PONTIANAK POST – Yadea GT80 menawarkan kombinasi yang tidak umum pada motor listrik. Bodi dibuat besar dengan karakter skutik touring, tetapi bagian dek tetap rata sehingga lebih fleksibel untuk aktivitas harian.
Secara tampilan, desain GT80 sekilas mengingatkan pada skutik bongsor seperti Yamaha XMAX. Namun, kemiripan tersebut sebatas visual. GT80 menggunakan penggerak listrik dan memiliki karakter produk yang berbeda.
Yadea GT80 diluncurkan di Indonesia pada 2026. Berdasarkan laporan RRI, motor ini menggunakan hub motor 3.000 watt, baterai 72V 50Ah atau sekitar 3,6 kWh, serta memiliki klaim jarak tempuh hingga 120 kilometer.
Bodi Bongsor dengan Dek Rata
GT80 memiliki bagian depan yang tinggi, bodi lebar, dan windshield yang membuat tampilannya mendekati skutik touring.
Hal yang membedakannya adalah konstruksi dek rata. Tidak terdapat tunnel tinggi di bagian tengah sehingga area pijakan kaki lebih terbuka.
Konfigurasi ini memberi keuntungan untuk penggunaan sehari-hari. Barang bawaan berukuran tertentu dapat ditempatkan di area dek selama tidak mengganggu posisi kaki, kendali, pengereman, maupun keseimbangan motor.
Namun, dek rata bukan berarti semua barang dapat dibawa dengan aman. Bobot, ukuran, posisi, dan cara mengamankan barang tetap harus diperhatikan. Yadea GT80, membuktikan bahwa dek ratanya bukan sekadar hiasan kosmetik, melainkan fitur utilitas yang sangat matang, seperti membawa galon air mineral atau tabung gas LPG 3 kg.
Motor Listrik 3.000 Watt
GT80 menggunakan hub motor berdaya 3.000 watt. Data Yadea mencantumkan kapasitas baterai 72V 50Ah, motor 3.000 watt, dan kecepatan maksimum 90 km/jam. Sumber yang sama mencatat jarak tempuh maksimum 120 kilometer.
Yadea juga menjelaskan bahwa hasil pengujian jarak tempuh dipengaruhi berbagai faktor, antara lain suhu, kelembapan, angin, beban, kondisi jalan, dan kebiasaan berkendara.
Karena itu, klaim jarak tempuh hingga 120 kilometer sebaiknya dipahami sebagai hasil dalam kondisi pengujian tertentu, bukan jarak pasti yang akan dicapai setiap pengguna.
Baterai 72V 50Ah
GT80 yang diberitakan untuk pasar Indonesia menggunakan baterai 72V 50Ah atau sekitar 3,6 kWh. Baterai tersebut mendukung jarak tempuh hingga 120 kilometer dengan waktu pengisian sekitar enam jam.
GT80 juga memiliki ruang untuk baterai tambahan 30Ah. Menurut laporan RRI, konfigurasi tersebut dapat meningkatkan jarak tempuh hingga sekitar 170 kilometer.
Angka tersebut tetap bergantung pada kondisi penggunaan. Kecepatan, beban, temperatur, kondisi jalan, dan pola akselerasi dapat memengaruhi konsumsi energi.
Pengereman dan Fitur Elektronik
Dari sisi pengereman, GT80 menggunakan cakram dengan kaliper enam piston dan sistem Combined Braking System (CBS).
Motor ini juga disebut memiliki Traction Control System dan Hill Descent Control.
Fitur tersebut menjadi bagian dari perangkat yang ditawarkan GT80. Namun, performa dan keamanan kendaraan tetap dipengaruhi kondisi ban, permukaan jalan, distribusi beban, kecepatan, serta kemampuan pengendara.
Alternatif Skutik Listrik Berukuran Besar
GT80 memberikan pilihan berbeda dibandingkan motor listrik komuter yang umumnya berukuran lebih kecil.
Yadea menempatkan GT80 dalam keluarga G-Series pada situs globalnya. Di Indonesia, GT80 juga tercantum sebagai salah satu model Yadea yang dapat dipesan.
Kombinasi bodi besar dan dek rata menjadi karakter yang cukup menonjol. Pengguna mendapatkan tampilan skutik touring tanpa kehilangan ruang pijakan yang lebih terbuka.
Hal ini membuat GT80 berpotensi menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan listrik untuk mobilitas harian tetapi tidak ingin menggunakan motor berdimensi kecil.
Mirip XMAX, tetapi Bukan “XMAX Listrik”
Secara visual, GT80 dapat dibandingkan dengan Yamaha XMAX karena sama-sama memiliki proporsi bodi besar dan karakter skutik touring.
Namun, keduanya berbeda secara mendasar. XMAX menggunakan mesin pembakaran internal, sedangkan GT80 mengandalkan motor listrik dan baterai.
Karena itu, penyebutan GT80 sebagai “XMAX listrik” hanya tepat digunakan sebagai analogi desain, bukan sebagai nama atau posisi produk resmi Yadea.
Justru dek rata menjadi salah satu pembeda GT80.
Desain tersebut membuat GT80 mencoba menggabungkan dua karakter yang biasanya berbeda: tampilan skutik bongsor dan kepraktisan motor dengan area pijakan terbuka.
Dek Rata Jadi Nilai Jual
Daya tarik GT80 bukan hanya pada ukuran bodi atau tenaga motor listriknya.
Motor ini menggabungkan desain skutik bongsor, motor listrik 3.000 watt, baterai 72V 50Ah, serta dek rata.
Bagi pengguna harian, dek rata dapat memberikan fleksibilitas tambahan untuk membawa barang tertentu. Sementara bodi besar menawarkan tampilan yang lebih dekat dengan skutik touring.
Namun, klaim jarak tempuh tetap perlu dilihat secara realistis karena kondisi penggunaan sangat memengaruhi konsumsi baterai.
Pada akhirnya, dek rata menjadi salah satu karakter paling menarik Yadea GT80. Motor ini menawarkan tampilan besar ala skutik touring, tetapi tetap mempertahankan ruang pijakan yang praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro