Sering Matikan Motor Matic dengan Standar Samping? Ini Risikonya

Uray Ronald • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 00:19 WIB
Ilustrasi Honda Activa 7G (AI)
Ilustrasi 

 

PONTIANAK POST Sebagian besar motor matic telah dilengkapi Side Stand Switch pada standar samping sebagai fitur keamanan. Namun, kebiasaan mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping disebut dapat menimbulkan sejumlah risiko pada motor.

Kebiasaan tersebut terlihat praktis karena pengendara tidak perlu mematikan mesin melalui kunci kontak. Padahal, jika terlalu sering dilakukan, cara tersebut disebut berisiko membuat aki cepat soak atau bahkan rusak.

Karena itu, pengendara disarankan membiasakan mematikan mesin melalui kunci kontak agar komponen motor tetap awet dan terhindar dari kerusakan.

Lalu, apa saja dampak buruk jika motor matic terus-menerus dimatikan dengan standar samping? Berikut rangkumannya:

1. Busi Bisa Cepat Rusak

Busi merupakan komponen penting pada motor karena berfungsi mengatur proses pembakaran di mesin.

Jika motor matic terlalu sering dimatikan melalui standar samping, busi disebut bisa lebih cepat mengalami kerusakan. Hal ini dikaitkan dengan penumpukan karbon saat proses pembakaran atau pemanasan mesin berlangsung.

Agar tetap awet, pengendara disarankan mematikan mesin melalui kunci kontak dan membersihkan busi secara rutin.

Baca Juga: 7 Motor Matic dengan Bagasi Besar, Cocok untuk Bawa Barang

2. Gangguan pada Sistem Kelistrikan

Mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping disebut dapat memengaruhi sistem kelistrikan motor.

Sistem tersebut berkaitan dengan sensor dan saklar pada standar samping. Jika kebiasaan itu dibiarkan, saklar atau sensor disebut bisa lebih cepat aus sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahkan kecelakaan.

Untuk mencegahnya, pengendara disarankan menggunakan kunci kontak untuk mematikan mesin sebelum menurunkan standar samping.

3. Fungsi ECU Terganggu

ECU (Engine Control Unit) merupakan pusat pengendali mesin sekaligus komponen yang memungkinkan motor menyala.

Kebiasaan mematikan mesin dengan standar samping dapat mengganggu kinerja ECU. Cara yang disarankan adalah mematikan mesin menggunakan kunci kontak terlebih dahulu, kemudian menurunkan standar samping.

Baca Juga: 5 Motor Matic Honda untuk Tinggi Badan 150 cm, dari BeAT hingga Vario 160

4. Risiko Kecelakaan

Menggunakan standar samping sebagai cara mematikan mesin juga disebut memiliki risiko keselamatan.

Pengendara dapat lupa menaikkan standar samping sebelum kembali berkendara. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik bagi pengendara maupun orang lain di jalan.

Karena itu, pengendara perlu memeriksa posisi standar sebelum berkendara dan memastikan sensor atau indikator standar samping berfungsi dengan baik.

5. Aki Cepat Tekor

Kebiasaan mematikan mesin melalui standar samping juga disebut dapat membuat aki lebih cepat soak. Saat motor dimatikan dengan cara tersebut, aliran listrik tetap menyala meskipun mesin sudah mati.

Jika dibiarkan terlalu lama, aki dapat terkuras habis, terutama pada motor yang masih menggunakan lampu halogen. Sementara itu, lampu LED disebut lebih hemat sehingga penggunaan lampu biasa dapat membuat aki lebih cepat lemah jika kebiasaan tersebut sering dilakukan.(*)

Editor : Uray Ronald
Sumber : Jawapos
aki motor motor matic Side Stand Switch standar samping motor tips merawat motor