PONTIANAK POST - Mercedes Jip Indonesia (MJI) kembali menggelar kegiatan touring bertajuk Royal Heritage Touring 2026 dengan menggabungkan perjalanan otomotif, sejarah, budaya, alam, dan kehidupan masyarakat di sepanjang rute. Selama 10 hari, sekitar 150 kendaraan Mercedes Jip dan 150 peserta menyusuri berbagai destinasi di Pulau Jawa dan Bali.
Ketua Touring Ngurah Firnanda mengatakan perjalanan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkendara, tetapi juga ruang untuk membangun pengalaman bersama dan mengenal berbagai sisi perjalanan Nusantara.
“Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” kata Ngurah dalam keterangan resminya, Senin.
Melalui kegiatan tersebut, MJI berupaya mempertemukan aktivitas otomotif dengan narasi sejarah Indonesia. Sejumlah destinasi yang dipilih memiliki keterkaitan dengan perjalanan panjang peradaban Nusantara, mulai dari kawasan bekas pusat kerajaan hingga wilayah pesisir.
Dari Keraton hingga Jalur Off-Road
Di Pulau Jawa, rombongan mengunjungi sejumlah situs dan kawasan bersejarah, di antaranya Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta, serta Trowulan di Mojokerto.
Trowulan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karena kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit.
Dari Mojokerto, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bondowoso. Di daerah tersebut, peserta menikmati jalur light off-road di sekitar Kawah Wurung sekaligus menggelar kegiatan bakti sosial di kawasan Taman Galuh.
Kegiatan sosial itu menjadi bagian dari upaya MJI untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di daerah yang menjadi bagian dari rute perjalanan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Banyuwangi. Rombongan mengunjungi De Djawatan di Benculuk yang dikenal dengan jajaran pohon trembesi berukuran besar.
Dari kawasan hutan tersebut, peserta menuju Pelabuhan Muncar untuk melihat langsung aktivitas masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan ekonominya pada laut.
Tantangan berbeda kemudian dihadapi peserta ketika memasuki jalur cross country di wilayah selatan Banyuwangi. Medan perjalanan berubah dari jalan beraspal menjadi jalur berbatu dengan tanjakan dan turunan yang menguji kemampuan kendaraan sekaligus kekompakan rombongan.
Setelah menyeberang ke Bali, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Black Lava Gunung Batur, Ubud, dan Klungkung.
Di Klungkung, peserta menelusuri Kerta Gosa yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kerajaan Klungkung dan peristiwa Puputan Klungkung pada 1908.
Rangkaian Royal Heritage Touring 2026 kemudian ditutup melalui Malam Katana di Kuta setelah rombongan menyelesaikan perjalanan selama sembilan hari di berbagai wilayah Jawa dan Bali.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, dan we.the.fork.
Dukungan juga datang dari Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia, serta Dream Wheel Project. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara