PONTIANAK POST - PT Len Industri (Persero) mengembangkan Electrical Bike Sprint-3K sebagai motor trail listrik buatan Indonesia yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan patroli operasional TNI serta Polri.
Motor tersebut sepenuhnya dirancang, diuji, dan dirakit di Indonesia dengan mengandalkan motor listrik berdaya 3 kW, kecepatan maksimum 80 kilometer per jam, serta jarak tempuh hingga 90 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan spesifikasi teknis PT Len.
Sprint-3K Dirancang untuk Operasi Senyap
Dilansir dari laman resminya, PT Len yang merupakan bagian dari holding industri pertahanan DEFEND ID menyebut Sprint-3K memiliki karakter operasional dengan tingkat kebisingan dan jejak panas yang rendah.
Motor listriknya menghasilkan respons torsi secara instan dari posisi diam sehingga mendukung akselerasi cepat dan pengendalian di medan yang membutuhkan manuver presisi.
Baca Juga: Motor Listrik Mulai Dilirik karena Efisiensi Biaya, Bukan Sekadar Tren Kendaraan Hijau
Karakter tersebut membuat Sprint-3K dirancang untuk kebutuhan operasi yang membutuhkan tingkat kebisingan rendah, termasuk patroli dan mobilitas di area sensitif.
Selain minim suara mesin, kendaraan listrik ini tidak menghasilkan gas buang serta memiliki jejak panas yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran.
Tangguh di Berbagai Medan
PT Len membekali Sprint-3K dengan suspensi depan teleskopik dan ban dual purpose untuk mendukung mobilitas di berbagai karakter medan.
Rangka yang dirancang tangguh serta kemampuan melintasi permukaan seperti pasir, lumpur, bebatuan, dan tanjakan menjadi bagian dari konsep kendaraan taktis tersebut.
Baca Juga: Dari Introvert hingga Ekstrovert, Ini Motor Listrik yang Cocok
Dari sisi daya angkut, Sprint-3K mampu membawa beban hingga sekitar 190 kilogram dengan bobot kendaraan sekitar 120 kilogram plus-minus 5 persen.
Sistem pengereman menggunakan rem cakram ganda untuk menunjang pengendalian ketika kendaraan digunakan dalam kondisi operasional.
Baterai Lithium-Ion dan Pengisian Fleksibel
Sprint-3K menggunakan baterai lithium-ion kelas militer dengan waktu pengisian sekitar empat hingga delapan jam.
Menurut spesifikasi PT Len, sistem pengisian dapat memanfaatkan generator lapangan, panel surya, maupun sistem kelistrikan yang terpasang pada kendaraan pendukung.
Baca Juga: Prabowo Janjikan Kredit Ringan Tanpa DP untuk Motor Listrik
Konsep tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur pengisian konvensional ketika kendaraan digunakan di lokasi terpencil.
Penggunaan motor listrik juga membuat kebutuhan perawatan lebih sederhana karena kendaraan tidak membutuhkan penggantian oli mesin maupun filter seperti kendaraan bermesin pembakaran.
Bukan untuk Dijual kepada Masyarakat Umum
PT Len menegaskan Sprint-3K bukan produk kendaraan listrik yang dipasarkan untuk masyarakat umum.
Kendaraan taktis tersebut diproduksi khusus untuk kebutuhan pertahanan serta patroli operasional TNI dan Polri.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Tukar Motor, Bunga Rendah hingga Tenor Panjang untuk Pacu Motor Listrik Nasional
Selain fungsi militer, karakter rendah emisi dan rendah kebisingan membuat platform tersebut berpotensi mendukung operasi sipil-militer seperti penanggulangan bencana, patroli perbatasan, serta misi lingkungan.
Pengembangan Sprint-3K sekaligus menunjukkan upaya PT Len memperkuat kemampuan rekayasa kendaraan listrik nasional melalui integrasi motor, baterai, sistem kendali, serta kebutuhan operasional dalam satu platform. (*)
Editor : Efprizan