Moto Morini Corsaro Sport, V-Twin Italia Penantang Baru Kelas 750 cc

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 00:10 WIB
Moto Morini Corsaro Sport
Moto Morini Corsaro Sport

 

PONTIANAK POST – Ketika kelas middleweight sportbike semakin ramai dengan mesin parallel-twin, Moto Morini mengambil jalan berbeda. Corsaro Sport datang membawa mesin V-Twin 90 derajat 749 cc, tenaga 96 hp, serta teknologi counter-rotating crankshaft yang lebih lazim ditemukan pada motor sport Italia berperforma tinggi.

Formula tersebut membuat Corsaro Sport bukan sekadar Corsaro 750 yang diberi fairing. Moto Morini membangun motor ini sebagai versi paling sporty dari keluarga Corsaro, lengkap dengan suspensi yang dapat disetel penuh, rangka campuran aluminium-baja, swingarm aluminium, ban belakang 190 mm, serta rem Brembo.

RevZilla bahkan menilai Corsaro Sport menyimpang dari formula yang kini umum digunakan kelas middleweight. Ketika Aprilia RS 660, Yamaha R7, dan Suzuki GSX-8R menggunakan konfigurasi parallel-twin, Moto Morini justru memilih V-Twin 90 derajat.

V-Twin 749 cc Jadi Pembeda

Jantung Corsaro Sport adalah mesin dua silinder V 90 derajat berkapasitas 749 cc.

Mesin memiliki diameter piston 90 mm dan langkah 58,9 mm. Rasio kompresinya mencapai 13:1.

Versi penuh menghasilkan tenaga maksimum 96 hp atau 70,5 kW, sedangkan torsi puncaknya mencapai 77 Nm pada 7.500 rpm. Moto Morini mengklaim kecepatan maksimum lebih dari 210 km/jam.

Angka tersebut menempatkannya pada wilayah yang menarik. Corsaro Sport tidak mengejar tenaga ekstrem seperti supersport empat silinder, tetapi menawarkan karakter mesin yang berbeda di kelas menengah.

Rider Magazine juga menyoroti mesin V-Twin baru tersebut sebagai bagian penting dari identitas Corsaro 750 dan Corsaro Sport. Selain konfigurasi 90 derajat, mesin menggunakan sistem pelumasan dry sump dan poros engkol yang berputar berlawanan.

Kruk As Berputar Berlawanan

Teknologi yang paling mengundang perhatian adalah counter-rotating crankshaft.

Pada konfigurasi ini, arah putaran poros engkol dibuat berlawanan dengan arah putaran roda. Tujuannya antara lain mengurangi sebagian efek giroskopik dari komponen yang berputar sehingga motor dapat dibuat lebih responsif ketika berubah arah.

MCN ketika memperkenalkan Corsaro Sport bahkan mengaitkan teknologi tersebut dengan pendekatan yang dikenal pada dunia MotoGP. Media Inggris itu menilai penggunaan counter-rotating crankshaft menjadi salah satu kejutan teknis pada Corsaro Sport ketika model tersebut diperlihatkan di EICMA.

RevZilla juga menilai teknologi tersebut tidak umum pada kelasnya dan lebih sering diasosiasikan dengan motor sport Italia kelas premium.

Namun, teknologi ini tidak otomatis membuat motor lebih cepat. Manfaat utamanya lebih berkaitan dengan karakter dinamika dan kemampuan motor merespons perubahan arah.

Dry Sump, Bukan Sekadar Detail Mesin

Moto Morini juga menggunakan sistem pelumasan dry sump.

Berbeda dari sistem wet sump yang menyimpan sebagian besar oli di bak mesin, dry sump menggunakan sistem penyimpanan dan sirkulasi oli yang berbeda.

BikeWale menilai konfigurasi tersebut membantu menjaga pelumasan lebih konsisten ketika motor mengalami akselerasi, pengereman, maupun menikung dengan beban tinggi. Sistem tersebut juga memberi fleksibilitas dalam pengemasan mesin.

Dua teknologi—dry sump dan counter-rotating crankshaft—menjadi petunjuk bahwa Moto Morini tidak sekadar mengejar kapasitas 750 cc, tetapi berusaha memberikan karakter teknis tersendiri pada mesin Corsaro.

Rangka Campuran Aluminium dan Baja

Keunikan berikutnya terdapat pada sasis.

Corsaro Sport menggunakan konstruksi komposit aluminium dan baja, dipadukan swingarm aluminium. Moto Morini mencantumkan jarak sumbu roda 1.462 mm dengan bobot siap jalan di bawah 200 kilogram.

RevZilla menjelaskan konstruksi tersebut memadukan bagian aluminium dengan struktur baja, sementara mesin ikut menjadi bagian struktural dari sasis. Pendekatan tersebut berbeda dari penggunaan rangka aluminium penuh maupun trellis baja konvensional.

Corsaro Sport mempunyai panjang 2.170 mm, lebar 780 mm, dan tinggi 1.140 mm.

Tinggi joknya 840 mm, lebih tinggi daripada Corsaro 750 versi naked yang memiliki jok 820 mm.

Ban Belakang Lebih Lebar dari Corsaro 750

Perbedaan Sport dan versi naked juga terlihat pada roda belakang.

Corsaro Sport menggunakan ban depan 120/70-R17 dan belakang 190/55-R17. Sementara Corsaro 750 menggunakan ban belakang 180/55-R17.

Rider Magazine turut menyoroti perbedaan tersebut. Pelek keduanya sama-sama berdiameter 17 inci, tetapi Corsaro Sport mendapat ban belakang 190 mm untuk menyesuaikan karakter sport yang lebih kuat.

Suspensi Bisa Disetel Penuh

Moto Morini memasang garpu depan upside down yang dapat disetel sepenuhnya.

Bagian belakang menggunakan monoshock dengan sistem progressive linkage. Posisi peredam dibuat terintegrasi secara kompak dengan area swingarm.

BikeWale menilai penggunaan suspensi yang dapat disetel menunjukkan Corsaro Sport tidak dirancang dengan pendekatan one-size-fits-all. Pengendara mempunyai ruang untuk menyesuaikan karakter suspensi berdasarkan kebutuhan berkendara.

Ini menjadi salah satu pembeda penting jika Corsaro Sport nantinya benar-benar berhadapan dengan sejumlah motor sport kelas menengah.

Brembo Monoblock dan Cakram 320 Mm

Perangkat pengeremannya juga serius.

Bagian depan menggunakan dua cakram 320 mm dengan kaliper Brembo monoblock. Roda belakang memakai cakram 220 mm dengan kaliper tetap. Sistem tersebut dilengkapi ABS.

Moto Morini dalam materi produknya menempatkan kemampuan pengereman sebagai salah satu fokus pengembangan Corsaro Sport. Suspensi multi-adjustable juga diklaim dikembangkan untuk meningkatkan presisi pengendalian.

Dengan tenaga mendekati 100 hp dan kecepatan maksimum di atas 210 km/jam, perangkat pengereman menjadi bagian penting, bukan sekadar tambahan spesifikasi premium.

Masuk Kelas yang Sedang Panas

Kehadiran Corsaro Sport menarik karena segmen motor sport kelas menengah sedang mengalami perubahan.

RevZilla menempatkannya dalam konteks kelas yang dihuni model seperti Aprilia RS 660, Yamaha YZF-R7, dan Suzuki GSX-8R. Ketiganya menunjukkan pergeseran middleweight sportbike dari formula empat silinder berputaran tinggi menuju mesin dua silinder yang lebih berorientasi penggunaan jalan raya.

Corsaro Sport mengikuti tren dua silinder tersebut, tetapi mengambil jalur berbeda melalui V-Twin 90 derajat.

Di sinilah posisi motor Italia itu menjadi menarik. Ia tidak perlu menjadi motor paling bertenaga untuk menawarkan sesuatu yang berbeda.

Ada Versi 48 HP

Moto Morini juga menyiapkan dua tingkat tenaga.

Selain versi penuh 96 hp, Corsaro Sport tersedia dalam konfigurasi 48 hp atau 35 kW untuk memenuhi kebutuhan pemegang lisensi A2 di Eropa.

Strategi tersebut memperluas jangkauan pengguna tanpa harus membuat platform mesin berbeda.

Bagi pasar seperti Indonesia yang tidak menggunakan skema lisensi A2 seperti Eropa, versi 96 hp tentu lebih relevan jika suatu saat model tersebut dipasarkan resmi.

Spesifikasi Moto Morini Corsaro Sport

Spesifikasi Data
Mesin V-Twin 90°
Kapasitas 749 cc
Bore x stroke 90 x 58,9 mm
Rasio kompresi 13:1
Tenaga maksimum 96 hp/70,5 kW
Versi A2 48 hp/35 kW
Torsi maksimum 77 Nm @ 7.500 rpm
Kecepatan maksimum >210 km/jam
Pelumasan Dry sump
Crankshaft Counter-rotating
Standar emisi Euro 5+
Rangka Komposit aluminium/baja
Swingarm Aluminium
Suspensi depan USD, fully adjustable
Suspensi belakang Progressive linkage
Rem depan Dual 320 mm Brembo monoblock
Rem belakang 220 mm
Ban depan 120/70-R17
Ban belakang 190/55-R17
Tinggi jok 840 mm
Wheelbase 1.462 mm
Bobot siap jalan <200 kg

Sumber spesifikasi utama: Moto Morini.

Bukan Mengejar Tenaga Terbesar

Jika hanya melihat angka tenaga, 96 hp mungkin bukan sesuatu yang mengejutkan di dunia sportbike.

Justru teknologi di balik angka tersebut yang membuat Corsaro Sport berbeda.

Mesin V-Twin 90 derajat, counter-rotating crankshaft, pelumasan dry sump, rangka aluminium-baja, swingarm aluminium, suspensi yang dapat disetel penuh, hingga Brembo monoblock menunjukkan pendekatan yang lebih dekat dengan motor sport premium daripada sekadar motor berfairing kelas menengah.

MCN bahkan melihat kemunculan Corsaro Sport sebagai bagian dari peningkatan ambisi Moto Morini ketika merek tersebut memperluas jajaran produknya ke kelas yang lebih kompetitif.

Sementara RevZilla menempatkan Corsaro Sport sebagai anomali menarik di tengah semakin banyaknya parallel-twin.

Dengan demikian, pertarungan Corsaro Sport bukan sekadar soal siapa menghasilkan tenaga paling besar. Moto Morini justru mencoba menjual sesuatu yang semakin jarang di kelas menengah: karakter V-Twin Italia yang dipadukan teknologi sasis dan mesin berorientasi performa.

Untuk Indonesia, belum ada kepastian resmi mengenai harga maupun waktu pemasaran Corsaro Sport. Karena itu, posisinya terhadap model yang sudah dijual di Tanah Air baru dapat dibandingkan secara teknis, belum dari sisi harga dan nilai pembelian.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Moto Morini Corsaro Sport Corsaro Sport 750 sportbike V-Twin motor sport 750 cc counter-rotating crankshaft