iCAR Jadikan Indonesia Pasar Strategis, V23 Tembus 100 Ribu Unit

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB
iCAR V23
iCAR V23

 

PONTIANAK POST — iCAR Indonesia memasuki fase ekspansi dengan SUV listrik V23 sebagai salah satu model andalan. Secara global, iCAR V23 telah terjual lebih dari 100.000 unit dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diluncurkan.

Pencapaian tersebut menjadi pijakan iCAR untuk memperkuat bisnis di Indonesia. Salah satu langkahnya dilakukan dengan membuka diler resmi 3S pertama melalui SM Group di Serpong, Tangerang Selatan.

Diler tersebut mengintegrasikan layanan sales, service, dan spare parts dalam satu lokasi. Kehadiran fasilitas itu menjadi bagian dari strategi iCAR memperluas layanan purnajual sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

<h2>Indonesia Jadi Pasar Strategis iCAR</h2>

Country Director iCAR Indonesia Marshall Ma mengatakan performa V23 di pasar global menjadi modal penting untuk memperbesar bisnis di Indonesia.

Menurut dia, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan kendaraan. iCAR juga akan memperkuat jaringan diler dan layanan purnajual seiring bertambahnya jumlah pengguna.

“Kepercayaan dari lebih dari 100.000 buyers di berbagai negara menunjukkan bahwa iCAR V23 mampu diterima,” kata Marshall Ma di Jakarta, Minggu (16/8).

Ia menegaskan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam ekspansi iCAR. Karena itu, pengembangan jaringan lokal dinilai penting untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih lengkap.

“Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi iCAR,” imbuhnya.

iCAR menargetkan kehadiran 30 diler resmi di berbagai kota di Indonesia hingga akhir 2026. Target tersebut mencakup penguatan akses penjualan, servis, dan suku cadang untuk mendukung pertumbuhan pengguna V23.

Perusahaan belum mempublikasikan secara terbuka nilai investasi yang disiapkan untuk ekspansi jaringan tersebut maupun target penjualan nasional iCAR untuk 2026–2027. Karena itu, skala ekspansi lebih tepat diukur dari target jaringan diler dan perkembangan penjualan yang telah diumumkan perusahaan.

V23 Tembus 100.000 Unit Global

iCAR V23 mencatat penjualan kumulatif lebih dari 100.000 unit secara global. Model tersebut telah dipasarkan di lebih dari 20 negara dan kawasan.

Thailand menjadi salah satu pasar awal V23 di kawasan Asia Tenggara. Penjualan kumulatif model tersebut di negara itu telah melampaui 7.500 unit.

Di Malaysia, permintaan V23 mendorong dimulainya proses perakitan lokal. Sementara di Hong Kong, V23 tercatat menjadi model terlaris lintas kategori kendaraan pada Juli.

Sebelumnya, V23 juga menguasai pangsa pasar 13 persen pada Juni di pasar tersebut.

Penerimaan iCAR V23 juga terlihat di sejumlah pasar internasional. Di Thailand, penjualan kumulatif V23 telah melampaui 7.500 unit. Sementara di Malaysia, pengiriman kumulatif telah melewati 1.800 unit hingga April 2026.

Di Hong Kong, V23 mencatat 183 registrasi pada Juni 2026 dan menjadi model kendaraan baru dengan registrasi tertinggi pada bulan tersebut. Adapun di Indonesia, V23 mengumpulkan lebih dari 300 blind pre-orders selama IIMS 2026, sedangkan Afrika Selatan mencatat lebih dari 300 pesanan pada bulan pertama peluncuran.

Pesanan Positif dari Afrika Selatan

Performa V23 juga terlihat di Afrika Selatan. Lebih dari 300 pesanan tercatat pada bulan pertama setelah model tersebut diluncurkan di negara itu.

Marshall mengatakan capaian tersebut memperlihatkan penerimaan V23 di berbagai karakter pasar.

“Secara keseluruhan, V23 kini telah hadir di lebih dari 20 negara dan pasar,” ujarnya.

Penyebaran pasar tersebut menjadi modal bagi iCAR untuk memperluas penetrasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Siapkan SUV Listrik Generasi Berikutnya

Ekspansi iCAR tidak berhenti pada V23. Perusahaan juga menyiapkan sejumlah model SUV lainnya untuk pasar regional.

Salah satunya adalah iCAR V27. Model tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan portofolio SUV iCAR di kawasan.

Indonesia termasuk pasar yang dibidik dalam rencana ekspansi tersebut. Kehadiran model-model baru diharapkan memperluas pilihan kendaraan listrik yang ditawarkan iCAR kepada konsumen.

Setelah V23, iCAR juga memperkenalkan V27 di Indonesia melalui ajang GIIAS 2026. Berbeda dengan V23 yang mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga utama, V27 menggunakan teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dengan mesin 1.5 liter turbo yang berfungsi sebagai range extender dan motor listrik sebagai penggerak.

V27 dibekali baterai berkapasitas 34,31 kWh. Berdasarkan klaim pabrikan, SUV tersebut mampu menempuh sekitar 200 kilometer dalam mode listrik murni dan hingga 1.200 kilometer secara kombinasi berdasarkan standar CLTC.

Untuk sistem penggerak, V27 tersedia dalam pilihan RWD dan iWD. Varian RWD menghasilkan 252 PS dan 300 Nm, sedangkan versi iWD dengan dua motor listrik memiliki output gabungan 455 PS dan torsi 505 Nm.

iCAR belum mengumumkan harga resmi dan jadwal peluncuran komersial V27 di Indonesia. Namun, model tersebut telah diperkenalkan di GIIAS 2026 dan pemesanannya telah dibuka di Indonesia.

Diler 3S Jadi Penopang Ekspansi

Pembukaan diler 3S di Serpong menunjukkan bahwa strategi iCAR mulai diarahkan tidak hanya pada peluncuran produk. Infrastruktur layanan menjadi bagian penting untuk menopang pertumbuhan pengguna kendaraan listrik.

Bagi konsumen, ketersediaan layanan purnajual dan suku cadang menjadi pertimbangan penting sebelum membeli kendaraan baru. Terlebih, jaringan layanan perlu berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang beredar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya iCAR membangun fondasi bisnis di Indonesia. Setelah V23, perusahaan masih memiliki ruang untuk memperluas portofolio SUV listrik sekaligus jaringan layanan di pasar nasional.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
SUV Listrik mobil listrik Indonesia iCAR V23 diler 3S iCAR ekspansi iCAR