PONTIANAK POST - Bos besar KTM, Pit Beirer, akhirnya habis kesabaran melihat performa Brad Binder yang kian merosot di awal musim MotoGP 2026.
Beirer secara terbuka mendesak pembalap asal Afrika Selatan itu untuk segera membuang gaya balap brutalnya jika masih ingin memiliki kursi di grid musim depan, mengingat posisinya kini terancam oleh kegemilangan pembalap muda.
Meskipun Binder mengawali musim dengan cukup stabil di Thailand, performanya hancur lebur di GP Amerika Serikat dengan hanya mampu finis di posisi ke-12.
Baca Juga: Ogah Nyalip Karena Ciut? Taktik Main Aman Marc Marquez di MotoGP 2026 Mulai Dipertanyakan
Hal yang membuat manajemen KTM gerah adalah keberhasilan rookie sensasional Pedro Acosta dan Enea Bastianini yang mampu naik podium dengan motor RC16 yang sama.
Binder tertinggal jauh, hingga 17,5 detik di belakang Acosta, sebuah jarak yang dianggap memalukan bagi pembalap utama pabrikan dengan nilai kontrak miliaran rupiah.
"Ini membuat kami frustrasi. Brad, dengan pengereman yang sangat lambat dan gaya sliding menyamping saat masuk tikungan, sempat menjadi standar luar biasa satu atau dua tahun lalu," tegas Beirer sebagaimana dikutip dari Speedweek.
Tapi sekarang, Anda harus menggunakan ban saat mengereman, bukan sekadar membiarkannya merosot."
Beirer menekankan bahwa pembalap seperti Marc Marquez saja sudah mengubah gaya balapnya lima kali demi beradaptasi, sementara Binder seolah jalan di tempat.
Tekanan bagi Binder semakin nyata karena kontraknya akan habis pada akhir 2026.
Jika gagal mengubah gaya balap agresifnya yang kini justru merusak performa ban, Binder terancam didepak dari tim utama atau bahkan keluar dari ekosistem MotoGP karena tidak memiliki rencana cadangan di paddock. (*)
Editor : Budi Miank