BYD Racco Diuji 250 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:11 WIB
BYD Racco 300 Premium diuji selama satu minggu untuk melihat kenyamanan dan kepraktisannya dalam penggunaan sehari-hari. (RESPONSE.JP)
BYD Racco 300 Premium diuji selama satu minggu untuk melihat kenyamanan dan kepraktisannya dalam penggunaan sehari-hari. (RESPONSE.JP)

PONTIANAK POST - BYD Racco 300 Premium diuji dalam penggunaan sehari-hari selama sekitar satu minggu.

Dalam periode tersebut, mobil listrik ini digunakan tanpa tujuan khusus pengujian dan menempuh jarak sekitar 250 kilometer.

Pengujian dilakukan oleh media otomotif Jepang, Response.jp, Takahito Nakamura, untuk melihat bagaimana BYD Racco digunakan sebagai kendaraan harian.

Baca Juga: Tantang BYD Dolphin, Mobil Listrik MG 4 EV Urban 2026 Dibanderol Mulai Rp400 Jutaan

Menurut hasil pengujian, sejumlah keunggulan yang sebelumnya ditemukan kembali terasa, meski terdapat beberapa catatan baru.

Jarak Tempuh 320 Kilometer

Response.jp mencatat BYD Racco memiliki jarak tempuh 320 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Dalam penggunaan selama sepekan, jarak tempuh sekitar 250 kilometer dinilai cukup untuk menggambarkan pemakaian sehari-hari.

Baca Juga: Tantang Segmen Premium, BYD Luncurkan Ocean Series Sealion 08: Bawa Pilihan EV dan Hybrid

Dengan pola penggunaan tersebut, pengisian daya sekitar satu kali dalam seminggu secara teori sudah mencukupi. Salah satu hal yang dicatat adalah tingkat kebisingan di dalam kabin.

Selain karakter kendaraan listrik yang relatif senyap, kemampuan peredaman kabin Racco membuat percakapan di dalam kendaraan tetap mudah dilakukan pada kecepatan berkendara sehari-hari.

Bobot 1.230 Kilogram

BYD Racco merupakan kendaraan listrik dengan bobot 1.230 kilogram.

Baca Juga: Bisa Tempuh 501 Km, Mobil Listrik BYD Atto 2 Terbaru Dibanderol Cuma Rp150 Jutaan

Bobot tersebut tergolong berat untuk kategori mobil kei, tetapi penggunaan baterai dan desain bodi supertinggi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap bobot kendaraan.

Meski demikian, bobot tersebut tidak terlalu mengganggu kenyamanan maupun kemampuan berkendara.

Racco juga disebut memiliki kualitas kenyamanan yang menurut penguji mendekati mobil kecil di atas kelas kei. Racco menyediakan empat mode berkendara, yakni Sport, Normal, Eco, dan Snow.

Dalam mode Eco, penguji merasakan respons awal yang lebih lambat, sedangkan pada mode Normal tidak ditemukan masalah yang berarti dalam penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga BYD M6, Disorot Seusai Kecelakaan Maut

Kabin Luas

Dengan kursi belakang digeser ke belakang dan kursi depan dimajukan, ruang kaki disebut cukup luas sehingga penumpang masih dapat menyilangkan kaki. 

Ruang kepala juga dinilai sangat lega karena karakter bodi supertinggi.

Racco juga memiliki sejumlah detail praktis. Salah satunya adalah tali di belakang kursi depan yang menurut laporan rekan penguji dapat digunakan untuk menempatkan payung basah.

Di bagian bawah kursi penumpang depan juga terdapat baki yang dapat ditarik dari arah depan maupun belakang.

Baca Juga: Pabrik BYD Subang Beroperasi, Serap 5.000 Pekerja

Tiga Catatan dalam Pemakaian

Selain kelebihan, pengujian selama sepekan menemukan tiga hal yang menjadi catatan.

Pertama adalah posisi kaca spion tengah. Orang yang memiliki tinggi badan 160 sentimeter menilai posisi kaca spion membuatnya perlu memutar kepala untuk melihat kaca spion dengan posisi duduk yang dianggap sesuai.

Baca Juga: BYD Cetak Rekor di Brasil, 100.000 Mobil Diproduksi dalam Waktu Singkat

Kedua adalah pintu bagasi. Dalam beberapa kesempatan, pintu bagasi terlihat sudah tertutup, tetapi sebenarnya belum terkunci sempurna.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan peringatan ketika kendaraan mulai berjalan. Ketiga adalah posisi soket pengisian daya.

Penguji menilai lokasi tersebut akan lebih praktis apabila ditempatkan di sisi kiri kendaraan, khususnya karena Racco dikembangkan sebagai kendaraan khusus untuk pasar Jepang.

Dipakai untuk Kebutuhan Harian

Setelah digunakan sekitar satu minggu dengan jarak tempuh 250 kilometer, penguji menyatakan sejumlah kelebihan BYD Racco kembali terkonfirmasi dalam penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: BYD Da Han Hadir dengan Baterai 725,9 Kg dan Klaim Jarak Tempuh 1.008 Km

Namun, penggunaan langsung juga memperlihatkan beberapa aspek yang masih dianggap perlu diperbaiki, terutama posisi kaca spion, mekanisme pintu bagasi, dan lokasi soket pengisian daya.

BYD Racco sendiri merupakan kendaraan listrik yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang.

Dalam laporan tersebut, Racco 300 Premium disebut memiliki karakter kendaraan supertinggi dengan ruang kabin yang luas dan jarak tempuh WLTC 320 kilometer. (*) 

Editor : Chairunnisya
BYD Racco mobil listrik BYD BYD Racco 300 Premium mobil listrik mini BYD terbaru