PONTIANAK POST – Honda menghidupkan kembali nama Super Four melalui Honda CB500SF atau CB500 SUPER FOUR. Motor naked empat silinder ini membawa karakter desain keluarga CB400SF, tetapi hadir dengan platform baru dan teknologi modern seperti Honda E-Clutch, throttle by wire (TBW), lima mode berkendara, TFT 5 inci, serta Honda RoadSync.
Honda memperkenalkan CB500 SUPER FOUR secara global pada China International Motorcycle Expo di Chongqing, China, September 2025. Model ini kemudian dipasarkan di China pada 2026 dengan harga resmi 42.980 yuan.
Honda China memperkenalkan CB500 SUPER FOUR bersama sejumlah model baru pada Maret 2026 dan menjadwalkan ketersediaannya mulai akhir April.
Bukan Sekadar CB400SF yang Diperbesar
Kemunculan CB500SF menarik karena membawa kembali nama Super Four setelah perjalanan panjang CB400SF berakhir. Honda meluncurkan CB400 SUPER FOUR pada 1992 sebagai bagian dari pengembangan filosofi Project BIG-1. Selama sekitar tiga dekade, model tersebut berevolusi hingga produksinya dihentikan pada 2022.
Kini, Honda meneruskan karakter tersebut melalui platform baru 502 cc. CB500SF menggunakan mesin DOHC empat silinder segaris berpendingin cairan dengan diameter x langkah 60,0 x 44,4 mm. Tenaga maksimumnya mencapai 52,8 kW pada 11.000 rpm, sedangkan torsi maksimum 47,1 Nm pada 10.000 rpm.
Kapasitas tangki bahan bakarnya mencapai 14,5 liter. Honda juga menggunakan sistem knalpot 4-2-1 untuk mempertahankan karakter suara khas mesin empat silinder.
Wajah Klasik, Teknologi Modern
Secara visual, identitas Super Four masih mudah dikenali.
CB500SF menggunakan lampu depan bulat, sementara bagian belakang mengusung lampu berbentuk dua lingkaran simetris. Elemen tersebut mempertahankan karakter klasik keluarga CB dengan sentuhan desain modern.
Bagian tangki juga memiliki siluet yang mengingatkan pada generasi CB400SF, termasuk lekukan pada sisi tangki.
Namun, hubungan desain tersebut sebaiknya tidak disebut sebagai jiplak langsung dari CB400SF NC31. Honda menyatakan CB500SF mempertahankan elemen klasik keluarga CB, tetapi tidak secara spesifik menyebut tangki NC31 sebagai sumber inspirasi desain.
Dengan demikian, kemiripan tersebut lebih tepat disebut sebagai interpretasi desain Super Four generasi baru.
E-Clutch dan Lima Mode Berkendara
Perbedaan terbesar justru terdapat pada teknologinya. Honda membekali CB500SF dengan E-Clutch generasi baru yang dapat mengendalikan kopling ketika motor mulai berjalan, berhenti, maupun melakukan perpindahan gigi. Pengendara tetap dapat memilih pengoperasian kopling secara manual.
Sistem tersebut bekerja bersama Throttle by Wire dan mendukung fungsi auto-blip ketika melakukan perpindahan gigi turun. Honda juga menyematkan Honda Selectable Torque Control (HSTC) dan lima mode berkendara. Tiga mode tersedia secara bawaan, sedangkan dua lainnya dapat disesuaikan pengendara.
Informasi berkendara ditampilkan melalui TFT 5 inci yang terhubung dengan Honda RoadSync. Fitur konektivitas ini mendukung fungsi seperti navigasi, komunikasi, dan pemutaran musik.
Lebih Ringan 13 Kilogram
Honda tidak hanya meningkatkan kapasitas mesin, tetapi juga merombak konstruksi sasis.
CB500SF menggunakan rangka baja tipe diamond. Bobotnya tercatat 188 kilogram, atau 13 kilogram lebih ringan dibandingkan CB400SF menurut spesifikasi Honda Hong Kong.
Motor ini memiliki jarak sumbu roda 1.412 mm dan tinggi jok 780 mm. Untuk kaki-kaki, Honda menggunakan suspensi depan KYB upside-down 41 mm dan suspensi belakang Pro-Link dengan pengaturan preload.
Sistem pengereman terdiri atas cakram ganda 296 mm di depan dengan kaliper radial Nissin empat piston dan ABS, serta cakram belakang 240 mm dengan ABS. Ukuran ban yang digunakan adalah 120/70ZR-17 di depan dan 160/60ZR-17 di belakang.
Bukan Replika CB400SF
CB500SF memang membawa warisan CB400SF, tetapi Honda tidak sekadar memperbesar kapasitas mesinnya. Mesin baru 502 cc, rangka diamond, E-Clutch, TBW, HSTC, lima mode berkendara, TFT, RoadSync, hingga sistem pengereman dan suspensi modern menunjukkan bahwa Honda mengembangkan Super Four dengan fondasi baru.
Warisan yang dipertahankan adalah karakter utamanya: mesin empat silinder, desain naked klasik, dan filosofi Project BIG-1. Karena itu, CB500SF lebih tepat dipandang sebagai penerus filosofi Super Four, bukan pengganti langsung CB400SF.
Nama Super Four memang kembali. Namun kali ini, legenda tersebut hadir dengan kapasitas lebih besar, bobot lebih ringan, serta teknologi yang jauh lebih modern.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro