PONTIANAK POST - MotoGP 2026 kembali bergulir akhir pekan ini di Sirkuit Jerez, Spanyol, setelah jeda April.
Para pakar menilai seri ini bisa menjadi titik balik bagi Marc Marquez di tengah dominasi Aprilia melalui Marco Bezzecchi yang menyapu bersih tiga balapan awal musim.
Bezzecchi tampil sempurna dengan kemenangan di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Aprilia Dominasi Awal MotoGP 2026, Ducati Kini Berisiko Terima Konsesi Pertama dalam Sejarah
Pembalap Aprilia itu memimpin klasemen dengan selisih empat poin atas rekan setimnya, Jorge Martin.
Namun, catatan historis menunjukkan Jerez bukan trek ramah bagi Aprilia sejak kembali sebagai tim pabrikan penuh pada 2022.
Sejumlah analis MotoGP memprediksi duel panas akan terjadi antara Bezzecchi, Martin, dan Marquez.
David Comerford bahkan yakin Marquez bisa bangkit.
“Saya mendukung Marc Marquez untuk sapu bersih akhir pekan ini di Jerez. Ducati harus meningkat dan dia akan lebih dekat ke kondisi 100 persen,” ujarnya dikutip dari MotoGP News.
Aprilia memang tampil impresif musim ini. Martin diprediksi banyak pihak merebut pole position berkat keunggulan RS-GP dalam manuver tikungan.
“Dengan jeda empat minggu, Martin seharusnya sudah pulih sepenuhnya. Pole position pertamanya bersama Aprilia bisa terjadi di Jerez,” kata Kyle Archer.
Namun Jerez dalam lima musim terakhir identik dengan Ducati.
Semua pemenang MotoGP Spanyol sejak 2021 mengendarai Desmosedici, termasuk Alex Marquez musim lalu.
Meski begitu, Ducati belum sekalipun menang Grand Prix musim ini.
Untuk Sprint Race, prediksi terbelah antara Martin dan Marquez.
Tyler Rowlinson menyebut Sprint akan menjadi ujian kebugaran Marquez.
“Ini tes sesungguhnya apakah dia sudah benar-benar pulih dan apakah Ducati mampu menantang Aprilia,” katanya.
Sementara untuk balapan utama, Archer menjagokan Bezzecchi melanjutkan tren kemenangan.
Baca Juga: Jorge Martin Ungkap Teknik Rahasia Aprilia yang Bikin Ducati Kalah Telak di MotoGP 2026
Jika berhasil menang di Jerez, ia akan menyamai rekor kemenangan empat seri pembuka musim yang terakhir dicapai Marquez pada 2014.
Di luar trio unggulan, nama Fabio Di Giannantonio dan Ai Ogura disebut sebagai kandidat kejutan.
Di Giannantonio dinilai sebagai pembalap Ducati paling konsisten musim ini, sedangkan Ogura hampir meraih podium di Austin sebelum gagal finis akibat masalah mesin.(*)
Editor : Budi Miank