Penjualan Motor Indonesia Tumbuh Tipis di 2026, Sampai Agustus Sudah Tembus 4,3 Juta Unit

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 23:59 WIB

 

Booth Yamaha di IMOS 2025 tampil atraktif dengan deretan motor unggulan dan area pameran yang ramai pengunjung.
Booth Yamaha di IMOS 2025 tampil atraktif dengan deretan motor unggulan dan area pameran yang ramai pengunjung.

 

PONTIANAK POST — Penjualan sepeda motor domestik mencapai 4,3 juta unit sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh tipis 2,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) itu menunjukkan penjualan sepeda motor 2026 masih mampu tumbuh di tengah tekanan daya beli. Kendaraan roda dua tetap menjadi pilihan masyarakat untuk bekerja, berdagang, dan menjalankan mobilitas sehari-hari.

Pertumbuhan tersebut membuat AISI optimistis pasar sepeda motor masih memiliki ruang untuk berkembang hingga akhir tahun. Namun, laju 2,2 persen juga menunjukkan pemulihan permintaan berlangsung terbatas.

IMOS Digelar Lebih Lama

Optimisme industri akan dibawa ke Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026. Pameran tersebut digelar selama 10 hari pada 20–29 November 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

Ketua Bidang Niaga AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2026 Yosef Utama mengatakan durasi pameran tahun ini lebih panjang. Penyelenggara berharap tambahan waktu memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat melihat perkembangan teknologi roda dua.

“IMOS akan menjadi barometer perkembangan industri sepeda motor,” kata Yosef.

Dari Motor Matik hingga Listrik

IMOS 2026 akan menghadirkan berbagai segmen kendaraan roda dua. Produk yang dipamerkan mencakup motor bebek, matik, sport, motor besar, dan sepeda motor listrik.

Industri pendukung juga ikut meramaikan pameran. Produk tersebut meliputi helm, pakaian berkendara, aksesori, pelumas, suku cadang, modifikasi, dan teknologi digital otomotif.

KIMOS tidak hanya diarahkan sebagai tempat jual-beli kendaraan. Pameran itu juga menjadi ruang untuk memperkenalkan teknologi serta mempertemukan produsen dengan konsumen.

Pengunjung Bisa Menjajal Motor

Penyelenggara menyiapkan area test ride agar pengunjung dapat mencoba sejumlah model. Fasilitas tersebut memberi kesempatan kepada calon pembeli menilai kenyamanan, pengendalian, dan fitur kendaraan secara langsung.

Pengunjung tetap harus mematuhi persyaratan keselamatan selama uji kendaraan. Penggunaan helm, pemeriksaan surat izin mengemudi, dan pengawasan petugas diperlukan untuk menekan risiko kecelakaan.

Puluhan komunitas motor dari berbagai daerah juga dijadwalkan mengikuti kegiatan. Kehadiran komunitas diharapkan memperluas edukasi mengenai keselamatan dan etika berkendara.

Motor Listrik Diuji Pasar

Perkembangan sepeda motor listrik menjadi salah satu agenda IMOS 2026. Pameran ini akan menunjukkan sejauh mana produsen menawarkan harga, jarak tempuh, dan fasilitas pengisian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Konsumen membutuhkan informasi terbuka mengenai usia baterai, biaya penggantian, masa garansi, dan jaringan servis. Faktor tersebut menentukan apakah motor listrik dapat diterima sebagai kendaraan harian.

Keselamatan berkendara juga menjadi bagian agenda diskusi. Edukasi tersebut penting karena pertumbuhan penjualan sepeda motor harus diikuti perlindungan yang lebih baik bagi pengendara di jalan raya.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pasar motor nasional AISI IMOS 2026 industri roda dua Sepeda Motor Listrik