Motor Listrik Mulai Dilirik karena Efisiensi Biaya, Bukan Sekadar Tren Kendaraan Hijau

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Motor listrik Viper dari VInFast. (ANTARA/VinFast Indonesia)
Motor listrik Viper dari VInFast. (ANTARA/VinFast Indonesia)

 

PONTIANAK POST — Efisiensi biaya mulai menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih motor listrik.

Perkembangan kendaraan berbasis baterai di Indonesia tidak hanya terjadi pada segmen roda empat.

Produsen roda dua juga semakin agresif menghadirkan kendaraan listrik untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

Di tengah meningkatnya biaya hidup, motor listrik menawarkan cara berbeda dalam menghitung biaya kepemilikan. Pertimbangannya tidak berhenti pada harga pembelian kendaraan.

Biaya energi, baterai, perawatan, garansi, hingga frekuensi penggunaan turut menentukan apakah motor listrik benar-benar lebih ekonomis bagi penggunanya.

Salah satu contoh yang ditawarkan di pasar Indonesia adalah VinFast Viper.

Baca Juga: Prabowo Janjikan Kredit Ringan Tanpa DP untuk Motor Listrik

Harga Motor Listrik Bukan Satu-satunya Pertimbangan

CEO VinFast e-Scooter Indonesia Yordan Satriadi mengatakan percepatan elektrifikasi perlu dibarengi kemudahan penggunaan dan manfaat ekonomi yang nyata bagi konsumen.

“Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen,” kata Yordan dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, harga Viper mulai Rp22,81 juta untuk wilayah Jakarta. Namun, calon pengguna perlu memperhitungkan biaya setelah pembelian.

Komponen seperti skema kepemilikan baterai, biaya penukaran, serta garansi dapat memengaruhi total biaya kepemilikan kendaraan.

Skema Baterai Pengaruhi Biaya Kepemilikan

Motor listrik tidak menggunakan bensin sebagai sumber energi. Sebagai gantinya, pengguna membutuhkan pengisian atau penukaran baterai untuk menjalankan kendaraan.

VinFast menawarkan pilihan sewa baterai dengan biaya Rp84.000 per bulan untuk setiap baterai. Konsumen juga memiliki pilihan membeli kendaraan sekaligus baterainya.

Skema tersebut memungkinkan calon pengguna menyesuaikan pola pengeluaran dengan kebutuhan mobilitas masing-masing. Dengan demikian, perhitungan biaya motor listrik tidak hanya melihat harga ketika kendaraan dibeli.

Pengguna juga perlu menghitung pengeluaran rutin selama kendaraan digunakan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Tukar Motor, Bunga Rendah hingga Tenor Panjang untuk Pacu Motor Listrik Nasional

Tukar Baterai Motor Listrik dalam 1-2 Menit

Salah satu aspek yang ditawarkan VinFast adalah sistem penukaran baterai. Pengguna dapat mengganti baterai di stasiun khusus dalam waktu sekitar satu hingga dua menit.

Sistem tersebut dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi. Waktu yang biasanya digunakan untuk menunggu pengisian daya dapat ditekan melalui mekanisme penukaran baterai.

Dalam konteks penggunaan harian, waktu tempuh dan waktu tunggu juga menjadi bagian dari pertimbangan ekonomi.

Biaya Tukar Baterai Rp6.000

VinFast menetapkan biaya penukaran baterai sebesar Rp6.000 per baterai untuk setiap transaksi.

Selain itu, tersedia fasilitas penukaran gratis di stasiun publik V-Green selama satu tahun. Fasilitas tersebut memiliki batas hingga 20 kali penukaran setiap bulan untuk setiap kendaraan.

Skema ini dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan calon pengguna ketika membandingkan biaya operasional motor listrik dengan kendaraan konvensional.

Garansi hingga Enam Tahun

Efisiensi motor listrik tidak semata-mata ditentukan oleh biaya energi. Usia kendaraan, perawatan, dan potensi pengeluaran besar juga menjadi bagian dari perhitungan total cost of ownership (TCO).

VinFast menyebut Viper memiliki garansi hingga enam tahun atau 72.000 kilometer.

Garansi tersebut berpotensi membantu mengurangi risiko biaya tertentu selama periode kepemilikan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Artinya, calon pengguna perlu melihat kendaraan listrik sebagai biaya kepemilikan dalam jangka panjang. Harga pembelian hanyalah salah satu komponen dalam perhitungan tersebut.

Keuntungan ekonomi motor listrik tetap bergantung pada pola pemakaian masing-masing pengguna. Semakin tinggi jarak tempuh harian, semakin besar relevansi efisiensi energi dan kemudahan penukaran baterai.

Sebaliknya, pengguna dengan mobilitas rendah mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk merasakan manfaat finansialnya.

Editor : Uray Ronald
baterai motor listrik efisiensi motor listrik biaya motor listrik VinFast Viper Motor Listrik