Pabrik BYD Subang Beroperasi, Serap 5.000 Pekerja

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 22:44 WIB
Fasilitas manufaktur BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)
Fasilitas manufaktur BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)

 

PONTIANAK POST – Pabrik BYD Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi pada Kamis (3/9). Fasilitas berkapasitas 150 ribu kendaraan listrik per tahun itu telah menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja Indonesia.

Pabrik senilai Rp16 triliun tersebut diproyeksikan menjadi basis produksi sekaligus ekspor BYD di kawasan. Kehadirannya menandai perubahan posisi Indonesia dari sekadar pasar menjadi bagian penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Ribuan Pekerja Terserap

Penyerapan 5.000 pekerja menjadi salah satu dampak awal investasi BYD. Jumlah itu berpotensi bertambah seiring peningkatan kapasitas produksi dan keterlibatan industri pemasok lokal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, beroperasinya pabrik tersebut menjadi momentum penting bagi industri kendaraan listrik nasional. Pemerintah berharap investasi BYD tidak berhenti pada perakitan kendaraan, tetapi turut membangun rantai industri dari hulu hingga hilir.

“BYD akan menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor,” ujar Agus saat meresmikan pabrik tersebut, Kamis (3/9).

Indonesia Dibidik Jadi Basis Ekspor

Kapasitas produksi pabrik BYD Subang mencapai 150 ribu unit per tahun. Sebagian kendaraan yang dihasilkan akan dipasarkan di dalam negeri, sedangkan sisanya diproyeksikan untuk pasar ekspor.

Menurut Agus, produksi lokal BYD menjadi perkembangan penting setelah perusahaan mencatat pertumbuhan kuat di pasar domestik. BYD menguasai sekitar 43 persen pasar kendaraan listrik roda empat di Indonesia.

“Posisi ini sekaligus menunjukkan kuatnya penerimaan konsumen Indonesia terhadap produk BYD,” katanya.

TKDN Ditargetkan 60 Persen

Produk BYD saat ini telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Perusahaan menargetkan kandungan lokal tersebut meningkat menjadi 60 persen pada 2027.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, peningkatan kandungan lokal menjadi bagian dari komitmen perusahaan sejak memulai investasi di Indonesia.

“Ini adalah komitmen kami untuk industri otomotif,” kata Eagle Zhao.

Peningkatan TKDN diharapkan memperluas keterlibatan perusahaan pemasok dan tenaga kerja lokal. Namun, dampaknya perlu diukur melalui jumlah mitra dalam negeri, alih teknologi, serta kualitas pekerjaan yang tercipta.

Fakta di Balik Pabrik BYD Subang

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kendaraan listrik Indonesia Pabrik BYD Subang investasi BYD ekspor mobil listrik TKDN kendaraan listrik