PONTIANAK POST – Masa depan Fabio Di Giannantonio di lintasan MotoGP mulai memasuki babak baru yang penuh teka-teki.
Meski saat ini tampil kompetitif dan bertengger di posisi keempat klasemen sementara di belakang Pedro Acosta, pembalap yang akrab disapa Diggia ini belum mengantongi kontrak resmi untuk musim 2027 bersama VR46 Racing Team.
Agen sang pembalap, Diego Tavano, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjalin komunikasi intens dengan beberapa tim pabrikan lain.
Baca Juga: Ogah Nyalip Karena Ciut? Taktik Main Aman Marc Marquez di MotoGP 2026 Mulai Dipertanyakan
Langkah ini diambil setelah negosiasi dengan Yamaha dikabarkan kandas karena tim pabrikan asal Jepang tersebut lebih memilih Ai Ogura untuk mendampingi Jorge Martin pada musim 2027 mendatang.
"Saat ini ada beberapa ketertarikan. Kami sedang berbicara dengan beberapa tim, tetapi kami tidak ingin terburu-buru. Fabio sepenuhnya fokus pada kejuaraan," ujar Diego Tavano dikutip dari GPOne Italy.
Ia menegaskan bahwa status Diggia saat ini jauh berbeda dibanding dua tahun lalu, sehingga nilai tawaran kontraknya pun harus setara dengan pembalap papan atas dunia.
Tavano tidak menampik bahwa Diggia kini menjadi komoditas panas di bursa transfer.
Dengan performa konsisten di papan atas, agen asal Italia ini menuntut perlakuan dan kontrak layaknya pembalap elit.
Hal inilah yang membuat proses perpanjangan kontrak di tim milik Valentino Rossi tersebut sedikit melambat karena urusan valuasi nilai kontrak yang setara dengan miliaran rupiah.
"Diggia yang dua tahun lalu tentu tidak sama dengan hari ini. Hasilnya, mereka ingin memperlakukannya sebagai pembalap top, itulah sebabnya kami butuh waktu sedikit lebih lama untuk mengevaluasi semuanya dengan cermat," tambah Tavano.
Meskipun sedang menjajaki peluang di tempat lain, Tavano menegaskan bahwa hubungan Fabio dengan manajemen VR46 dan petinggi Ducati, Luigi Dall’Igna, masih berjalan sangat harmonis.
Bertahan di VR46 dengan sokongan motor pabrikan Ducati tetap menjadi opsi prioritas bagi pembalap bernomor motor 49 tersebut.
"Kami berhubungan sangat baik dengan Ducati dan VR46. Mereka selalu memperlakukan Fabio seperti pembalap top," kata Tavano.
Ia menambahkan, tetap di sana dengan motor pabrikan akan menjadi solusi kelas satu.
Kami memiliki hubungan yang luar biasa dengan seluruh tim, dan Dall’Igna telah menunjukkan apresiasi yang besar atas apa yang telah dilakukan Fabio," tutup Tavano.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen VR46, apakah mereka sanggup mengamankan aset berharganya tersebut sebelum dipinang tim rival.(*)
Editor : Budi Miank