PONTIANAK POST - Harapan besar kini menyelimuti karier Toprak Razgatlioglu di kancah MotoGP.
Meski musim debutnya bersama Pramac Yamaha sejauh ini berjalan cukup pahit, sebuah angin segar datang dari prediksi sang pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi, terkait perubahan regulasi besar-besaran yang akan berlaku pada musim 2027 mendatang.
Bezzecchi menyebut bahwa transisi pemasok ban dari Michelin ke Pirelli akan menjadi tantangan terbesar sekaligus faktor penentu peta persaingan di musim tersebut.
Bagi banyak pembalap, perpindahan ini mungkin memusingkan, namun bagi Razgatlioglu, hal ini justru bagaikan musik yang indah di telinga.
Pasalnya, pembalap asal Turki tersebut memiliki rekam jejak mentereng selama delapan tahun berkompetisi di World Superbike (WSBK) yang menggunakan ban Pirelli secara eksklusif.
Hingga April 2026, Razgatlioglu memang masih tertatih-tatih beradaptasi dengan karakter ban Michelin.
Ia kini terdampar di posisi ke-20 klasemen dengan koleksi hanya 1 poin.
Masalah utamanya terletak pada ban belakang Michelin yang sulit ia taklukkan.
Namun, Bezzecchi menilai pengalaman mendalam Razgatlioglu bersama Pirelli bisa menjadi keunggulan kompetitif yang masif dibandingkan pembalap lain yang sudah bertahun-tahun terbiasa dengan Michelin.
"Kami harus beradaptasi karena perubahan kecil saja berdampak pada gaya balap. Kita sudah terbiasa dengan Michelin selama bertahun-tahun, dan akan pindah ke Pirelli," ujar Bezzecchi dalam wawancara bersama Will Buxton dan Kevin Harvick.
"Keduanya hebat, tapi berbeda. Saya rasa perbedaan terbesar nanti ada pada ban karena dari sanalah kami mendapat umpan balik langsung dari aspal."
Meski pihak Pirelli secara diplomatis menyebut pengalaman masa lalu tidak menjamin kesuksesan instan di motor prototipe, sulit untuk mengabaikan fakta bahwa Razgatlioglu telah meraih tiga gelar juara dunia WSBK berkat penguasaannya terhadap karakter ban tersebut.
Skuad Yamaha pun kini dikabarkan tengah menyiapkan strategi jangka panjang agar transisi mesin 850cc dan ban baru pada 2027 bisa menjadi momentum kebangkitan El Turco untuk melampaui capaian para rivalnya di lintasan balap. (*)
Editor : Budi Miank