Honda E-VO, Motor Listrik Bergaya Café Racer Tembus 120 Km/Jam

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 23:23 WIB
Wuyang-Honda E-VO dengan konsep Tricolor RWB
Wuyang-Honda E-VO dengan konsep Tricolor RWB

 

PONTIANAK POST — Motor listrik Honda tidak melulu berbentuk skuter untuk mobilitas perkotaan. Di China, Wuyang-Honda memiliki E-VO, motor listrik bergaya café racer yang mampu melaju hingga 120 kilometer per jam dengan jarak tempuh mencapai 170 kilometer.

E-VO menarik perhatian di tengah berkembangnya sepeda motor listrik berperforma tinggi di China pada 2026. Alih-alih hanya mengandalkan baterai besar, Wuyang-Honda menggabungkan tenaga, rangka ringan, suspensi, teknologi pintar, dan desain layaknya sepeda motor sport konvensional.

Model ini menempati segmen motor listrik cross-bike kelas atas Wuyang-Honda. Bentuknya jauh dari kesan skuter listrik perkotaan. Lampu depan bulat, bodi rendah, serta garis desain café racer membuatnya lebih menyerupai motor sport bermesin bensin.

Di balik tampilannya, E-VO menggunakan sistem penggerak Wi-Power dengan motor listrik mid-mounted flat-wire. Tenaga puncaknya mencapai 15,8 kW atau setara sekitar 21 tenaga kuda.

Kemampuan tersebut membawa E-VO melesat dari posisi diam hingga 50 km/jam dalam 2,8 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 120 km/jam.

Angka itu menempatkan E-VO jauh di atas motor listrik komuter berkecepatan rendah. Wuyang-Honda tampaknya ingin mempertahankan sensasi berkendara sepeda motor konvensional meski sumber tenaganya sepenuhnya listrik.

Tiga Baterai, Tempuh 170 Km

Performa tinggi dibarengi kapasitas baterai yang cukup besar. Pada konfigurasi tiga baterai, E-VO menggunakan paket 74V/84Ah.

Jarak tempuhnya diklaim mencapai 170 kilometer berdasarkan siklus pengujian WMTC. Artinya, motor ini tidak hanya dirancang untuk perjalanan pendek dari rumah ke tempat kerja.

Salah satu fitur menarik adalah dukungan terhadap fasilitas pengisian AC kendaraan. Pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian dari rumah karena E-VO dapat memanfaatkan infrastruktur pengisian AC yang kompatibel.

Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan pada pengembangan motor listrik. Persoalannya bukan lagi hanya seberapa jauh kendaraan dapat berjalan, tetapi juga bagaimana pengguna mendapatkan kembali energi ketika baterai mulai habis.

Bukan Cuma Motor dan Baterai Besar

Wuyang-Honda tidak membangun E-VO dengan formula sederhana berupa motor listrik bertenaga besar dan baterai berkapasitas besar.

Sektor rangka dan kaki-kaki mendapat perhatian khusus. E-VO menggunakan rangka aluminium alloy forged. Pendekatan ringan juga diterapkan pada beberapa bagian, termasuk setang dan swingarm.

Suspensi depan menggunakan model upside-down, sedangkan bagian belakang mengandalkan suspensi FSD nitrogen. Ban semi-slick digunakan untuk memperkuat karakter berkendara yang berorientasi pada performa.

Kombinasi tersebut menunjukkan E-VO dikembangkan sebagai sebuah sepeda motor, bukan sekadar kendaraan listrik roda dua.

Tenaga, rangka, suspensi, ban, dan distribusi bobot diposisikan sebagai satu kesatuan untuk menghasilkan karakter berkendara.

Pendekatan ini pula yang membedakan E-VO dengan banyak motor listrik yang lebih berorientasi pada mobilitas praktis dalam kota.

Café Racer Masuk Era Listrik

Desain menjadi daya tarik lain E-VO. Wuyang-Honda menggabungkan unsur klasik café racer dengan pendekatan futuristis.

Proporsi tubuh rendah, bagian depan ringkas, lampu bulat, dan karakter motor cross-bike membuat sumber tenaga listriknya tidak langsung terlihat dari kejauhan.

Desain tersebut bahkan memperoleh penghargaan internasional iF Design Award.

E-VO dengan demikian membawa pendekatan berbeda terhadap elektrifikasi. Motor listrik tidak harus meninggalkan identitas visual sepeda motor konvensional.

Bagi pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan motor bensin, desain seperti ini dapat menjadi jembatan menuju kendaraan listrik tanpa harus beralih ke bentuk skuter.

Kamera Depan-Belakang

Teknologi digital turut menjadi bagian penting E-VO. Sistem Wi LINK memungkinkan motor terhubung dengan aplikasi pada telepon pintar.

Pengguna mendapatkan akses NFC dan Bluetooth untuk membuka kendaraan tanpa menggunakan kunci konvensional. Berbagai informasi kendaraan juga dapat terintegrasi melalui sistem tersebut.

Menariknya, Wuyang-Honda memasang kamera beresolusi 1080p pada bagian depan dan belakang.

Kamera tersebut berfungsi sebagai driving recorder atau perekam perjalanan. Konsepnya menyerupai dashcam pada mobil, tetapi diterapkan pada sepeda motor.

Fitur ini semakin mempertegas bahwa elektrifikasi E-VO tidak berhenti pada pergantian mesin bensin dengan motor listrik. Digitalisasi juga menjadi bagian dari pengalaman berkendara.

Bukan Honda Indonesia

Meski membawa nama Honda, posisi E-VO perlu dibedakan dengan sepeda motor Honda yang dipasarkan di Indonesia.

E-VO merupakan produk Wuyang-Honda, perusahaan patungan Honda yang beroperasi di China. Karena itu, keberadaan model tersebut di pasar China tidak berarti E-VO telah menjadi bagian dari lini sepeda motor listrik Honda di Indonesia.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pemasaran Wuyang-Honda E-VO di Indonesia.

Namun, keberadaannya menarik untuk melihat arah pengembangan sepeda motor listrik Honda di pasar lain.

Dengan tenaga puncak 15,8 kW, kecepatan maksimum 120 km/jam, akselerasi 0–50 km/jam hanya 2,8 detik, serta jangkauan hingga 170 kilometer, E-VO menunjukkan motor listrik mulai bergerak keluar dari wilayah kendaraan komuter sederhana.

Rangka aluminium, suspensi berorientasi performa, ban semi-slick, konektivitas digital, hingga kamera depan-belakang semakin memperkuat pendekatan tersebut.

E-VO akhirnya bukan hanya menawarkan pertanyaan tentang seberapa jauh motor listrik dapat melaju. Model ini menunjukkan bagaimana karakter sepeda motor café racer dan sensasi motor sport mulai diterjemahkan ke era listrik.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Wuyang-Honda E-VO café racer listrik motor listrik 120 km/jam motor listrik 170 km Motor Listrik Honda