Pendidikan Vokasi Dinilai Jadi Kunci Siapkan SDM Unggul Industri Transportasi Indonesia

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:09 WIB
Ilustrasi: Logo dari Hino. (ANTARA/Chairul Rohman)
Ilustrasi: Logo dari Hino. (ANTARA/Chairul Rohman)

PONTIANAK POST – Perkembangan teknologi kendaraan mendorong industri transportasi tidak hanya berfokus pada pengembangan produk dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti perubahan teknologi. Pendidikan vokasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Komitmen tersebut menjadi pembahasan dalam panel diskusi bertajuk "Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan" yang digelar PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) pada ajang GIIAS 2026. Diskusi menghadirkan perwakilan pemerintah, sekolah vokasi, industri, dan jaringan dealer untuk membahas penguatan ekosistem pendidikan vokasi.

Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menegaskan bahwa dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia industri.

"Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri," ujar Susilo Darmawan.

Baca Juga: Jaecoo J7 di Australia Ditarik, Masalah Kabel Kelistrikan Berpotensi Bikin Mesin Mati

Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arie Wibowo Khurniawan, menyebut pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi faktor penting agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi kendaraan yang terus berubah.

Sebagai bentuk implementasi, HMSI menjalankan program Hino Indonesia Partnership School (HIPS) yang menghubungkan sekolah kejuruan dengan dunia industri. Program tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, sertifikasi kompetensi, hingga praktik kerja industri sehingga siswa memperoleh pengalaman yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.

Selain itu, Hino juga mengembangkan Hino Indonesia Academy sebagai pusat peningkatan kompetensi bagi mekanik, pengemudi, dan tenaga profesional di industri transportasi. Program pelatihan disusun mengikuti perkembangan teknologi kendaraan agar peserta memiliki kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi. Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," kata Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI, Pieter Andre.

Baca Juga: Scomadi Adventure DS, Skutik Retro Premium yang Curi Perhatian di GIIAS 2026: Cek Harganya

HMSI juga melibatkan jaringan dealer sebagai bagian dari ekosistem pendidikan vokasi. Dealer berperan sebagai lokasi praktik kerja industri, membina kompetensi siswa, sekaligus membuka peluang karier bagi lulusan yang telah memenuhi standar industri kendaraan niaga. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, industri, dan dealer diharapkan mampu menghasilkan SDM yang kompeten untuk mendukung operasional industri transportasi Indonesia secara berkelanjutan. (*)

Editor : Rafael B. Junior
Sumber : Antara
Hino Hino Indonesia Academy industri transportasi pendidikan vokasi SDM