali Komputasi hingga 2.250 TOPS
Xpeng juga membawa The Next P7, mobil sport listrik yang dibekali kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPS. Kendaraan tersebut menggunakan teknologi Visual Language Action (VLA) dan Visual Language Model (VLM).
Teknologi tersebut memungkinkan sistem memproses informasi secara langsung di dalam kendaraan untuk mengenali kondisi jalan, lalu lintas, maupun perintah dari pengemudi.
The Next P7 dibangun menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt dan baterai 5C. Mobil ini juga dilengkapi suspensi udara dual-chamber, DCC Intelligent Variable Damping Shock Absorbers, serta kaliper rem Brembo.
Xpeng mengklaim The Next P7 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu sekitar tiga detik.
Robot Humanoid dan Kendaraan Terbang Ikut Dipamerkan
Ekosistem Physical AI Xpeng tidak berhenti pada kendaraan listrik. Perusahaan juga menghadirkan Next-Gen IRON, robot humanoid berbasis AI yang dikembangkan untuk berinteraksi dengan manusia.
Xpeng turut menampilkan Xpeng X2, kendaraan terbang yang merepresentasikan eksplorasi perusahaan di sektor mobilitas udara.
Kehadiran mobil listrik, robot humanoid, dan kendaraan terbang dalam satu pameran memperlihatkan arah pengembangan Xpeng yang lebih luas. Perusahaan menempatkan kecerdasan buatan sebagai teknologi yang menghubungkan berbagai bentuk mobilitas.
Baca Juga: Hyundai Bawa Lini Lengkap ICE, Hybrid, dan EV di GIIAS 2026, Perluas Pilihan Mobilitas di Indonesia
New X9 Bawa Teknologi AI dan Pengisian Cepat
Selain kendaraan konsep dan teknologi futuristis, Xpeng memperkenalkan penyegaran MPV premiumnya melalui New X9. Model ini mengusung desain Starship 2.0 dengan koefisien hambat udara 0,236 Cd.
New X9 juga dilengkapi sistem Active Rear-Wheel Steering yang menghasilkan radius putar minimum 5,4 meter. Fitur tersebut dirancang untuk membantu manuver kendaraan, terutama saat digunakan di ruang yang terbatas.
Baca Juga: OMODA O4 EV Debut Global di Indonesia, Usung Konsep Mobil Cerdas Berbasis AI
Kabin 7,7 Meter Persegi dengan Kursi Zero Gravity
Di dalam kabin, New X9 menawarkan ruang interior seluas 7,7 meter persegi. Kabin tersebut dipadukan dengan kursi berbahan kulit Nappa berkonfigurasi Zero Gravity Seat.
Fitur kenyamanan lainnya mencakup sistem audio XOPERA dengan 23 speaker, layar hiburan penumpang berukuran 21,4 inci, serta kulkas pintar multifungsi.
Sistem operasi kendaraan menggunakan XOS Tianji yang dipadukan dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 8295. New X9 juga mengandalkan XPILOT Assist dengan 27 sensor dan XP5 Turing AI Chip untuk mendukung kemampuan kendaraan dalam mengenali kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Isi Daya 10-80 Persen dalam 12 Menit
Untuk mendukung performanya, New X9 menggunakan platform 800V Silicon Carbide dengan baterai 5C. Xpeng mengklaim baterai dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 12 menit.
Varian Long Range disebut memiliki jarak tempuh hingga 715 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Xpeng Perkenalkan G6 Pro AWD
Xpeng juga memperkenalkan G6 Pro All-Wheel Drive (AWD) sebagai varian terbaru dari SUV listrik G6 Pro. Kendaraan tersebut menggunakan dua motor listrik dengan tenaga maksimum 358 kW dan torsi puncak 660 Nm.
Dengan konfigurasi tersebut, G6 Pro AWD diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 4,13 detik.
G6 Pro AWD mengadopsi teknologi 5C Ultra-Fast Charging. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 12 menit.
Dalam sekali pengisian penuh, SUV listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 575 kilometer berdasarkan pengujian NEDC.
Baca Juga: Mobil Listrik Mungil Honda Super-ONE Resmi Rilis, Indonesia Cuma Dapat 100 Unit
Kabin Premium dan Sistem Keselamatan Berbasis Sensor
Di sektor kabin, G6 Pro AWD dibekali kursi kulit Nappa dengan fitur pemanas, ventilasi, pijat, serta pengaturan elektrik.
Fitur lainnya mencakup sistem audio XOPERA 2.0 Surround Sound dengan 18 speaker, ambient light 256 warna, wireless charging berventilasi ganda, serta streaming media rear-view mirror.
Untuk mendukung keselamatan, SUV listrik tersebut dilengkapi XPILOT Assist yang memanfaatkan kamera dan sensor berpresisi tinggi. Sistem ini diklaim mampu mengenali hingga 49 jenis objek statis maupun dinamis untuk membantu pengemudi saat berkendara.
Baca Juga: Bocoran Mobil Baru di GIIAS 2026: Honda Siapkan Brio Listrik Hingga MPV 7-Seater EV dari Hyundai
Setahun di Indonesia, Xpeng Mulai Bangun Ekosistem
Satu tahun setelah memasuki pasar Indonesia, Xpeng tidak hanya memperkenalkan kendaraan listrik baru. Perusahaan juga membawa gagasan yang lebih luas melalui pengembangan teknologi Physical AI.
Konsep tersebut menghubungkan kendaraan pintar dengan berbagai teknologi mobilitas lain. Mulai dari mobil listrik, robot humanoid, hingga kendaraan terbang diperlihatkan sebagai bagian dari visi pengembangan perusahaan.
Bagi konsumen Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik mulai bergerak melampaui aspek jarak tempuh dan kecepatan pengisian daya. Kecerdasan buatan dan kemampuan kendaraan untuk memahami lingkungan sekitar menjadi bagian penting dari pengalaman mobilitas yang ditawarkan.
Di sisi lain, tantangan bagi Xpeng bukan hanya menghadirkan teknologi. Perluasan jaringan dealer dan layanan purnajual juga menjadi faktor penting agar inovasi tersebut dapat dirasakan lebih banyak konsumen di Indonesia.*
Editor : Uray RonaldSumber : Jawa Pos