Merawat Jagung dalam Pot, Perhatikan Air, Cahaya, dan Pupuk

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 08:56 WIB
Jagung dalam pot membutuhkan paparan sinar matahari penuh dan media tanam yang memiliki drainase baik. (BALCONY GARDEN WEB)
Jagung dalam pot membutuhkan paparan sinar matahari penuh dan media tanam yang memiliki drainase baik. (BALCONY GARDEN WEB)

PONTIANAK POST - Menanam jagung dalam pot membutuhkan perhatian terhadap beberapa kebutuhan dasar tanaman.

Sinar matahari, media tanam, air, suhu, kelembapan, dan pupuk menjadi bagian penting dalam perawatannya.

Balcony Garden Web menyebut jagung merupakan tanaman musim hangat yang membutuhkan banyak sinar matahari untuk tumbuh dan menghasilkan panen yang baik.

Baca Juga: Cara Menanam Jagung dalam Pot untuk Lahan Terbatas, Bisa Tumbuh hingga 2,4 Meter

Butuh Sinar Matahari 5–7 Jam

Pot jagung sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mendapatkan paparan sinar matahari penuh selama sedikitnya 5–7 jam setiap hari.

Untuk wilayah dengan kondisi panas, tanaman dapat diberi naungan selama bagian hari yang paling terik guna mencegah stres akibat panas.

Gunakan Tanah yang Ringan

Media tanam yang baik untuk jagung berupa tanah ringan dan bertekstur lempung dengan drainase baik.

Baca Juga: Cara Membuat Korean Corn Cheese, Sajian Jagung Keju Creamy yang Meleleh ala Korea

Media tersebut juga perlu mengandung banyak bahan organik, seperti kompos atau pupuk kandang yang telah matang. Media tanam memiliki pH antara 6,0 dan 6,8 serta kaya fosfor dan kalium.

Jangan Biarkan Tanah Terlalu Kering

Tanaman jagung perlu dijaga tetap lembap, tetapi tidak sampai terlalu basah.

Pada musim pertumbuhan, penyiraman dilakukan ketika bagian atas tanah sedalam sekitar 1 inci mulai kering. Penyiraman juga perlu dilakukan secara mendalam agar air mencapai akar.

Baca Juga: Kisah Lahan Eks-PETI di Bengkayang Sukses Disulap Jadi Ladang Jagung

Perhatikan Suhu dan Kelembapan

Jagung tumbuh paling baik pada suhu 65–75 derajat Fahrenheit atau sekitar 18–24 derajat Celsius pada siang hari dan 55–65 derajat Fahrenheit atau sekitar 13–18 derajat Celsius pada malam hari.

Suhu yang terlalu panas dapat membuat serbuk sari mengering sehingga mengurangi penyerbukan dan hasil.

Sebaliknya, suhu di bawah 60 derajat Fahrenheit atau sekitar 16 derajat Celsius dapat memperlambat pertumbuhan dan membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit serta hama.

Kelembapan yang disukai jagung berada pada kisaran 40–80 persen.

Baca Juga: Gotong Royong Tanam Jagung Hibrida di Pawis Hilir Kabupaten Landak

Berikan Pupuk Secara Berkala

Pupuk seimbang dengan kandungan nitrogen tinggi, seperti 10-10-10 atau 8-24-24, dapat digunakan.

Pupuk diencerkan hingga setengah kekuatan dan diberikan setiap 3–4 minggu sesuai petunjuk pada label. Setelah pemberian pupuk, tanaman perlu disiram.

Sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang cukup juga perlu dijaga untuk membantu mencegah penyakit. Penyiraman berlebihan sebaiknya dihindari. (*)

Editor : Chairunnisya
jagung dalam pot perawatan jagung menyiram jagung tanaman jagung pupuk jagung