PONTIANAK POST - MAZDA CX-90 PHEV menjadi salah satu SUV tiga baris yang menggabungkan mesin bensin dengan sistem plug-in hybrid.
Dalam ulasan Motor1, model ini dinilai menawarkan perpaduan menarik antara performa, kenyamanan dan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik.
CX-90 PHEV menggunakan mesin bensin 2,5 liter empat silinder yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai lithium-ion berkapasitas 17,8 kWh.
Baca Juga: Mazda Indonesia Pamerkan Produk Daur Ulang Botol Oli di GIIAS 2026, Dorong Inovasi Ramah Lingkungan
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sistem hingga 323 hp dan torsi sekitar 500 Nm. Sistem penggerak juga dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan serta penggerak semua roda.
Bisa Melaju dengan Tenaga Listrik
Salah satu keunggulan CX-90 PHEV adalah kemampuannya digunakan sebagai kendaraan listrik untuk perjalanan tertentu.
Baterai 17,8 kWh memberikan jarak tempuh listrik sekitar 25–26 mil atau 40–42 kilometer, tergantung hasil pengukuran dan kondisi pengujian.
Baca Juga: Mazda CX-5 Terbaru: Lebih Nyaman, Lebih Canggih, tetapi Pilihan Mesin Terbatas
Motor1 menilai sistem elektrifikasi CX-90 PHEV mampu memberikan tenaga yang cukup untuk berkendara di dalam kota maupun jalan bebas hambatan.
Karakter tersebut membuat CX-90 PHEV tetap memiliki kemampuan akselerasi ketika menggunakan mesin bensin, sekaligus dapat melaju lebih senyap saat mengandalkan motor listrik.
Kabin Premium Tiga Baris
CX-90 PHEV menawarkan konfigurasi tiga baris tempat duduk. Bagian kabin menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pengujian.
Baca Juga: The New Mazda CX-5 Meluncur di Pontianak, Fitur Canggih Utamakan Kenyamanan
Motor1 menilai CX-90 PHEV Premium Plus memiliki tempat duduk depan yang nyaman serta posisi mengemudi yang baik. Kabinnya juga menggunakan material yang memberikan kesan premium.
Kapasitas tiga baris membuat SUV ini dapat digunakan untuk membawa lebih banyak penumpang dibandingkan SUV dua baris.
Namun, seperti sejumlah SUV tiga baris lainnya, ruang pada baris ketiga lebih terbatas dibandingkan dua baris di depan.
Performa Menjadi Salah Satu Kekuatan
Sistem plug-in hybrid memberikan CX-90 PHEV karakter yang berbeda dibandingkan SUV konvensional.
Baca Juga: Volvo XC60 dan XC90 2028 Punya Jarak Tempuh Listrik Hampir 130 Km
Motor listrik memberikan respons tenaga sejak awal, sedangkan mesin bensin tetap tersedia ketika diperlukan tenaga lebih besar atau ketika daya baterai tidak mencukupi.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sistem 323 hp dan membuat CX-90 PHEV memiliki kemampuan akselerasi yang cukup kuat untuk ukuran SUV tiga baris.
Ada Catatan pada Transmisi
Di balik keunggulan tersebut, pengujian terhadap CX-90 PHEV juga menunjukkan beberapa catatan.
Baca Juga: Honda CR-V Generasi Baru Diprediksi Hadir 2028, Mesin Hybrid Baru dan Desain SUV Lebih Sporty
Sistem transmisi dapat terasa kurang mulus dalam kondisi tertentu. Perpindahan gigi dan respons sistem penggerak menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika kendaraan digunakan pada kecepatan rendah.
Dengan demikian, pengalaman berkendara CX-90 PHEV tidak sepenuhnya tanpa kompromi meski sistem elektrifikasinya menawarkan kombinasi tenaga dan efisiensi.
Pilihan untuk Pengguna SUV Tiga Baris
CX-90 PHEV menawarkan pendekatan berbeda di kelas SUV tiga baris. Kendaraan ini tetap memiliki mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh, tetapi baterai 17,8 kWh memungkinkan sebagian perjalanan dilakukan dengan tenaga listrik.
Baca Juga: Geely EX2, Mobil EV Rp239 Juta Kalahkan Tesla
Motor1 menilai CX-90 PHEV Premium Plus sebagai kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai dan nyaman ditempati.
Posisi mengemudi, kualitas kabin serta kemampuan sistem elektrifikasi menjadi bagian yang menonjol dalam pengujian.
Di sisi lain, karakter transmisi dan keterbatasan ruang baris ketiga menjadi beberapa kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih SUV plug-in hybrid tersebut. (*)
Editor : Chairunnisya