PONTIANAK POST- Karya modifikator Indonesia mulai mendapat pengakuan dari pasar internasional, ditandai adanya pesanan dari luar negeri. Namun, langkah menuju pasar global masih menghadapi tantangan regulasi, khususnya terkait homologasi kendaraan hasil modifikasi.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto mengatakan, kemampuan modifikator Indonesia dalam menghasilkan karya berstandar global mulai mendapat pengakuan dari pasar internasional.
"Kalau saya melihatnya di pasar global sudah ada beberapa yang saya dengar pesanan-pesanan dari luar negeri. Terus sekarang, kita tersandung mungkin secara aturan homologasi," kata Moreno di Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu.
Moreno menjelaskan, setiap produk yang hendak masuk ke pasar global harus memenuhi persyaratan kelayakan dan keselamatan yang telah ditentukan. Menurut dia, pengujian kelayakan sudah dijalankan, tetapi proses homologasi belum terpenuhi.
“Jadi mereka saat membuat satu produk sesuatu produk itu harus ada uji kelayakan. Nah, saat ini sudah dijalankan tapi homologasinya belum,” ujar dia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kendaraan atau produk modifikasi yang dipasarkan ke luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan kualitas pengerjaan. Produk juga membutuhkan identitas dan legalitas yang jelas, termasuk nomor seri serta nomor rangka.
Moreno mencontohkan kendaraan hasil modifikasi di Amerika Serikat dapat memiliki penggunaan terbatas, seperti untuk festival, pameran otomotif atau kegiatan tertentu. Kendati penggunaannya terbatas, kendaraan tersebut tetap memiliki status homologasi sehingga aspek legalitas dan tanggung jawabnya dapat ditelusuri ketika berpindah dari satu negara ke negara lain.
“Apabila terjadi sesuatu, semua bisa dipertanggungjawabkan. Indonesia sudah menuju ke sana,” katanya.
Modifikasi Otomotif Mulai Bergerak ke Industri
Menurut Moreno, perkembangan tersebut menunjukkan modifikasi otomotif Indonesia telah berkembang lebih jauh dari sekadar aktivitas hobi. Ekosistemnya kini melibatkan builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket hingga pelaku UMKM.
Ia menilai, karya Indonesia yang mampu diterima pasar mancanegara menjadi bukti kualitas modifikator lokal dapat bersaing secara global, meski sebelumnya sempat menghadapi sejumlah penolakan.
“Ini bukti nyata bahwa putra-putri Indonesia bisa berkarya dan juga bisa diterima mancanegara dan dunia,” ujarnya.
Moreno mengatakan tantangan bagi modifikator Indonesia saat ini bukan hanya menghasilkan karya yang menarik. Produk tersebut juga harus memenuhi standar teknis dan regulasi global agar kemampuan modifikator Indonesia dapat berkembang menjadi industri yang berorientasi ekspor. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara