PONTIANAK POST - Produsen kendaraan listrik Aniioki memperkenalkan sepeda listrik terbaru yang langsung mencuri perhatian berkat spesifikasinya.
Mengusung dua motor listrik dengan tenaga gabungan hingga 6.000 watt, e-bike ini dinilai sudah melampaui karakter sepeda listrik konvensional dan lebih mendekati sebuah motor listrik.
Hal tersebut juga menjadi sorotan media otomotif Electrek, yang menyebut kendaraan ini "hampir merupakan motor listrik". Model terbaru tersebut menggunakan konfigurasi dual hub motor dengan total tenaga puncak sekitar 6 kW.
Baca Juga: Ofero Carria 1 Meluncur: Motor Listrik Andalan Kurir! Mampu Angkut Beban 200 Kg dan Tahan 130 Km
Tenaga itu memungkinkan kendaraan melaju hingga sekitar 50 mph atau setara 80 km/jam, jauh di atas batas kecepatan sepeda listrik legal di banyak negara. Karena itu, penggunaannya bergantung pada regulasi kendaraan listrik yang berlaku di masing-masing wilayah.
Untuk menyuplai tenaga, Aniioki membekali e-bike ini dengan baterai lithium berkapasitas sekitar 72V 60Ah atau sekitar 4,3 kWh.
Kapasitas tersebut tergolong sangat besar untuk ukuran sepeda listrik. Pabrikan mengklaim kendaraan ini mampu menempuh hingga 200 mil atau sekitar 322 kilometer dalam kondisi penggunaan tertentu, meski jarak tempuh aktual akan bergantung pada kecepatan, bobot pengendara, medan, dan gaya berkendara.
Baca Juga: Bajaj Siapkan Motor Listrik Pertama, Pasar Ekspor Jadi Prioritas Utama
Dari sisi desain, e-bike ini mengusung rangka bergaya moped dengan jok panjang, ban lebar (fat tires), serta suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang ganda untuk meningkatkan kenyamanan di berbagai permukaan jalan.
Ukuran ban yang besar juga membantu meningkatkan stabilitas ketika melaju pada kecepatan tinggi.
Sistem pengereman mengandalkan cakram hidrolik di kedua roda. Kendaraan juga dilengkapi lampu LED, layar digital yang menampilkan informasi kecepatan dan kapasitas baterai, serta beberapa mode berkendara untuk menyesuaikan keluaran tenaga sesuai kebutuhan pengguna.
Spesifikasi tersebut membuat kendaraan ini sulit dikategorikan sebagai sepeda listrik biasa. Di banyak negara, sepeda listrik dibatasi pada daya motor dan kecepatan tertentu agar tetap dapat digunakan tanpa registrasi kendaraan bermotor.
Dengan tenaga hingga 6.000 watt dan kecepatan sekitar 80 km/jam, model terbaru Aniioki lebih mendekati karakter sebuah motor listrik dibanding e-bike konvensional.
Meski demikian, kendaraan ini menunjukkan perkembangan teknologi kendaraan listrik roda dua yang semakin pesat. Produsen kini tidak hanya berfokus pada efisiensi dan jarak tempuh, tetapi juga menghadirkan performa tinggi yang sebelumnya hanya ditemukan pada motor listrik.
Hal ini membuka peluang baru bagi konsumen, sekaligus menuntut adanya penyesuaian regulasi di berbagai negara terkait klasifikasi kendaraan listrik roda dua. (*)
Editor : Chairunnisya