PONTIANAK POST - Pembalap Italia Marco Bezzecchi akhirnya mengungkap alasan sebenarnya meninggalkan tim milik Valentino Rossi, VR46 Racing Team, pada akhir musim 2024.
Keputusan tersebut bukan semata soal performa motor, melainkan dorongan internal untuk berkembang.
Bezzecchi yang kini menjadi andalan Aprilia Racing menyebut dirinya membutuhkan tanggung jawab yang berbeda untuk meningkatkan kepercayaan diri sebagai pembalap utama.
“Perbedaannya mungkin lebih ada dalam diri saya. Saya tidak pernah bosan di tim Vale, saya selalu senang di sana,” ujarnya dalam wawancara dikutip dari MotoGP News.
Langkah tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Rossi.
Tawaran dari tim pabrikan seperti Aprilia dinilai sebagai peluang besar yang sulit ditolak, terutama bagi pembalap yang ingin naik level di MotoGP.
Sebelum bergabung dengan Aprilia, Bezzecchi mengawali karier MotoGP bersama VR46 sejak 2022 usai tampil impresif di Moto2.
Baca Juga: Rekor Beruntun Bezzecchi Masih Diragukan, Bom Sebut Rider Aprilia Itu Bukan Super Talent MotoGP
Ia bahkan sempat meraih kemenangan Grand Prix bersama tim tersebut.
Namun, musim 2024 menjadi tantangan tersendiri. Menggunakan motor Ducati spek lama, performanya tertinggal dibanding pembalap pabrikan seperti Francesco Bagnaia dan Jorge Martin.
“Ini bukan soal tambahan tanggung jawab, tapi jenis tanggung jawab yang berbeda. Itu membuat saya lebih percaya pada diri sendiri,” ungkap Bezzecchi.
Ia bahkan secara emosional menambahkan bahwa keputusan tersebut menjadi pembuktian diri.
“Saya ingin menunjukkan bahwa saya mampu,” katanya.
Meski sudah hengkang dari tim VR46, Bezzecchi tetap menjadi bagian dari akademi pembalap milik Rossi.
Baca Juga: Prediksi MotoGP Jerez 2026: Pakar Ramal Marquez Rebut Kemenangan di Sirkuit Jerez
Saat ini, hanya Bagnaia yang berhasil meraih gelar juara dunia dari akademi tersebut.
Dengan performa impresif di musim 2026, Bezzecchi kini berpeluang mengikuti jejak tersebut.
Ia bahkan datang ke seri MotoGP Spanyol sebagai pemuncak klasemen sementara.
Kepindahannya ke Aprilia kini terlihat sebagai langkah penting dalam perjalanan tersebut.(*)
Editor : Budi Miank