Bajaj Siapkan Motor Listrik Pertama, Pasar Ekspor Jadi Prioritas Utama

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:22 WIB
Bajaj Auto mengonfirmasi tengah mengembangkan motor listrik pertamanya yang akan dipasarkan lebih dulu ke luar India sebelum dijual di pasar domestik. (BAJAJ)
Bajaj Auto mengonfirmasi tengah mengembangkan motor listrik pertamanya yang akan dipasarkan lebih dulu ke luar India sebelum dijual di pasar domestik. (BAJAJ)

PONTIANAK POST - Bajaj Auto memastikan tengah mengembangkan sepeda motor listrik pertamanya. Menariknya, perusahaan asal India tersebut akan memasarkan model baru itu lebih dulu ke pasar ekspor sebelum diluncurkan di negara asalnya.

Target peluncuran dijadwalkan pada tahun fiskal 2028 (FY2028) atau periode April 2027 hingga Maret 2028.

Dilansir dari RideApart, kepastian tersebut disampaikan Chief Financial Officer (CFO) Bajaj Auto, Dinesh Thapar, dalam paparan kinerja perusahaan.

Baca Juga: Romantis! Pria Perum 3 Beli Bajaj Untuk Hadiah Pernikahan

Ia mengatakan pengembangan motor listrik telah berjalan sesuai rencana dan perusahaan mulai memiliki gambaran yang jelas mengenai jadwal peluncurannya.

"Electric motorcycles are clearly under development... Our priority... will likely be the export markets first and then the domestic market," ujar Thapar.

Meski belum mengungkap nama maupun spesifikasi teknis, Bajaj menegaskan bahwa fokus awal penjualan adalah pasar internasional, baru kemudian India.

Baca Juga: Dipuji Media Global Charged Ndara Jadi Sorotan Dunia, Motor Listrik Indonesia Tampil Premium

Strategi tersebut dinilai sejalan dengan kekuatan jaringan ekspor Bajaj yang selama ini sangat besar, terutama di Amerika Latin dan Afrika, dua kawasan yang menjadi kontributor utama penjualan roda dua perusahaan.

Kecil kemungkinan Bajaj langsung membidik Eropa atau Amerika Serikat sebagai pasar utama.

Sebaliknya, Amerika Latin dinilai lebih realistis mengingat Bajaj merupakan salah satu merek sepeda motor dengan penjualan tertinggi di sejumlah negara kawasan tersebut, termasuk Kolombia.

Baca Juga: Ekspansi ke Singapura dengan Nama Charged Arena H2, Motor Sport Listrik Buatan Indonesia Siap Go Regional

Belum ada informasi mengenai platform maupun teknologi yang akan digunakan. Namun, sejumlah pengamat memperkirakan motor listrik Bajaj akan mengutamakan aspek kepraktisan dibanding performa tinggi.

Kendaraan tersebut diperkirakan menawarkan performa setara motor bensin 150 cc dan berpotensi menggunakan sistem baterai tukar (swappable battery), teknologi yang banyak dipakai pada kendaraan listrik untuk layanan pengiriman dan transportasi di negara berkembang.

Keputusan Bajaj mempercepat proyek motor listrik juga didukung perkembangan bisnis kendaraan listrik perusahaan.

Pada kuartal pertama FY2027, kendaraan listrik, termasuk Chetak dan kendaraan roda tiga listrik, menyumbang sekitar 30 persen dari pendapatan domestik Bajaj.

Baca Juga: Dorado V3 Hadir, Motor Listrik Off-Road 48 HP dengan Jarak Tempuh 112 Km dengan Baterai Tukar

Permintaan terhadap Chetak bahkan melampaui kapasitas produksi sehingga perusahaan meningkatkan kapasitas dari 50.000 unit menjadi 60.000 unit per bulan.

Selain faktor bisnis, perubahan regulasi di India juga menjadi pendorong percepatan elektrifikasi.

Pemerintah daerah seperti Delhi terus memperketat kebijakan terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal, sehingga produsen mulai menyiapkan portofolio kendaraan listrik yang lebih lengkap.

Dengan proyek ini, Bajaj akan memasuki segmen motor listrik yang kini mulai diramaikan sejumlah produsen seperti Ultraviolette, Matter, Revolt, serta pabrikan besar lain yang juga sedang menyiapkan model listrik mereka.

Baca Juga: Charged Ndara Motor Listrik Naked Buatan Indonesia Tawarkan Performa Setara Motor 125 cc, Simak Spesifikasinya

Jika jadwal berjalan sesuai rencana, motor listrik pertama Bajaj akan menjadi langkah penting perusahaan setelah sukses mengembangkan skuter listrik Chetak di pasar India. (*) 

Editor : Chairunnisya
Bajaj motor listrik Bajaj EV motor listrik Bajaj Bajaj Auto Chetak EV