PONTIANAK POST – Peta persaingan mobil listrik global berubah cepat. Geely EX2, yang sudah dipasarkan di Indonesia mulai Rp239,9 juta, menjadi mobil terlaris di China pada Agustus 2026 dengan 39.651 registrasi.
Mobil bernama Xingyuan di China itu mengungguli Leapmotor A10 dan Tesla Model Y. Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan listrik berharga terjangkau telah berkembang menjadi produk massal di pasar otomotif terbesar dunia.
Bagi Indonesia, capaian itu dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap mobil listrik China. Persaingan antarpabrikan juga berpotensi menekan harga, memperbanyak fitur, dan memperluas layanan purnajual.
Dua EV Murah Kalahkan Tesla
Data registrasi asuransi yang dipublikasikan China Passenger Car Association (CPCA) menempatkan Geely Xingyuan atau EX2 pada posisi pertama. Leapmotor A10 menyusul dengan 30.652 unit.
Tesla Model Y berada di posisi ketiga dengan 29.260 unit. Fangchengbao Ti 7 milik BYD menyusul dengan 23.471 unit.
Sembilan dari 10 mobil terlaris merupakan kendaraan listrik murni. Tidak ada mobil bermesin pembakaran internal murni dalam daftar tersebut.
| Peringkat | Model | Registrasi Agustus 2026 |
|---|---|---|
| 1 | Geely Xingyuan/EX2 | 39.651 unit |
| 2 | Leapmotor A10 | 30.652 unit |
| 3 | Tesla Model Y | 29.260 unit |
| 4 | Fangchengbao Ti 7 | 23.471 unit |
| 5 | BYD Atto 2 | 22.958 unit |
| 6 | Tesla Model 3 | 20.787 unit |
| 7 | Changan Nevo Q05 | 17.349 unit |
| 8 | Li Auto i6 | 16.979 unit |
| 9 | BYD Dolphin | 16.829 unit |
| 10 | Xiaomi SU7 | 16.518 unit |
Angka tersebut merupakan registrasi asuransi, bukan penjualan dari pabrik kepada dealer. Namun, data registrasi dapat menggambarkan kendaraan yang benar-benar telah masuk ke tangan pengguna.
EX2 Sudah Dijual di Indonesia
Keberhasilan Geely EX2 relevan bagi konsumen Indonesia karena model tersebut sudah dipasarkan di dalam negeri. EX2 Pro dibanderol Rp239,9 juta, sedangkan EX2 Max Rp269,9 juta OTR Jakarta.
Harganya menempatkan EX2 dalam persaingan mobil listrik perkotaan bersama BYD Atto 1, Wuling Air ev, Seres E1, dan VinFast VF 3.
EX2 versi Indonesia menggunakan baterai lithium ferro phosphate berkapasitas 40,8 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 395 kilometer berdasarkan metode NEDC.
Pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 25 menit dengan fasilitas pengisian cepat. Mobil ini juga menggunakan penggerak roda belakang, konfigurasi yang relatif jarang ditemukan pada EV di kelas harganya.
Diproduksi di Purwakarta
Geely EX2 untuk pasar Indonesia dirakit di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Tingkat komponen dalam negeri model tersebut dilaporkan mencapai 46,5 persen.
Data Gaikindo menunjukkan wholesales EX2 mencapai 9.769 unit sepanjang Januari–Agustus 2026. Capaian itu menempatkannya sebagai mobil listrik terlaris ketiga di Indonesia, setelah Jaecoo J5 sebanyak 23.359 unit dan BYD Atto 1 sebanyak 19.909 unit.
Pada Agustus, distribusi EX2 dari pabrik ke dealer mencapai sekitar 1.595 unit. Sementara itu, seluruh model Geely mencatat wholesales 2.121 unit dan retail sales 2.158 unit pada bulan yang sama.
Gaikindo belum memublikasikan akumulasi penjualan ritel EX2 per model dalam laporan terbuka. Angka penjualan ritel merek Geely juga tidak dapat dianggap seluruhnya berasal dari EX2 karena mencakup model lain, termasuk EX5.
Geely belum mengumumkan jumlah kumulatif EX2 yang telah keluar dari jalur produksi Purwakarta. Data wholesales juga tidak dapat langsung disebut sebagai jumlah produksi karena dapat mencakup persediaan dari periode sebelumnya.
Untuk memenuhi permintaan, Geely menggandakan kapasitas produksi EX2 mulai Juni 2026. Kebijakan tersebut memangkas masa tunggu konsumen menjadi sekitar satu bulan, bergantung pada varian, warna, lokasi dealer, dan ketersediaan kendaraan.
Penjualan besar di China dan produksi lokal menjadi modal kuat bagi EX2. Namun, kualitas layanan di Indonesia tetap harus dibuktikan melalui ketersediaan suku cadang, jaringan bengkel, daya tahan baterai, penanganan klaim, dan nilai jual kembali.
Leapmotor A10 Mengintai
Penantang berikutnya datang dari Leapmotor A10. SUV listrik kompak tersebut membukukan 30.652 registrasi di China sepanjang Agustus 2026.
A10 dipasarkan mulai 65.800 yuan hingga 86.800 yuan atau setara sekitar Rp154 juta–Rp203 juta. Nilai itu merupakan konversi langsung dan belum memasukkan pajak serta biaya distribusi jika dipasarkan di Indonesia.
Mobil tersebut memiliki panjang 4.270 milimeter, lebar 1.810 milimeter, tinggi sekitar 1.630 milimeter, dan jarak sumbu roda 2.605 milimeter. Ukurannya lebih besar daripada Geely EX2 dan mendekati SUV kompak perkotaan.
Versi China menggunakan motor listrik 90 kW atau sekitar 121 hp. Tersedia baterai 39,8 kWh dengan jarak tempuh 403 kilometer serta baterai 53 kWh yang diklaim mampu menjangkau 505 kilometer berdasarkan metode CLTC.
Varian tertingginya dilengkapi LiDAR dan dua cip Qualcomm untuk mengoperasikan kokpit digital serta sistem bantuan mengemudi. Meski membawa teknologi tersebut, harganya tetap berada di bawah 100.000 yuan.
Versi Ekspor Bernama B03X
Leapmotor menggunakan nama B03X untuk versi ekspor A10. Model global itu memiliki spesifikasi berbeda dan lebih bertenaga daripada versi China.
B03X dasar memakai motor 130 kW dan baterai LFP 39,8 kWh dengan jarak tempuh 292 kilometer WLTP. Versi tertinggi menggunakan motor 145 kW atau sekitar 197 hp serta baterai 53 kWh yang menawarkan daya jelajah 382 kilometer WLTP.
Di Eropa, harga B03X dimulai dari 24.900 euro atau sekitar Rp484 juta. Varian ProMax dibanderol 29.400 euro atau sekitar Rp572 juta berdasarkan konversi kurs.
Perbedaan harga dengan pasar China menunjukkan besarnya pengaruh spesifikasi, homologasi, pajak, dan biaya distribusi. Karena itu, harga Eropa tidak dapat dijadikan proyeksi langsung untuk Indonesia.
Masih Dipelajari untuk Indonesia
Leapmotor telah memasuki Indonesia bersama Indomobil. Namun, kegiatan perakitan lokal yang telah dikonfirmasi baru mencakup B10 dan C10 di fasilitas PT National Assemblers, Purwakarta.
A10 atau B03X masih dalam tahap studi untuk pasar Indonesia. Hingga 13 September 2026, perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran, lokasi perakitan, target TKDN, pilihan baterai, maupun harga jualnya.
Karena itu, B03X belum dapat dipastikan akan menggunakan fasilitas produksi yang sama dengan B10 dan C10.
Sebagai gambaran strategi harga Leapmotor, B10 dipasarkan Rp499 juta dan C10 mulai Rp618 juta OTR Jakarta. Indomobil sebelumnya menyatakan model awal Leapmotor akan dijaga pada kisaran tidak lebih dari Rp500 juta, tetapi pernyataan tersebut tidak secara khusus merujuk B03X.
Harga EV Makin Murah
Kehadiran EX2 dan peluang masuknya B03X dapat memperketat persaingan mobil listrik pada rentang Rp200 juta–Rp300 juta. Kisaran tersebut menjadi batas penting bagi konsumen yang ingin beralih dari mobil bensin berukuran kecil.
Jika B03X kelak diproduksi lokal dan dijual mendekati Rp300 juta, model itu berpotensi menawarkan badan SUV, tenaga hingga 197 hp, dan jarak tempuh lebih dari 300 kilometer.
Geely memiliki keunggulan lebih awal karena EX2 sudah dirakit lokal dan harganya telah diumumkan. Leapmotor, di sisi lain, dapat memanfaatkan fasilitas produksi, distribusi, dan jaringan layanan Indomobil.
Persaingan tersebut dapat memberi tiga keuntungan kepada konsumen: harga lebih rendah, fitur lebih lengkap, dan garansi lebih kompetitif. Produsen juga akan dituntut memperluas jaringan bengkel dan menjamin pasokan suku cadang.
Mobil Bensin Tersingkir
Daftar mobil terlaris China pada Agustus memperlihatkan perubahan struktural. Kendaraan energi baru atau NEV menguasai sekitar 65 persen penjualan domestik.
Penjualan mobil berbahan bakar konvensional turun seiring meningkatnya pilihan EV murah, insentif kendaraan listrik, dan tekanan harga bahan bakar. Mobil listrik tidak lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama konsumen China.
Namun, pertumbuhan volume belum tentu meningkatkan keuntungan produsen. Perang harga, kenaikan biaya bahan baku, serta besarnya investasi teknologi terus menekan margin perusahaan otomotif.
Ketatnya pasar domestik mendorong produsen China memperbesar ekspor. Pada Agustus 2026, ekspor mobil penumpang China mencapai 894 ribu unit atau meningkat 77,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia menjadi pasar penting karena memiliki insentif kendaraan listrik, sumber daya bahan baku baterai, dan jumlah konsumen yang besar. Kebijakan produksi lokal juga dapat membantu produsen memenuhi ketentuan pemerintah sekaligus menekan harga.
Murah Belum Tentu Hemat
Konsumen tidak cukup membandingkan harga pembelian. Biaya pemasangan pengisi daya di rumah, tarif listrik, asuransi, depresiasi, dan potensi penggantian komponen di luar garansi perlu dihitung.
Kapasitas instalasi listrik rumah juga harus diperiksa. Pengisian di rumah menjadi penting karena stasiun pengisian kendaraan listrik umum belum tersedia merata di seluruh Indonesia.
Ketentuan garansi baterai harus dibaca secara terperinci, termasuk batas jarak tempuh dan tingkat penurunan kapasitas yang dapat diklaim. Garansi tidak selalu menanggung seluruh penurunan kemampuan penyimpanan energi.
Jaringan bengkel menjadi pertimbangan penting bagi konsumen di luar Pulau Jawa. Harga murah kehilangan daya tarik jika pemilik harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh perawatan atau perbaikan.
Sinyal bagi Konsumen
Keberhasilan Geely EX2 mengalahkan Tesla Model Y membuktikan bahwa mobil listrik murah dapat diterima pasar secara massal. Konsumen tidak hanya mencari merek terkenal atau tenaga besar, tetapi juga mempertimbangkan harga, ruang kabin, jarak tempuh, dan biaya penggunaan.
Bagi Indonesia, pencapaian itu memperkuat posisi EX2 sebagai mobil listrik perkotaan dengan harga mulai Rp239,9 juta. Produksi lokal juga memberi peluang bagi Geely menjaga pasokan dan menekan masa tunggu.
Ancaman berikutnya dapat datang dari Leapmotor B03X. Jika diproduksi lokal dan dijual dengan harga agresif, SUV listrik tersebut berpotensi membuka babak baru persaingan EV murah di Indonesia.
Persaingan itu akan menguntungkan konsumen selama harga rendah tetap disertai standar keselamatan, transparansi kondisi baterai, kesiapan bengkel, jaminan suku cadang, dan layanan purnajual yang dapat diandalkan.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro