PONTIANAK POST - Omoway OMO-X, motor listrik yang diperkenalkan sebagai motorobot, dinyatakan lolos uji tabrak laboratorium pada kecepatan 30 km/jam.
Istilah itu merujuk pada gabungan motor dan teknologi robotik. Hasil uji menunjukkan komponen kunci tetap aman dan berfungsi.
Usai benturan, Smart System tetap menyala normal. Kemampuannya bertahan setelah tabrakan menjadi indikator penting bahwa sistem tidak terganggu oleh guncangan.
Baca Juga: OMO-X, Motor Listrik yang Bisa Berdiri dan Parkir Sendiri Tanpa Standar, Begini Cara Kerja Fiturnya
Sasis juga tidak berubah bentuk maupun patah. Struktur yang tetap kokoh menjaga komponen lain tetap terpasang dan menekan risiko kerusakan lanjutan.
Giroskop, Fork Depan, dan Baterai Tetap Aman
Giroskop, komponen yang berkaitan dengan keseimbangan motor, berfungsi baik, begitu pula komponen listrik lainnya. Hal ini penting mengingat OMO-X mengusung fitur self-balancing.
Fork depan tidak patah dan menyerap energi benturan secara optimal. Bagian ini meredam gaya sebelum diteruskan ke bagian lain motor.
Baterai dinyatakan aman tanpa kerusakan maupun kebocoran. Temuan ini relevan bagi calon pengguna yang mengkhawatirkan keselamatan baterai saat kecelakaan.
Baca Juga: Suspensi Motor Gede Kini Ada di Motor Listrik, OMO-X Pakai Teknologi Double Wishbone Ala Goldwing
Self-Balancing, Self-Parking, dan Baterai LFP hingga 260 km
Dengan sistem self-balancing, OMO-X diklaim mampu berdiri tegak sendiri tanpa standar samping maupun standar tengah yang dioperasikan manual. Fitur self-parking membuat motor memosisikan diri secara otomatis saat berhenti atau parkir.
OMO-X memakai baterai Lithium Iron Phosphate (LFP). Tipe Standar 5,38 kWh menempuh 160 km (WMTC) atau lebih dari 200 km pada kecepatan rata-rata 30 km/jam, sedangkan Long Range 7,68 kWh mencapai 210 km (WMTC) atau hingga 260 km.
Pengisian dayanya fleksibel. Charger 800W selama 6 jam, charger cepat 2000W selama 2,5 jam, atau stasiun khusus Omoway 1,5 jam untuk pengisian 0-80 persen.
Peluncuran Perdana dan Catatan Keselamatan
Berdasarkan laman resmi Omoway, Indonesia dipilih sebagai pasar perdana peluncuran global OMO-X, bukan negara asal produsennya.
Riset pengembangan dilakukan khusus di pasar Indonesia sejak dua tahun sebelum peluncuran resmi.
Tujuannya menyesuaikan spesifikasi, fitur, dan kemampuan motor dengan pola berkendara serta kondisi jalan di Tanah Air.
Baca Juga: Alasan Omoway Pilih Indonesia Jadi Pasar Pertama di Dunia untuk Motor Listrik OMO-X
Uji tabrak dilakukan di laboratorium pada 30 km/jam, sehingga hasilnya tidak serta-merta menggambarkan semua kondisi kecelakaan di jalan. Pengendara tetap perlu mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob