PONTIANAK POST - Tekanan angin ban motor yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan sejumlah masalah, mulai dari ban lebih cepat aus, daya cengkeram berkurang, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga gangguan pada kontrol dan keseimbangan kendaraan. Karena itu, tekanan ban tidak semestinya ditentukan hanya berdasarkan perkiraan.
Laman resmi Suzuki menjelaskan, tekanan angin ban perlu dijaga sesuai ketentuan yang diberikan pabrikan. Artinya, tekanan tidak boleh terlalu rendah, tetapi juga tidak boleh berlebihan.
Dampak Tekanan Ban terhadap Umur Pakai Ban
Salah satu dampak paling mudah dirasakan dari tekanan ban motor yang tidak tepat adalah ban menjadi lebih cepat aus.
Baca Juga: Jangan Salah Isi Angin! Begini Cara Tentukan Tekanan Ban Motor dan Mobil yang Ideal
Ketika tekanan tidak sesuai, bagian-bagian tertentu pada ban dapat mengalami keausan yang tidak semestinya. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat umur pakai ban menjadi lebih pendek.
Karena itu, kondisi ban tidak cukup hanya dilihat dari apakah permukaannya masih tampak bagus atau belum. Tekanan angin juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan.
Tekanan Ban Rendah Kurangi Daya Cengkeram
Bukan hanya usia ban yang terpengaruh. Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi juga dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.
Daya cengkeram tersebut berkaitan dengan traksi dan stabilitas sepeda motor saat digunakan. Ketika tekanan tidak sesuai, kemampuan kendaraan untuk tetap seimbang dan mendapatkan traksi yang baik dapat ikut terganggu.
Baca Juga: TVS iQube Punya Enam Varian, Jarak Tempuh Capai 212 Kilometer dengan Harga RpRp22 Jutaan
Bagi pengendara, kondisi ini menjadi penting karena kontrol kendaraan sangat bergantung pada kemampuan ban mempertahankan kontak dengan permukaan jalan.
Ban kurang Angin Bikin BBM lebih boros
Pengaruh tekanan ban tidak berhenti pada aspek keausan dan kendali kendaraan. Konsumsi bahan bakar juga bisa ikut terdampak ketika tekanan ban tidak berada pada ukuran yang semestinya.
Suzuki menjelaskan, tekanan ban yang tidak sesuai dapat menyebabkan gesekan antara ban dan jalan menjadi lebih kuat. Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar yang menjadi semakin boros.
Artinya, kebiasaan mengabaikan tekanan ban bukan hanya berpotensi memperpendek umur ban, tetapi juga dapat membuat biaya penggunaan kendaraan terasa lebih besar.
Tekanan Ban yang Salah Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Aspek yang paling penting untuk diperhatikan adalah keselamatan pengendara. Tekanan ban motor yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena kontrol dan keseimbangan sepeda motor berisiko mengalami gangguan.
Ketika ban tidak bekerja pada tekanan yang sesuai, pengendara dapat menghadapi perubahan pada daya cengkeram, traksi, dan stabilitas kendaraan. Karena itu, tekanan ban sebaiknya tidak dianggap sebagai persoalan kecil dalam perawatan sepeda motor.
Baca Juga: Honda CB500 Bermesin Satu Silinder Tampil Klasik Hadir, Harga Mulai Rp45 Jutaan
Bagaimana cara mengetahui tekanan ban motor?
Pemilik kendaraan dapat menggunakan tyre pressure gauge untuk mengukur tekanan angin yang terdapat di dalam ban motor.
Alat tersebut membantu memastikan apakah tekanan ban masih sesuai atau kendaraan membutuhkan penambahan maupun pengurangan tekanan angin.
Dengan pengukuran menggunakan alat, pemilik kendaraan tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan dari tampilan ban atau sensasi saat mengendarai motor.
Tiga jenis tyre pressure gauge
Tyre pressure gauge tersedia dalam tiga jenis, yakni mekanik, analog, dan digital. Perbedaan ketiganya terletak pada cara hasil pengukuran tekanan udara ditampilkan oleh alat. Ketiganya digunakan untuk mengetahui ukuran tekanan angin di dalam ban.
Baca Juga: Yamaha Crosser Z Wolverine 2027 Meluncur, Hanya 500 Unit dengan Tema Marvel
Dengan mengetahui hasil pengukuran, pemilik kendaraan dapat menentukan apakah tekanan ban perlu ditambah atau justru dikurangi agar kembali sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Jangan menunggu ban terasa bermasalah
Memeriksa tekanan ban sebaiknya menjadi bagian dari perhatian rutin pemilik kendaraan. Tekanan yang tidak sesuai dapat berdampak sekaligus pada kondisi ban, efisiensi penggunaan bahan bakar, kemampuan kendaraan menjaga traksi, dan keselamatan pengendara.
Karena itu, pemilik motor disarankan lebih peduli terhadap kondisi ban, bukan hanya dari sisi kualitas fisiknya, tetapi juga tekanan angin di dalam ban.
Patokan utamanya tetap rekomendasi pabrikan. Dengan pengukuran menggunakan tyre pressure gauge, kondisi tekanan ban dapat diketahui secara lebih jelas daripada sekadar mengandalkan feeling. (*)
Editor : Miftahul Khair