PONTIANAK POST – Motor bergaya bobber tidak selalu harus berukuran besar dan mengandalkan mesin berkapasitas jumbo. Moto Morini Rumble 350 menawarkan formula berbeda: tampang kekar khas bobber, mesin V-Twin 350 cc, tetapi tinggi jok hanya 735 mm.
Rumble menjadi salah satu model yang memperluas keluarga motor berkapasitas kecil-menengah Moto Morini. Motor ini mengambil inspirasi dari dunia bobber dengan desain minimalis, ban gemuk, posisi berkendara rendah, serta mesin dua silinder berbentuk V yang menjadi daya tarik utamanya.
Moto Morini menggambarkan Rumble sebagai motor dengan karakter elegan tetapi memiliki “jiwa rock”. Desainnya menggabungkan elemen vintage dengan perangkat sepeda motor modern.
Bobber dengan Mesin 350 cc
Di balik tampilannya yang kekar, Moto Morini Rumble menggunakan mesin relatif kompak.
Mesinnya berkapasitas 350,3 cc, dua silinder konfigurasi V 60 derajat, empat langkah, DOHC delapan katup, dan berpendingin cairan.
Tenaga maksimumnya mencapai 24 kW atau 32,6 hp pada 8.500 rpm, sedangkan torsi puncak berada di angka 31 Nm pada 6.500 rpm.
Moto Morini mencantumkan kecepatan maksimum 150 km/jam. Mesin tersebut juga telah memenuhi standar emisi Euro 5+.
Konfigurasi V-Twin menjadi salah satu pembeda Rumble di kelas 300–400 cc. Banyak motor pada rentang kapasitas tersebut menggunakan mesin satu silinder atau parallel-twin, sedangkan Rumble mempertahankan konfigurasi yang secara visual maupun karakter erat dengan dunia cruiser dan bobber.
Jok Hanya 735 Mm
Angka yang mungkin paling menarik bagi calon pengguna justru bukan kapasitas mesin ataupun tenaga.
Tinggi jok Rumble hanya 735 mm.
Angka tersebut membuat posisi duduknya sangat rendah dibandingkan banyak sepeda motor sport maupun adventure. Namun, kemudahan kaki menapak tetap bergantung pada tinggi badan, panjang kaki, lebar jok, serta postur masing-masing pengendara.
Rumble memiliki panjang 2.200 mm, lebar 880 mm, dan tinggi 1.200 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 1.445 mm.
Bobot keringnya tercatat kurang dari 175 kilogram, sedangkan ground clearance mencapai 160 mm.
Tangki bahan bakar memiliki kapasitas 16 liter.
Ban 16 Inci Dibuat Kekar
Karakter bobber semakin terlihat dari penggunaan roda berdiameter 16 inci.
Bagian depan menggunakan ban 130/90-16, sementara belakang lebih lebar dengan ukuran 150/80-16.
Kombinasi diameter roda relatif kecil dan profil ban tebal memberikan Rumble siluet kekar ketika dilihat dari samping.
Rangka menggunakan konstruksi single-beam double-cradle berbahan baja. Lengan ayun juga dibuat dari baja.
Moto Morini menyebut pengembangan sasis diarahkan untuk menghasilkan pengendalian yang lincah dan intuitif, sehingga Rumble tidak semata-mata mengandalkan penampilan.
Suspensi Depan USD 43 Mm
Meskipun mengusung desain klasik, perangkat suspensinya sudah modern.
Rumble menggunakan garpu depan upside down berdiameter 43 mm dengan perjalanan roda 120 mm.
Di belakang, Moto Morini justru mempertahankan dua shock absorber. Suspensi belakang memiliki perjalanan 100 mm dan dapat diatur pada bagian spring preload.
Penggunaan suspensi ganda belakang sekaligus memperkuat karakter visual bobber yang ingin dipertahankan.
Rem Depan Empat Piston
Perangkat pengereman juga tidak dibuat sekadar mengikuti gaya klasik.
Roda depan dibekali cakram tunggal berdiameter 300 mm dengan kaliper tetap empat piston berlawanan.
Di belakang terdapat cakram 255 mm dengan kaliper dua piston.
Sistem pengereman tersebut dilengkapi ABS dua kanal.
Artinya, di balik ban gemuk, jok rendah, dan desain yang membawa nuansa motor klasik, perangkat keselamatan Rumble telah menyesuaikan standar sepeda motor modern.
Satu Mesin, Karakter Berbeda dengan 3 ½
Menariknya, angka performa mesin Rumble identik dengan Moto Morini 3 ½ Sport.
Keduanya menggunakan mesin V-Twin 60 derajat 350,3 cc dengan tenaga 32,6 hp dan torsi 31 Nm.
Namun, pendekatan keduanya sangat berbeda.
3 ½ Sport membawa identitas neo-retro sport dan menghidupkan kembali nama bersejarah Moto Morini. Rumble mengambil jalan bobber: jok lebih rendah, ban 16 inci berprofil tebal, suspensi belakang ganda, dan proporsi tubuh lebih panjang.
Karena itu, pilihan di antara keduanya lebih banyak ditentukan karakter berkendara dan desain yang diinginkan daripada sekadar angka tenaga mesin.
Spesifikasi Moto Morini Rumble 350
| Spesifikasi | Data |
|---|---|
| Mesin | V-Twin 60°, 4-tak |
| Kapasitas | 350,3 cc |
| Katup | DOHC, 8 katup |
| Pendinginan | Cairan |
| Tenaga | 32,6 hp @ 8.500 rpm |
| Torsi | 31 Nm @ 6.500 rpm |
| Kecepatan maksimum | 150 km/jam |
| Emisi | Euro 5+ |
| Tinggi jok | 735 mm |
| Bobot kering | <175 kg |
| Tangki | 16 liter |
| Wheelbase | 1.445 mm |
| Ground clearance | 160 mm |
| Suspensi depan | USD 43 mm |
| Suspensi belakang | Dual shock |
| Ban depan | 130/90-16 |
| Ban belakang | 150/80-16 |
| Rem depan | Cakram 300 mm, 4 piston |
| Rem belakang | Cakram 255 mm, 2 piston |
| ABS | Dual-channel |
Akankah Masuk Indonesia?
Bagi pasar Indonesia, kombinasi mesin 350 cc dan tinggi jok 735 mm membuat Rumble menarik untuk dicermati. Terlebih konfigurasi V-Twin memberikan diferensiasi di antara motor bergaya retro berkapasitas menengah.
Namun, belum ada pengumuman resmi yang terverifikasi mengenai pemasaran Moto Morini Rumble 350 di Indonesia. Karena itu, harga maupun waktu peluncurannya di Tanah Air belum dapat dipastikan.
Moto Morini sendiri sebelumnya mengumumkan Rumble untuk jaringan resminya mulai paruh kedua 2025, sementara model tersebut kini muncul sebagai Rumble 350 untuk model tahun 2026.
Jika nantinya masuk Indonesia, daya tarik Rumble kemungkinan bukan sekadar performa. Motor ini menawarkan kombinasi yang relatif tidak biasa: V-Twin 350 cc, tampilan bobber, ban gemuk, dan jok hanya 735 mm.
Itulah formula utama Moto Morini Rumble. Ia ingin terlihat seperti bobber besar, tetapi tanpa mengharuskan pengendaranya berhadapan dengan mesin dan dimensi sebesar cruiser kelas berat.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro