PONTIANAK POST - Pebalap Red Bull KTM, Pedro Acosta, mengaku terusik dengan rekor tak diinginkan yang ia ukir di MotoGP 2026.
Meski tampil konsisten dan sudah mengoleksi 12 podium, Acosta belum juga meraih kemenangan Grand Prix, membuat namanya kini sejajar dengan rekor lama milik Colin Edwards sebagai pebalap dengan podium terbanyak tanpa satu pun kemenangan di kelas utama.
Sejak paruh kedua musim 2025, performa Acosta bersama KTM RC16 terbilang menanjak.
Baca Juga: Trackhouse Bikin Geger Jelang MotoGP Spanyol, Livery Motor Tiba-tiba Ganti Warna, Ada Apa?
Ia mengamankan 12 podium termasuk Sprint sejak GP Austria, serta finis kedua di Thailand dan ketiga di Austin musim ini. Namun, kemenangan balapan utama masih belum diraih.
Jurnalis MotoGP Dennis Noyes dalam Paddock Pass Podcast menyebut situasi tersebut cukup mengganggu mentalitas sang pebalap muda Spanyol.
“Satu hal yang membuat Acosta kesal adalah ketika semua orang membicarakan fakta bahwa ia baru saja menyamai Colin Edwards sebagai pebalap dengan jumlah podium terbanyak tanpa kemenangan,” ujar Noyes.
Ia menambahkan, secara statistik perbandingan itu tidak sepenuhnya setara.
“Dia meraih 12 podium dari 44 kali start. Sementara Colin Edwards hanya mencatat empat podium dari 196 start, jadi saya tidak melihat banyak kesamaan di antara mereka,” katanya.
Acosta saat ini duduk di posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2026, di belakang dua pebalap pabrikan Aprilia.
Ia memang sempat meraih kemenangan Sprint di Thailand, kemenangan pertamanya dalam format apa pun di MotoGP, namun sebagian pihak, termasuk legenda balap Carl Fogarty, tidak menganggap Sprint sebagai kemenangan Grand Prix sesungguhnya.
Kemenangan Sprint Thailand itu pun tak lepas dari kontroversi. Pada lap akhir, Marc Marquez melakukan manuver agresif yang membuat Acosta melebar.
Marquez kemudian dijatuhi penalti dan diminta mengembalikan posisi, sehingga kemenangan diberikan kepada Acosta.
Meski begitu, Marquez tetap memberi selamat kepada kompatriotnya tersebut di parc ferme.
Noyes menilai, respons Acosta yang cenderung menahan selebrasi menunjukkan fokus jangka panjangnya.
Baca Juga: Rekor Beruntun Bezzecchi Masih Diragukan, Bom Sebut Rider Aprilia Itu Bukan Super Talent MotoGP
“Saya rasa itu benar-benar menunjukkan bahwa dia sedang memikirkan rencana jangka panjang. Dia melihat dirinya sebagai pebalap yang bertarung untuk gelar juara hingga akhir,” ujarnya.
Musim ini, Acosta diyakini masih dalam fase pembelajaran bersama KTM.
Namun, rumor menyebut ia berpeluang menunggangi Ducati musim depan, yang bisa membuka peluang lebih besar untuk mematahkan rekor tanpa kemenangan tersebut.(*)
Editor : Budi Miank