BMW M3 Listrik Empat Motor Meluncur 2027, Tenaga Terbesar dalam Sejarah Pabrikan Jerman

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 00:02 WIB
M3 MASUK ERA LISTRIK: BMW M Concept Neue Klasse menjadi calon BMW M3 EV dengan empat motor listrik, baterai lebih dari 100 kWh, arsitektur 800 volt, dan mode penggerak roda belakang. (ILUSTRASI)
M3 MASUK ERA LISTRIK: BMW M Concept Neue Klasse menjadi calon BMW M3 EV dengan empat motor listrik, baterai lebih dari 100 kWh, arsitektur 800 volt, dan mode penggerak roda belakang. (ILUSTRASI)

 

PONTIANAK POST – Era baru BMW M semakin dekat. BMW M3 listrik dipersiapkan menjadi sedan performa tinggi bertenaga baterai dengan empat motor listrik, sistem kelistrikan 800 volt, dan komputer pusat yang mampu mengendalikan tenaga pada setiap roda secara individual.

Versi produksinya diperkirakan diperkenalkan pada 2027. Namun, BMW belum mengumumkan tanggal peluncuran, nama resmi, tenaga, jarak tempuh, maupun harga jualnya.

Mobil yang kerap disebut BMW M3 EV atau memiliki kode internal ZA0 itu telah diperlihatkan melalui BMW M Concept Neue Klasse. Mobil konsep tersebut menjalani debut dunia dalam rangkaian balap ketahanan 24 Hours of Le Mans pada 12 Juni 2026. 

Bukan Sekadar M3 Tanpa Bensin

BMW tidak hanya mengganti mesin enam silinder M3 dengan baterai dan motor listrik. Platform Neue Klasse dikembangkan dari awal untuk kendaraan listrik, kemudian direkayasa kembali oleh divisi BMW M untuk menghadapi beban akselerasi, pengereman, dan penggunaan di sirkuit.

BMW menyebut sistem penggeraknya sebagai BMW M eDrive. Empat motor listrik digunakan dengan menempatkan satu motor pada setiap roda.

Susunan tersebut memungkinkan tenaga dan torsi dibagikan secara terpisah. Mobil dapat menambah tenaga pada roda yang memiliki traksi, sekaligus mengurangi dorongan pada roda yang mulai kehilangan cengkeraman.

BMW belum mengumumkan angka tenaga resmi. Namun, perusahaan mengeklaim sistem tersebut membuka peluang menghadirkan penggerak paling bertenaga yang pernah digunakan BMW M.

Empat Motor, Tanpa Diferensial

Mobil performa konvensional membutuhkan diferensial mekanis untuk membagi tenaga antarroda. Pada BMW M3 EV, fungsi itu sebagian besar digantikan empat motor dan perangkat lunak.

Seluruh motor dikendalikan oleh sistem BMW M Dynamic Performance Control. Teknologi tersebut menjadi bagian dari komputer berperforma tinggi bernama Heart of Joy.

Komputer itu menyatukan pengaturan motor, rem, pemulihan energi, kemudi, serta kestabilan kendaraan. BMW menyatakan sistem dapat merespons masukan pengemudi dan perubahan daya cengkeram roda dengan sangat cepat. 

Teknologi Informasi yang telah dikonfirmasi
Platform Neue Klasse Gen6
Motor listrik Empat, satu pada setiap roda
Penggerak Semua roda dengan distribusi individual
Tegangan sistem 800 volt
Kapasitas baterai Lebih dari 100 kWh
Komputer kendaraan Heart of Joy
Pengendali performa BMW M Dynamic Performance Control
Pengisian cepat Belum diumumkan khusus model M
Tenaga Belum diumumkan
Jarak tempuh Belum diumumkan

Bisa Berubah Menjadi RWD

Salah satu teknologi yang berpotensi memancing perhatian penggemar adalah kemampuan memutus motor pada gandar depan. Ketika motor depan tidak digunakan, mobil dapat beroperasi sebagai kendaraan berpenggerak roda belakang.

Mode tersebut dapat mengurangi konsumsi energi ketika mobil melaju konstan. Pada pengaturan performa, mode penggerak belakang juga mempertahankan karakter berkendara yang selama puluhan tahun melekat pada BMW M3.

Empat motor memungkinkan mobil melakukan pengaturan torsi yang jauh lebih kompleks daripada sistem M xDrive konvensional. Teknologi ini berpotensi menghadirkan mode drift, meski BMW belum mengumumkan konfigurasi akhirnya.

Ada Simulasi Pergantian Gigi

Motor listrik pada dasarnya tidak membutuhkan transmisi manual seperti mobil bermesin bensin. Namun, BMW memahami bahwa suara mesin dan perpindahan gigi menjadi bagian penting dari pengalaman mengendarai M3.

BMW menyiapkan pilihan simulasi pergantian gigi dan karakter suara khusus. Sistem tersebut dirancang untuk memberikan sensasi perubahan tenaga ketika pengemudi menarik pedal di balik kemudi.

Pendekatan serupa telah digunakan beberapa mobil listrik performa untuk membuat pengemudi lebih terlibat. Perbedaannya, BMW akan mengintegrasikan efek tersebut dengan pengaturan empat motor dan Heart of Joy.

Baterai Lebih dari 100 kWh

BMW mengonfirmasi kendaraan listrik M Neue Klasse menggunakan baterai berkapasitas lebih dari 100 kWh. Baterai itu tidak hanya menyimpan energi, tetapi juga menjadi bagian struktural untuk meningkatkan kekakuan bodi.

Kimia sel, sistem pendinginan, dan pengelolaan energinya disesuaikan untuk penggunaan berperforma tinggi. Tujuannya menjaga suplai tenaga tetap stabil meski mobil berulang kali berakselerasi dan mengerem di lintasan.

Arsitektur 800 volt memungkinkan pengisian daya lebih cepat dan mengurangi panas pada sistem. Namun, daya pengisian maksimum dan waktu pengisian BMW M3 listrik belum diumumkan. BMW M

Sebagai gambaran teknologi Neue Klasse, model BMW generasi baru telah mendukung pengisian hingga 400 kW. Kemampuan itu secara teoritis dapat menambah jarak tempuh ratusan kilometer dalam sekitar 10 menit, tetapi angka tersebut belum dapat diterapkan langsung pada M3 EV sebelum spesifikasi final diterbitkan.

Tenaga Bisa Dekati 1.000 HP?

Sejumlah laporan memperkirakan versi tertinggi BMW M3 EV dapat mendekati 1.000 hp. Angka tersebut muncul karena arsitektur empat motor memungkinkan BMW menaikkan keluaran tenaga jauh melampaui M3 bermesin bensin.

Namun, BMW belum mengonfirmasi angka tersebut. Estimasi yang lebih konservatif menempatkan varian awal pada kisaran di atas 600 hp, kemudian meningkat pada versi Competition atau CS.

Sebagai pembanding, BMW M3 Competition M xDrive bermesin bensin menghasilkan sekitar 510 hp. Artinya, versi listrik berpeluang menawarkan peningkatan tenaga yang besar sekaligus respons instan.

Desain Lebih Liar

BMW M Concept Neue Klasse memperlihatkan bodi sedan dengan fender lebar, posisi roda yang menonjol, serta pusat gravitasi visual yang rendah. Wajahnya tidak lagi memakai kidney grille vertikal berukuran besar seperti M3 generasi G80.

Bumper depan mengadopsi bentuk trimaran yang terinspirasi kapal berkecepatan tinggi. Bagian belakang dilengkapi spoiler ducktail, diffuser besar, dan lampu tiga dimensi bernama Track Lights.

BMW juga menggunakan material serat alami pada splitter, saluran udara kap mesin, dan diffuser. Material tersebut menjadi alternatif komponen serat karbon untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa menghilangkan karakter performa.

Meluncur Kapan?

BMW memastikan mobil listrik berperforma tinggi berbasis Neue Klasse akan memasuki produksi mulai 2027. Sejumlah laporan industri menyebut calon M3 EV menjadi salah satu model pertama dalam keluarga tersebut.

Namun, jadwal yang tersedia saat ini masih berupa rentang waktu, bukan tanggal peluncuran resmi. Peluncuran global diperkirakan berlangsung pada paruh kedua 2027, kemudian distribusi ke berbagai negara dapat berlanjut pada 2028.

Nama produksinya juga belum dipastikan. Mobil tersebut dapat menggunakan nama M3, iM3, atau nomenklatur baru yang memisahkannya dari M3 bermesin bensin.

BMW diperkirakan tetap menawarkan M3 bermesin pembakaran. Strategi dua sumber tenaga memberi pilihan kepada konsumen yang menginginkan performa listrik maupun karakter mesin enam silinder.

Berapa Harganya?

BMW belum mengumumkan harga resmi M3 listrik. Sejumlah media otomotif internasional memperkirakan harga dasarnya mulai USD 80.000 atau sekitar Rp1,31 miliar berdasarkan konversi kurs, sebelum pajak dan biaya distribusi. 

Angka tersebut belum dapat dijadikan harga Indonesia. Struktur pajak, spesifikasi, perlengkapan, kurs, serta strategi BMW Indonesia akan menentukan banderol akhirnya.

Sebagai pembanding, BMW M3 Competition M xDrive saat ini tercantum sekitar Rp2,497 miliar off the road atau Rp2,87 miliar on the road

Jika BMW mempertahankan harga M3 listrik pada tingkat yang berdekatan dengan versi bensin, banderol Indonesia berpotensi berada di sekitar Rp2,8 miliar hingga Rp3,5 miliar. Angka tersebut merupakan proyeksi, bukan harga resmi.

Varian Competition dan CS dengan tenaga lebih besar kemungkinan ditempatkan lebih tinggi. Harganya juga dapat dipengaruhi insentif kendaraan listrik yang berlaku ketika mobil dipasarkan.

Mengapa Layak Ditunggu?

BMW M3 listrik menawarkan teknologi yang tidak sekadar mengandalkan akselerasi lurus. Empat motor memungkinkan pengendalian tenaga pada setiap roda, sementara Heart of Joy menghubungkan akselerasi, pengereman, dan pengendalian dalam satu sistem.

Baterai lebih dari 100 kWh juga menjanjikan kemampuan berkendara jarak jauh. Sistem 800 volt berpotensi memangkas waktu pengisian, sedangkan mode penggerak belakang mempertahankan sebagian karakter tradisional BMW M.

Tantangan terbesarnya adalah bobot. Baterai besar dan empat motor dapat membuat M3 EV jauh lebih berat dibandingkan versi bensin.

BMW harus membuktikan bahwa kecanggihan perangkat lunak tidak sekadar menyamarkan massa kendaraan. Mobil ini juga harus mempertahankan konsistensi tenaga ketika digunakan berulang kali di lintasan.

Empat Motor Jadi Taruhan

BMW M3 listrik berpotensi menjadi perubahan paling radikal dalam sejarah M3. Untuk pertama kalinya, ikon sedan performa itu akan meninggalkan suara mesin enam silinder dan menggantinya dengan empat motor yang bekerja secara individual.

Teknologinya menjanjikan tenaga besar, traksi presisi, pengisian cepat, dan mode berkendara yang dapat diubah dari AWD menjadi RWD. Namun, tenaga, daya jelajah, harga, serta tanggal peluncuran final masih menunggu pengumuman BMW.

Jika harga Indonesia dapat dipertahankan mendekati M3 Competition bensin, M3 EV berpeluang menjadi salah satu sedan listrik performa paling menarik. Jika banderolnya jauh melampaui Rp3,5 miliar, teknologi empat motor itu harus membuktikan bahwa kecepatannya sepadan dengan harga yang dibayar.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
BMW M3 listrik BMW M3 EV mobil listrik BMW BMW M3 2027 harga BMW M3 listrik