PONTIANAK POST - Pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, menegaskan bahwa paceklik kemenangan Ducati pada awal MotoGP 2026 sama sekali tidak berkaitan dengan cedera sang kakak, Marc Marquez.
Ducati tengah menjalani periode sulit setelah gagal memenangi lima balapan terakhir.
Catatan tersebut menjadi yang terburuk sejak pabrikan asal Italia itu puasa kemenangan Grand Prix selama lima setengah tahun pada 2010 hingga 2016.
Sebaliknya, rival mereka dari Aprilia Racing tampil dominan.
Pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi, bahkan menyapu bersih lima kemenangan beruntun dan selalu memimpin di setiap lap dalam periode tersebut.
Start impresif itu membuat Bezzecchi memuncaki klasemen sementara dengan 81 poin, unggul tipis dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang mengoleksi 77 poin.
Sementara itu, pebalap VR46, Fabio Di Giannantonio, menjadi rider Ducati terbaik di posisi keempat dengan 50 poin.
Baca Juga: Jorge Martin Ungkap Teknik Rahasia Aprilia yang Bikin Ducati Kalah Telak di MotoGP 2026
Marc sendiri saat ini berada di peringkat kelima dengan 45 poin.
Ia sempat memenangi Sprint di Brasil, namun belum mampu membawa Ducati kembali berjaya di balapan utama.
Menanggapi anggapan bahwa cedera bahu Marc menjadi penyebab merosotnya performa Ducati, Alex membantah keras.
“Situasi Ducati saat ini tidak ada hubungannya dengan cedera Marc,” ujar Alex Marquez seperti dikutip dari media Spanyol AS.
Ia menilai performa impresif Aprilia musim ini murni karena peningkatan signifikan pada motor RS-GP.
“Aprilia, sebagai pabrikan lain, telah mengambil langkah maju dibanding Ducati tahun ini dan mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik. Sampai kapan ini akan berlangsung? Kami tidak tahu. Dan sampai di trek mana? Kita lihat saja nanti,” lanjutnya.
Marc Marquez diketahui harus menjalani operasi pada Oktober lalu akibat patah tulang coracoid dan kerusakan ligamen bahu kanan setelah insiden di Mandalika.
Ia sempat absen dalam empat seri terakhir musim lalu dan kini masih berupaya kembali ke kondisi fisik terbaiknya.
Meski demikian, Alex menegaskan bahwa penurunan Ducati bukan soal satu pebalap, melainkan dinamika teknis dan perkembangan kompetitor yang lebih cepat.
MotoGP 2026 pun kini memasuki babak baru: bukan lagi dominasi tunggal Ducati, melainkan pertarungan terbuka dengan Aprilia yang tampil lebih tajam sejak awal musim. (*)
Editor : Budi Miank