PONTIANAK POST – Oli gardan menjadi salah satu komponen penting dalam perawatan motor matic yang kerap luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, pelumas ini berfungsi menjaga kinerja sistem transmisi akhir atau gardan agar roda belakang tetap berputar dengan halus serta mengurangi gesekan antar komponen.
Berbeda dengan oli mesin, interval penggantian oli gardan lebih panjang. Namun, penggantian tetap harus dilakukan secara berkala agar performa transmisi tetap optimal dan risiko kerusakan dapat diminimalkan.
Secara umum, penggantian oli gardan disarankan setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, bergantung pada rekomendasi pabrikan dan kondisi penggunaan kendaraan. Sebagai patokan praktis, oli gardan juga dapat diganti setiap dua kali penggantian oli mesin.
Baca Juga: Bolehkah Menyiram Rem Cakram yang Panas? Simak Penjelasan Ahli dan Cara Aman Mendinginkannya
Pengendara yang menggunakan motor untuk aktivitas harian dengan jarak tempuh tinggi, sering membawa beban berat, atau melintasi jalan rusak disarankan melakukan penggantian lebih cepat dibandingkan interval normal. Kondisi kerja yang lebih berat dapat mempercepat penurunan kualitas oli gardan.
Selain mengacu pada jarak tempuh, pemilik motor juga perlu memperhatikan sejumlah gejala yang mengindikasikan oli gardan sudah harus diganti. Di antaranya muncul suara dengung atau kasar dari area gardan, performa motor terasa menurun, hingga laju kendaraan tidak lagi sehalus biasanya.
Untuk motor yang jarang digunakan, usia pemakaian oli juga menjadi pertimbangan. Penggantian tetap dianjurkan setiap satu hingga dua tahun guna menjaga kualitas pelumas yang dapat menurun seiring waktu.
Selain itu, oli gardan sebaiknya segera diganti apabila motor pernah terendam banjir, terjadi kebocoran pada sistem transmisi, atau terdengar bunyi kasar dari area gardan tanpa menunggu jadwal penggantian rutin.
Baca Juga: Home Race Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan Seri 4 ARRC
Perawatan rutin menggunakan oli gardan dengan spesifikasi sesuai anjuran pabrikan dinilai menjadi langkah sederhana untuk menjaga umur pakai komponen transmisi sekaligus mencegah biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. (*)
Editor : Rafael B. Junior