PONTIANAK POST — Dominasi Toyota Hiace di segmen kendaraan angkut penumpang berpotensi mendapat tantangan baru. Kia memperkenalkan Kia PV7, van listrik berkapasitas hingga 11 penumpang, dalam IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman.
PV7 menawarkan jarak tempuh sekitar 480 kilometer dan pengisian cepat 10–80 persen dalam 25 menit. Namun, kendaraan tersebut baru dijadwalkan memasuki pasar Eropa pada paruh kedua 2027 dan belum dipastikan hadir di Indonesia.
Calon Penantang Elektrik Hiace
Dilansir ArenaEV, Kia merancang PV7 sebagai kendaraan serbaguna untuk kebutuhan angkutan penumpang dan barang. Model Passenger dan Cargo menjadi dua varian pertama yang diperkenalkan.
Versi Passenger tersedia dengan tujuh atau sembilan kursi untuk pasar global. Khusus Korea Selatan, Kia menyiapkan konfigurasi hingga 11 penumpang.
Kapasitas itu menempatkan PV7 di wilayah pasar yang selama ini diisi van seperti Toyota Hiace. Keduanya berpotensi digunakan untuk layanan antar-jemput, hotel, perjalanan wisata, dan operasional perusahaan.
Namun, persaingan langsung akan ditentukan harga, daya tahan, jaringan servis, kemudahan pengisian daya, dan kepastian pemasaran di setiap negara.
Kia PV7 menawarkan pendekatan berbeda dari Toyota Hiace. PV7 mengandalkan tenaga listrik, pengisian cepat, dan kabin fleksibel, sedangkan Hiace mempertahankan mesin diesel serta kapasitas penumpang yang lebih besar pada varian tertentu.
Secara dimensi, keduanya relatif berdekatan. PV7 sedikit lebih panjang dan lebar dibandingkan Hiace versi yang dipasarkan di Hong Kong, tetapi tingginya sama-sama 1.990 mm.
| Perbandingan | Kia PV7 | Toyota Hiace |
|---|---|---|
| Sistem penggerak | Motor listrik | Mesin diesel 2,8 liter |
| Kapasitas | 7–11 penumpang | Bergantung varian dan pasar |
| Panjang | 5.360 mm | 5.265 mm* |
| Lebar | 1.995 mm | 1.950 mm* |
| Tinggi | 1.990 mm | 1.990 mm* |
| Jarak tempuh/konsumsi | Hingga 480 km WLTP** | 11,7 km per liter* |
| Pengisian/pengisian BBM | 10–80 persen sekitar 25 menit | Pengisian solar dalam beberapa menit |
| Harga | Belum diumumkan | Berbeda menurut varian dan wilayah |
| Jaringan servis Indonesia | Belum dipastikan untuk PV7 | 297 bengkel Toyota |
| Pemasaran Indonesia | Belum dikonfirmasi | Sudah dipasarkan |
*Spesifikasi Hiace versi Hong Kong; dapat berbeda dari model Indonesia.
**Klaim jarak tempuh PV7 Cargo.
Harga dan biaya operasional kedua kendaraan belum dapat dibandingkan secara langsung. Kia belum mengumumkan harga maupun konsumsi energi PV7, sedangkan biaya penggunaan Hiace dipengaruhi harga solar dan kondisi operasional.
Toyota unggul dalam kesiapan pasar Indonesia melalui jaringan 297 bengkel perawatan dan perbaikan. PV7 baru dapat menjadi penantang nyata apabila Kia membawanya ke Indonesia dengan harga kompetitif, fasilitas pengisian memadai, dan dukungan purnajual yang kuat.
Jarak Tempuh Mencapai 480 Kilometer
Kia menyediakan dua pilihan baterai berbahan nickel-cobalt-manganese atau NCM. Varian standar menggunakan baterai 71,5 kWh, sedangkan versi Long Range dibekali kapasitas 96,2 kWh.
Untuk PV7 Cargo, Kia mengklaim jarak tempuh lebih dari 298 mil atau sekitar 480 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan standar WLTP. Jarak tempuh versi Passenger belum disebutkan.
| Spesifikasi | Kia PV7 |
|---|---|
| Baterai standar | 71,5 kWh |
| Baterai Long Range | 96,2 kWh |
| Jarak tempuh Cargo | Lebih dari 480 km WLTP |
| Penggerak standar | Roda depan |
| Tenaga maksimum | 268 hp |
| Torsi maksimum | 420 Nm |
| Kapasitas penumpang | 7–11 orang |
Angka dalam penggunaan nyata dapat berbeda karena dipengaruhi muatan, suhu, kecepatan, rute, dan penggunaan pendingin udara.
Isi Daya 25 Menit
PV7 menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt. Dengan pengisi daya cepat DC 350 kW, baterai diklaim dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam sekitar 25 menit.
Kemampuan tersebut berpotensi mengurangi waktu berhenti kendaraan operasional. Namun, manfaatnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian berdaya tinggi.
Kia juga menyematkan fitur Vehicle-to-Load atau V2L. Teknologi itu memungkinkan baterai kendaraan memasok listrik untuk peralatan kerja, kegiatan luar ruang, maupun kebutuhan darurat.
Lebih dari Sekadar Mobil Penumpang
PV7 memiliki panjang 5.360 mm, lebar 1.995 mm, dan tinggi 1.990 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.500 mm.
Kia menyiapkan hingga 23 varian dalam beberapa tahun mendatang. Strategi tersebut menunjukkan PV7 tidak hanya diarahkan sebagai kendaraan penumpang, tetapi juga platform mobilitas untuk berbagai usaha.
Versi Cargo menyediakan ruang barang 6,1 meter kubik pada konfigurasi standar. Kapasitasnya meningkat menjadi 8 meter kubik pada varian High Roof, dengan daya angkut hingga 1.200 kilogram.
Kursi Bisa Diatur Ulang
PV7 Passenger tujuh kursi menggunakan sistem Long-Rail Easy Remove Seats. Posisi kursi dapat digeser, diatur ulang, atau dilepas untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang dan barang.
Versi sembilan kursi tersedia dalam susunan empat baris atau tanpa baris keempat. Fleksibilitas ini dapat menarik konsumen hotel, biro perjalanan, dan penyedia layanan antar-jemput.
Di kabin depan, Kia menawarkan layar 12,9 inci dan 14,6 inci dengan sistem Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Asisten AI Gleo dapat menjalankan sejumlah fungsi melalui perintah suara.
Belum Dipastikan Masuk Indonesia
Kia berencana memasarkan PV7 di Eropa mulai paruh kedua 2027. Varian lain akan menyusul setelah peluncuran perdana.
Harga PV7 belum diumumkan. Belum ada pula konfirmasi mengenai rencana penjualan di Indonesia.
Karena itu, ancaman terhadap Toyota Hiace di Indonesia masih bersifat potensial. PV7 baru dapat menjadi pesaing nyata apabila dipasarkan dengan harga kompetitif serta didukung jaringan pengisian dan layanan purnajual yang memadai.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro