Honda CB150R ExMotion, Lawan Sepadan Yamaha XSR 155

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:05 WIB
Ilustrasi Honda CB150R ExMotion di jalan raya.
Ilustrasi Honda CB150R ExMotion di jalan raya.

 

PONTIANAK POST – Honda CB150R ExMotion berpotensi menjadi pesaing Yamaha XSR 155 jika suatu saat dipasarkan di Indonesia. Keduanya sama-sama mengusung gaya retro-modern, meski hadir dengan pendekatan desain dan karakter mesin berbeda.

Honda CB150R ExMotion diperkenalkan Honda di Thailand pada 2017. Motor 150 cc tersebut menggunakan mesin satu silinder DOHC empat katup berkapasitas 149 cc, suspensi depan upside down (USD) 41 mm, serta tersedia dalam varian dengan ABS.

Sementara Yamaha XSR 155 telah resmi dipasarkan Yamaha Indonesia. Motor bergaya Sport Heritage ini mengusung mesin 155 cc SOHC empat katup dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA).

Yamaha XSR 155 sebenarnya tidak sendirian di kategori motor retro modern sport entry level di Indonesia. Ada TVS Ronin 225, Kawasaki W175, serta berbagai model bergaya klasik dari sejumlah pabrikan Tiongkok. Masing-masing menawarkan pendekatan desain, kapasitas mesin, fitur, dan harga yang berbeda.

Namun, posisi CB150R ExMotion menarik karena faktor yang dibandingkan bukan semata-mata kapasitas mesin. ExMotion berasal dari Honda, sedangkan XSR 155 berasal dari Yamaha. Dengan demikian, jika ExMotion dipasarkan di Indonesia, persaingannya berpotensi mempertemukan dua merek Jepang besar dengan ekosistem konsumen dan komunitas yang telah terbentuk.

Beda Pendekatan Desain

CB150R ExMotion mengusung konsep Modern Cafe Style. Model ini memiliki lampu depan bulat LED, panel instrumen LCD, mesin DOHC 4V, serta suspensi USD 41 mm.Honda CB150R ExMotion

Honda CB150R ExMotion

Sementara XSR 155 mengandalkan konsep Sport Heritage. Yamaha membekalinya dengan desain tangki berbentuk drip shaped, jok bergaya klasik, lampu LED, suspensi depan inverted, dan mesin 155 cc VVA.

Perbedaan konsep tersebut membuat keduanya tidak sepenuhnya identik. XSR 155 lebih menonjolkan nuansa heritage, sedangkan ExMotion memadukan desain café dengan perangkat yang lebih berorientasi sport.

Spesifikasi Tak Sama

Dari sektor pengereman dan kaki-kaki, ExMotion menawarkan perangkat yang cukup agresif. Varian ABS menggunakan cakram depan 296 mm dengan kaliper radial empat piston dan sistem ABS.

XSR 155 juga menggunakan suspensi depan inverted serta rem cakram depan dan belakang. Namun, spesifikasi resmi Yamaha Indonesia tidak mencantumkan ABS.

Komponen Honda CB150R ExMotion Yamaha XSR 155
Konsep Modern Cafe Sport Heritage
Mesin 149 cc DOHC 4V 155 cc SOHC 4V VVA
Suspensi depan USD 41 mm Inverted
Rem depan Cakram 296 mm, radial 4 piston Disc brake
ABS Tersedia pada varian tertentu Tidak tercantum
Ban belakang 150/60-17 140/70-17

Spesifikasi ExMotion mengacu pada model Thailand, sedangkan XSR 155 menggunakan data resmi Yamaha Indonesia. Karena itu, perbandingan tersebut tidak menunjukkan bahwa kedua motor memiliki konfigurasi yang sama untuk pasar Indonesia.

DOHC Honda vs VVA Yamaha

Honda CB150R ExMotion menggunakan mesin 149 cc DOHC satu silinder empat katup berpendingin cairan. Mesin tersebut memiliki bore x stroke 57,3 x 57,8 mm dan transmisi enam percepatan.

Yamaha XSR 155 menggunakan mesin 155 cc SOHC empat katup berpendingin cairan dengan teknologi VVA. Yamaha mencatat tenaga maksimum 14,2 kW pada 10.000 rpm dan torsi maksimum 14,7 Nm pada 8.500 rpm.

XSR 155 juga dilengkapi Assist & Slipper Clutch.

Dengan spesifikasi tersebut, perbedaan karakter keduanya tidak semata ditentukan kapasitas mesin. ExMotion mengandalkan konfigurasi DOHC dan perangkat kaki-kaki serta pengereman yang lebih berorientasi sport, sedangkan XSR 155 menawarkan mesin 155 cc VVA dalam paket Sport Heritage.

Mengapa ExMotion Tidak Masuk Indonesia?

CB150R ExMotion hingga kini tidak tercantum dalam lini produk sport Honda Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) saat ini antara lain memasarkan CB150R Streetfire dan CB150X.

AHM sebelumnya pernah menjelaskan alasan tidak membawa ExMotion ke pasar Indonesia. Salah satunya berkaitan dengan karakter konsumen.

AHM menilai konsumen motor sport 150 cc di Indonesia cenderung membutuhkan kendaraan yang lebih fungsional untuk penggunaan harian dan berboncengan. Desain belakang ExMotion yang pendek dengan jok belakang minimalis dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

AHM juga pernah menyebut ExMotion sebagai produk yang menyasar pasar lebih tersegmentasi. Karena itu, perusahaan memilih memprioritaskan model dengan potensi pasar lebih luas di Indonesia.

Menariknya, ExMotion memiliki hubungan dengan Indonesia dari sisi komponen. Pada 2017, Thomas Wijaya yang ketika itu menjabat Direktur Marketing AHM menyatakan kepada OTOMOTIFNET bahwa CB150R ExMotion merupakan produk Thailand yang menggunakan sejumlah komponen completely knocked down (CKD) dari Indonesia yang dipasok AHM.

Jika Masuk Indonesia

Jika Honda suatu saat menghadirkan ExMotion atau model penerus dengan konsep serupa, Yamaha XSR 155 menjadi salah satu model yang menarik untuk dibandingkan.

Persaingan tidak hanya menyangkut kapasitas mesin. Desain, fitur, karakter berkendara, harga, jaringan layanan, hingga kekuatan komunitas akan menjadi pertimbangan konsumen.

XSR 155 sendiri bukan tanpa pesaing. Di segmen motor bergaya retro, konsumen juga memiliki pilihan seperti TVS Ronin 225, Kawasaki W175, serta sejumlah model dari pabrikan lain.

Namun, jika ExMotion masuk ke Indonesia, persaingannya akan menarik karena mempertemukan dua merek Jepang dengan basis konsumen dan ekosistem sepeda motor yang besar.

Untuk saat ini, Honda CB150R ExMotion belum menjadi rival langsung XSR 155 di pasar Indonesia. Duel keduanya masih sebatas kemungkinan jika Honda memutuskan membawa model tersebut atau penerusnya ke pasar domestik.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Honda CB150R ExMotion lawan sepadan XSR 155 motor retro modern 150cc Honda Neo Sports Café Yamaha XSR 155