PONTIANAK POST - Volvo menyiapkan teknologi plug-in hybrid (PHEV) dengan jarak tempuh listrik hingga 126 kilometer pada XC60 PHEV yang akan hadir pada 2028.
Teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi Volvo menjadikan PHEV sebagai jembatan menuju kendaraan listrik sepenuhnya.
Laman CarBuzz, Kamis (17/9) waktu setempat, melaporkan XC60 PHEV terbaru disiapkan untuk menjawab keterbatasan jarak tempuh listrik pada banyak kendaraan PHEV saat ini.
Sebagian PHEV hanya mampu menempuh sekitar 48 hingga 64 kilometer menggunakan tenaga listrik. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat sebagian pengguna enggan mengisi daya dan akhirnya lebih sering mengandalkan mesin bensin.
Baca Juga: Wuling Eksion EV Hadir untuk Keluarga Indonesia, SUV Listrik 7 Penumpang
Jarak Tempuh Listrik Lebih Panjang
Volvo XC60 PHEV akan dibekali baterai berkapasitas 41,2 kWh. Volvo meyakini baterai tersebut mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 126 kilometer hanya dengan tenaga listrik.
Kapasitas baterai tersebut tergolong besar untuk sebuah kendaraan PHEV. Dengan kemampuan tersebut, XC60 PHEV akan memberikan ruang lebih besar bagi pengguna untuk menjalankan aktivitas harian menggunakan tenaga listrik.
Laman CarBuzz juga melaporkan bahwa perjalanan pergi-pulang ke tempat kerja rata-rata di Amerika Serikat mencapai sekitar 66 kilometer per hari.
Jarak tempuh listrik hingga 126 kilometer secara teoritis dapat mencakup perjalanan harian tersebut tanpa perlu mengandalkan mesin bensin sepanjang perjalanan, meskipun penggunaan aktual tetap bergantung pada kondisi berkendara.
PHEV sebagai Jembatan Menuju Mobil Listrik
Volvo melihat PHEV dengan jarak tempuh listrik panjang sebagai salah satu cara membantu konsumen beradaptasi sebelum beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.
Commercial Product Lead Volvo Cars Olof Landin mengatakan teknologi PHEV dapat memberikan pengalaman berkendara listrik sekaligus mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh.
“Kami berpikir bahwa sistem penggerak PHEV merupakan langkah yang sempurna menuju elektrifikasi sehingga kami dapat memberikan manfaat kendaraan listrik kepada pelanggan tanpa adanya kekhawatiran mengenai jarak tempuh," kata Olof Landin.
"Jadi, kami percaya bahwa pelanggan yang beralih ke PHEV dengan jarak tempuh panjang ini akan menikmati pengalaman berkendara sepenuhnya dengan tenaga listrik, dan mereka akan beradaptasi untuk kemudian menggunakan mobil listrik sepenuhnya.”
Baca Juga: Nissan Pixo EV Resmi Diluncurkan September ini, Mobil Mungil Sasar Konsumen Urban
Strategi Produk Volvo
Volvo juga tengah menyiapkan ekspansi produk sebagai bagian dari rencana menghadirkan 13 kendaraan baru.
Kendaraan tersebut tidak seluruhnya akan memiliki model yang sama di setiap negara. Volvo akan menyesuaikan produk tertentu dengan kebutuhan masing-masing pasar.
Dari rencana tersebut, tujuh mobil disebut akan ditujukan secara khusus untuk pasar Barat. Beberapa di antaranya kemungkinan merupakan mobil wagon.
Strategi tersebut muncul bersamaan dengan perkembangan Volvo di pasar Eropa. Perusahaan asal Swedia itu mulai memperkuat persaingannya dengan produsen mobil Jerman di kawasan tersebut.
XC60 PHEV 2028 dengan kemampuan listrik hingga 126 kilometer menunjukkan bagaimana Volvo mencoba memperpanjang peran teknologi plug-in hybrid di tengah peralihan industri otomotif menuju kendaraan listrik sepenuhnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara