PONTIANAK POST - Honda resmi memperkenalkan CB500 Super Four dan CBR500R Four di China pada 27 Maret 2026. Keduanya mengusung mesin baru empat silinder segaris berkapasitas 502 cc serta teknologi kopling elektronik Honda E-Clutch.
Harga Honda CBR500R Four ditetapkan 44.980 yuan. Sementara itu, CB500 Super Four yang bergaya telanjang dipasarkan mulai 42.980 yuan, berdasarkan pengumuman Honda Motorcycle China.
Harga Mulai Rp112 Jutaan
Dengan kurs tengah Bank Indonesia pada 11 September 2026 sekitar Rp2.614,91 per yuan, harga kedua motor tersebut setara Rp112 juta hingga Rp118 juta.
| Model | Harga di China | Konversi rupiah |
|---|---|---|
| Honda CB500 Super Four | 42.980 yuan | Sekitar Rp112,4 juta |
| Honda CBR500R Four | 44.980 yuan | Sekitar Rp117,6 juta |
Konversi tersebut bukan harga resmi di Indonesia. Nilainya belum memasukkan biaya pengiriman, bea masuk, pajak, homologasi, dan margin penjualan.
Mesin Empat Silinder Baru
CB500 Super Four dan CBR500R Four memakai mesin 502 cc, DOHC, empat silinder segaris, dan berpendingin cairan. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 52,8 kW atau sekitar 71,1 PS pada 11.000 rpm.
Torsi puncaknya mencapai 47,1 Nm pada 10.000 rpm. Putaran mesin dapat menyentuh batas sekitar 12.500 rpm, memberikan karakter berbeda dibandingkan CBR500R dua silinder yang telah dikenal sebelumnya.
Tenaga disalurkan melalui transmisi enam percepatan. Spesifikasi tersebut tercantum dalam laporan teknis Web Bike Hongkong.
E-Clutch Permudah Pengendara
Honda memasang E-Clutch generasi kedua sebagai perlengkapan standar. Sistem ini mengendalikan kerja kopling secara elektronik ketika pengendara berpindah gigi, berhenti, atau kembali melaju.
Pengendara tidak harus terus-menerus menarik tuas kopling. Namun, tuas tetap tersedia apabila pengendara ingin mengoperasikan kopling secara manual.
Teknologi ini berpotensi mengurangi kelelahan tangan saat menghadapi kemacetan. Manfaat tersebut relevan bagi konsumen di kota-kota besar Indonesia, meskipun tetap memerlukan pengujian langsung dalam kondisi lalu lintas setempat.
Perbedaan Street dan Sport
CB500 Super Four menawarkan posisi berkendara lebih tegak dengan desain bergaya naked bike. CBR500R Four memakai fairing penuh dan posisi berkendara lebih sporty.
| Spesifikasi | CB500 Super Four | CBR500R Four |
|---|---|---|
| Mesin | 502 cc, 4 silinder | 502 cc, 4 silinder |
| Tenaga | 71,1 PS | 71,1 PS |
| Torsi | 47,1 Nm | 47,1 Nm |
| Dimensi | 2.103 x 775 x 1.083 mm | 2.060 x 769 x 1.124 mm |
| Bobot siap jalan | 188 kg | 189 kg |
| Tinggi jok | 780 mm | 780 mm |
| Kapasitas tangki | 14,5 liter | 14 liter |
| Konsumsi resmi | 4,68 liter/100 km | 4,77 liter/100 km |
| Ban depan | 120/70-17 | 120/70-17 |
| Ban belakang | 160/60-17 | 160/60-17 |
Tinggi jok 780 mm dapat membantu lebih banyak pengendara menapakkan kaki ketika berhenti. Namun, kenyamanan tetap bergantung pada tinggi badan, panjang kaki, dan kemampuan mengendalikan bobot motor.
Rem Ganda dan Kontrol Traksi
Kedua motor dilengkapi dua cakram depan berdiameter 296 mm dengan kaliper Nissin empat piston. Rem belakang menggunakan cakram 240 mm, didukung ABS dua kanal.
Honda juga membekali keduanya dengan kontrol traksi HSTC yang memiliki tiga tingkat intervensi dan pilihan nonaktif. Sistem throttle-by-wire digunakan untuk mengatur respons mesin secara elektronik.
Honda menyebut kecepatan maksimum CB500 Super Four sekitar 180 km/jam. CBR500R Four diklaim dapat mencapai sekitar 209 km/jam berkat bentuk fairing yang lebih aerodinamis.
Bukan CBR500R Lama
Penamaan kedua motor perlu diperjelas. Model telanjang tersebut bernama resmi CB500 Super Four atau CB500SF, bukan CB500R.
Sementara itu, CBR500R Four merupakan motor baru bermesin empat silinder. Motor ini berbeda dari CBR500R yang selama ini menggunakan mesin dua silinder paralel 471 cc.
Belum Dijual di Indonesia
Sampai artikel ini disusun, Honda belum mengumumkan harga maupun jadwal penjualan CB500 Super Four dan CBR500R Four di Indonesia. Peluncuran dan harga yang tersedia saat ini berlaku untuk pasar China.
Apabila masuk sebagai kendaraan impor utuh, harganya berpotensi lebih tinggi daripada hasil konversi langsung. Meski demikian, kehadiran mesin empat silinder kelas menengah membuka pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan suara, putaran tinggi, dan karakter mesin multisilinder tanpa beralih ke motor berkapasitas jauh lebih besar.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro