PONTIANAK POST – Beijing Off-Road memperkenalkan Xingtan 5X, SUV kotak berukuran besar yang disiapkan dengan pilihan tenaga listrik murni dan plug-in hybrid. Varian listriknya menawarkan jarak tempuh hingga 625 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Mobil ini pertama kali tampil di depan publik pada Chengdu Motor Show, 21 Agustus 2026. Karena itu, informasi bahwa debutnya berlangsung pada September perlu dikoreksi.
Dilansir BAIC Motors, Xingtan 5X menjadi produk pertama dalam lini kendaraan energi baru Xingtan milik Beijing Off-Road. Produsen menempatkannya sebagai SUV keluarga yang dapat digunakan di perkotaan dan medan ringan, bukan kendaraan ekstrem dengan struktur ladder frame.
Karakter Xingtan 5X
Gagah, tetapi Berorientasi Keluarga
Xingtan 5X mempunyai bodi panjang, tegak, dan bersudut. Siluet tersebut membuatnya sekilas mengingatkan pada Land Rover Defender, meski keduanya tidak berhubungan secara teknis.
Panjang bodinya mencapai 4.865 mm tanpa ban cadangan. Angka itu bertambah menjadi sekitar 5.005 mm apabila dihitung bersama ban cadangan eksternal.
Lebarnya mencapai 2.000 mm, tingginya 1.910 mm, dan jarak sumbu roda 2.875 mm. Kabin menggunakan konfigurasi lima tempat duduk.
Dimensi besar itu menawarkan ruang yang lebih leluasa bagi keluarga. Namun, lebar dua meter juga menuntut perhatian lebih ketika kendaraan digunakan di jalan sempit atau area parkir perkotaan.
Bukan SUV Off-Road Ekstrem
Xingtan 5X memakai konstruksi bodi monokok atau unibody. Karakter tersebut berbeda dari SUV off-road berat yang menggunakan sasis tangga.
Sudut datangnya mencapai 25 derajat, sedangkan sudut keberangkatannya 28 derajat. Kemampuan itu lebih sesuai untuk perjalanan keluarga, jalan tanah, dan wisata alam ringan.
Spesifikasi Xingtan 5X EV
Varian listrik murni memakai satu motor bertenaga maksimum 227 kW atau sekitar 309 PS. Motor tersebut dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate.
Baterainya berkapasitas sekitar 80,9 kWh. Beijing Off-Road mengklaim jarak tempuh hingga 625 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.
| Spesifikasi | Xingtan 5X EV |
|---|---|
| Tipe kendaraan | SUV listrik menengah-besar |
| Konfigurasi kursi | 5 penumpang |
| Panjang | 4.865 mm |
| Panjang dengan ban cadangan | Sekitar 5.005 mm |
| Lebar | 2.000 mm |
| Tinggi | 1.910 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.875 mm |
| Tenaga motor | 227 kW atau sekitar 309 PS |
| Jenis baterai | LFP |
| Kapasitas baterai | Sekitar 80,9 kWh |
| Jarak tempuh | 625 km CLTC |
| Sudut datang | 25 derajat |
| Sudut pergi | 28 derajat |
Angka 625 kilometer masih menggunakan standar CLTC. Jarak tempuh dalam pemakaian nyata dapat berkurang karena kecepatan, suhu, muatan, penggunaan pendingin udara, dan kondisi jalan.
Ada Versi Plug-in Hybrid
Selain BEV, Xingtan 5X disiapkan dalam versi plug-in hybrid. Model ini memakai mesin bensin turbo 1,5 liter dan baterai LFP berkapasitas 50,4 kWh.
Data awal menyebut versi tersebut mempunyai jarak tempuh listrik 232 kilometer berdasarkan WLTC. Estimasi dengan standar CLTC berada di atas 300 kilometer.
Pilihan PHEV dapat menjadi jalan tengah bagi konsumen yang belum memiliki akses mudah terhadap pengisian cepat. Pengemudi masih dapat menggunakan mesin bensin dalam perjalanan jauh.
LiDAR Belum Berarti Swakemudi
Foto registrasi kendaraan memperlihatkan perangkat LiDAR di bagian atap. Sensor tersebut dapat membantu kendaraan membaca jarak dan bentuk objek di sekelilingnya.
Namun, keberadaan LiDAR tidak otomatis menjadikan Xingtan 5X kendaraan swakemudi penuh. Fitur yang ditawarkan tetap berupa sistem bantuan pengemudi dan membutuhkan pengawasan manusia.
Sejumlah laporan menyebut Xingtan 5X berpeluang memakai sistem bantuan mengemudi Huawei ADS Pro. Sampai spesifikasi setiap tipe diumumkan, ketersediaan perangkat dan fungsi tersebut belum dapat dianggap berlaku pada seluruh varian.
Harga Belum Diumumkan
Hingga 16 September 2026, Beijing Off-Road belum mengumumkan harga resmi maupun harga prapenjualan Xingtan 5X. Basis data kendaraan China juga masih mencantumkan model tersebut tanpa harga.
Sejumlah media memperkirakan Xingtan 5X akan bermain di kelas 150.000 hingga 200.000 yuan. Angka itu hanya perkiraan pasar, bukan harga resmi produsen.
Status penjualan di luar China, termasuk Indonesia, juga belum diumumkan. Konsumen perlu memperhitungkan perbedaan spesifikasi, pajak, layanan purnajual, dan ketersediaan suku cadang apabila mobil tersebut kelak dipasarkan secara global.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro