Bukan Cuma Penonton, Kemenperin Libatkan IKM Lokal dalam Industri Motor Listrik Nasional

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi motor listrik nasional. (LISTRIK INDONESIA)
Ilustrasi motor listrik nasional. (LISTRIK INDONESIA)

PONTIANAK POST - Pemerintah terus memperkuat ekosistem industri motor listrik nasional dengan memperluas keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) sebagai pemasok komponen.

Langkah itu dilakukan agar pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tidak hanya bertumpu pada investasi industri besar, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha dalam negeri.

“Untuk mencapai target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik yang lebih besar, diperlukan partisipasi yang semakin luas dari industri komponen lokal, termasuk IKM. Kolaborasi antara industri besar dan IKM menjadi faktor penting dalam membangun industri kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Perindustrian (11/6).

Baca Juga: Prabowo Siapkan Motor Listrik Nasional untuk Petani, Diharap Dorong Produktivitas dan Transportasi Ramah LIngkungan

Kemenperin Perluas Rantai Pasok

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak komponen lokal yang digunakan dalam proses produksi.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri,” kata Agus.

Motor Listrik Mendominasi Populasi Kendaraan Listrik

Data yang disampaikan Kementerian Perindustrian menunjukkan populasi kendaraan listrik di Indonesia terus bertambah. Hingga Februari 2026, jumlah motor listrik mencapai 236.451 unit, atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Baca Juga: Prabowo: Motor Listrik Nasional Akan Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

Sementara penjualan mobil listrik berbasis baterai pada triwulan I 2026 mencapai 33.150 unit, meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komponen Lokal Jadi Fokus

Kementerian Perindustrian menyebut peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu fokus pengembangan industri kendaraan listrik.

Karena itu, pemerintah mempertemukan pelaku IKM dengan produsen kendaraan listrik agar dapat memasok berbagai komponen, seperti jok, komponen plastik, cetakan (mold and dies), hingga komponen pendukung lainnya.

Pemerintah Tegaskan Komitmen

Komitmen pengembangan industri kendaraan listrik juga ditegaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dalam keterangannya, ia menyebut rencana pembangunan pabrik motor listrik nasional merupakan bagian dari langkah pemerintah memperkuat produksi motor listrik dalam negeri sekaligus mendukung transisi energi.

Menurut Prasetyo, pengembangan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Baca Juga: AHM Siapkan Roadmap Sepeda Motor Listrik Nasional Tahun Ini

“Tidak sekadar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional, ini kan bagian juga dari kita mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM berbasis fosil. Saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri, juga tidak sekadar memberi efek atau impact di dunia otomotif, tetapi juga itu membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil, jadi kita bisa mengurangi ketergantungan ke BBM kita,” ungkap Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/7).

Editor : Miftahul Khair
motor listrik nasional industri kecil dan menengah Kemenperin Tingkat Komponen Dalam Negeri