PONTIANAK POST – Ketidakpastian insentif dari pemerintah dan kecenderungan pasar menahan pembelian motor listrik membuat SAVART Motors harus mengatur penjualan pada segmen yang lebih menjanjikan. Mereka memilih mengincar segmen menengah untuk memastikan penjualan bisa berekspansi.
CEO SAVART Motors William Ekaputra Taifan mengakui performa penjualan kendaraan listrik saat ini belum menggembirakan.
”Sales relatif belum bagus. Overall market memang sedang tidak bagus. Target kami sebenarnya masuk ke semua segmen, tetapi sekarang kami sedang push produk untuk segmen menengah,” ujarnya.
Baca Juga: ALVA Cervo, Motor Listrik Bergaya Sporty dengan Jarak Tempuh hingga 125 Kilometer
Menurut William, terdapat sejumlah tantangan yang masih menghantui pasar motor listrik. Pertama, soal masyarakat yang sudah terlanjur menganggap motor listrik cepat rusak.
”Persepsinya sudah rusak dari pengalaman sebelumnya. Ada electric motorcycle yang kualitasnya below expectation atau di bawah yang dijanjikan. Akhirnya masyarakat merasa motor listrik gampang rusak dan malah lebih mahal,” jelas William lagi.
Kedua, insentif dari pemerintah yang tak pasti membuat konsumen menahan pembelian. ”Setiap beberapa bulan ada informasi subsidi, tetapi tidak terlaksana. Akhirnya customer menahan buying. Sekarang terulang lagi. Kalau bicara retail sekarang, retail benar-benar desperate, jadi harus evolve,” katanya.
Chief Operating Officer SAVART Motors, Gerry Ekaputra Taifan menambahkan, persaingan produk impor juga memperumit keadaan. Rantai pasok yang matang dan dukungan pemerintah membuat Tiongkok lebih siap menghadapi persaingan. ”Sementara kita di sini baru memulai industri ini sekitar lima sampai enam tahun,” pungkas Gerry. (had/gal)
Editor : Rafael B. Junior